- Ringankan Beban Korban Gempa Bumi, KRI Makassar-590 Salurkan Bantuan ke Pulau Palue NTT
- Kasal Laksamana TNI Muhammad Ali Terima Bintang Kehormatan Nishan-e-Imtiaz dari Presiden Pakistan
- Satgas Port Visit 2026 Dilepas Menkopolkam dan Panglima TNI, Emban Misi ke Pasifik Selatan
- Ketum PWI Pusat Lantik Pengurus PWI Surakarta
- Perkuat Rantai Pasok Kotawaringin Barat, TPK Bumiharjo Pererat Kolaborasi Ekosistem Logistik
- Buruan Daftar! Kemnaker Umumkan 81.171 Lowongan Kerja Aktif di Karirhub Masih Terbuka
- Suahasil Nazara Dilantik Jadi Menteri Keuangan, Janji Lanjutkan Program Purbaya
- Purbaya Mendadak Dicopot, Kursi Menteri Keuangan Diisi Suahasil Nazara
- Hari Kedua Tragedi KMP Virgo Transport 8, 129 Penumpang Belum Ditemukan
- IPC TPK Cetak Kinerja Positif hingga Agustus 2026, Pertumbuhan Volume Petikemas 8,37 Persen
Satgas Port Visit 2026 Dilepas Menkopolkam dan Panglima TNI, Emban Misi ke Pasifik Selatan

Keterangan Gambar : Menko Polkam Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago didampingi oleh Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto dan Wakasal Laksdya TNI Edwin melepas Satgas Port Visit 2026 menggunakan KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991 (KRI WSH-991) yang akan menuju ke negara-negara kawasan Pasifik Selatan. Foto: Dispenal
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: TNI AL bersama Kemenkopolkam RI resmi memberangkatkan Satgas Port Visit 2026 menggunakan KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991 (KRI WSH-991) ke negara-negara kawasan Pasifik Selatan.
Satgas Port Visit 2026 diberangkatkan dari Dermaga 106 Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (14/9/2026). Program ini merupakan misi perdamaian sekaligus upaya mempererat hubungan persahabatan Indonesia dengan negara-negara di kawasan Pasifik Selatan sebagai Kapal Bantu Rumah Sakit di kawasan Pasifik dan Oseania. dari Dermaga 106 Tanjung Priok.
Pelepasan dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago didampingi oleh Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto dan Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksdya TNI Edwin. Hadir pula sejumlah pejabat TNI, Kementerian/Lembaga, serta unsur terkait lainnya sebagai bentuk dukungan terhadap misi diplomasi Indonesia melalui jalur maritim.
Baca Lainnya :
- Apel Siaga HUT ke-81 TNI AL, Kasal Tegaskan Prajurit dan Alutsista Siaga Bencana0
- Menunggu Kapal Selam Scorpene Selesai, Kasal Sampaikan Alternatif Pengisi Kekuatan Laut Indonesia0
- Kapal Perang KRI Lepu-861 Awasi Gunung Anak Krakatau, Lanal Lampung Siaga SAR0
- Markas TNI AL dan Paguyuban Hiu Kencana Gelar Seminar Hiu Kencana Tahun 20260
- Gunung Anak Krakatau Meletus, Lanal Lampung Bagikan Masker0
Satgas Port Visit 2026 yang mengusung tema “Health, Humanity, and Diplomacy dengan semangat Bridging Nations, Serving Humanity” dipimpin oleh Komandan Satgas (Dansatgas) Kolonel Laut (P) Benedictus Hery Murwanto selaku Komandan KRI WSH-991.
Dalam pelayarannya, KRI WSH-991 akan mengunjungi Vanuatu, Fiji, Solomon, dan Papua New Guinea. Kehadiran Satgas sebagai confidence-building measures juga menjadi sarana membangun kepercayaan, mempererat hubungan antarmasyarakat, serta membuka ruang kerja sama di bidang kemaritiman, sosial, budaya, kesehatan, ekonomi, dan pendidikan.
Dalam sambutannya, Menko Polkam menyampaikan bahwa KRI WSH-991 merupakan Kapal Bantu Rumah Sakit TNI AL yang mengemban misi kesehatan, kemanusiaan, dan persahabatan. Misi ini melibatkan berbagai unsur, TNI AD, TNI AU, Polri, Kementerian/Lembaga, akademisi, mahasiswa, relawan, hingga jurnalis.
“Kehadiran KRI WSH-991 membawa pesan bahwa Indonesia hadir di kawasan Pasifik bukan untuk menunjukkan kekuatan, melainkan menghadirkan kepedulian, membangun kepercayaan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus menjadi instrumen diplomasi terpadu untuk langkah membangun kepercayaan, mempererat hubungan dengan negara-negara yang dikunjungi,” ujar Djamari Chaniago.
Di setiap negara tujuan, Satgas akan melaksanakan berbagai kegiatan yang mengedepankan interaksi dan persahabatan, antara lain kunjungan kehormatan kepada pejabat setempat, bakti sosial dan bakti kesehatan, interaksi budaya, pertukaran pengalaman, open ship, diplomatic reception, serta kegiatan olahraga bersama.
Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkenalkan Indonesia secara lebih dekat sekaligus memperkuat hubungan people-to-people sebagai fondasi penting dalam membangun kemitraan yang saling menghormati di kawasan Pasifik Selatan.
Pelayaran Satgas Port Visit 2026, dengan rute Jakarta–Sorong–Vanuatu–Fiji–Solomon–Papua New Guinea–Wanam–Sorong. Sebanyak 318 personel dari TNI, Polri, Kementerian/Lembaga, akademisi, relawan, mahasiswa, dan media turut terlibat dalam misi ini.
Keberangkatan Satgas menjadi wujud nyata diplomasi maritim Indonesia yang mengedepankan persahabatan, kemanusiaan, dan semangat membangun kerja sama demi perdamaian dan stabilitas kawasan. (Riz/Mar)











