Ringankan Beban Korban Gempa Bumi, KRI Makassar-590 Salurkan Bantuan ke Pulau Palue NTT

By Indonesia Maritime News 15 Sep 2026, 11:57:29 WIB News
Ringankan Beban Korban Gempa Bumi, KRI Makassar-590 Salurkan Bantuan ke Pulau Palue NTT

Keterangan Gambar : KRI Makassar-590 menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat pesisir yang terdampak bencana gempa bumi di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, Minggu (13/9/2026). Foto: Dispenal


Indonesiamaritimenews.com (IMN), SIKKA: TNI Angkatan Laut kembali menyalurkan bantuan bagi warga terdampak bencana di NTT. Kali ini KRI Makassar-590 menyalurkan bantuan kepada masyarakat pesisir di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, Minggu (13/9/2026).

Penyaluran bantuan dilaksanakan bersama Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Maumere, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), staf Kementerian Kesehatan RI, dan relawan Yayasan Cristo Re Maumere yang juga tiba di Pulau Palue untuk mendukung penanganan masyarakat terdampak.

Operasi tersebut berada di bawah kendali Panglima Koarmada II Laksamana Muda TNI I Gung Putu Alit Jaya selaku Dan GT Gulbencal Nusa Tenggara Timur 2026.

Baca Lainnya :

Bantuan yang disalurkan meliputi 10 tangki air berkapasitas 2.300 liter, 32 tangki air berkapasitas 300 liter, 100 paket perlengkapan kebersihan, 100 pakaian anak, 180 butir telur, makanan siap saji, 100 dus mi instan, 30 dus minuman, 100 lembar tikar, serta 50 dus biskuit.

Selain itu, bantuan juga mencakup deterjen, minyak goreng, pembalut, popok, dan berbagai kebutuhan pokok lainnya. Seluruh bantuan tersebut dimobilisasi dan disalurkan secara terkoordinasi kepada masyarakat di wilayah terdampak gempa.

KRI Makassar-590 terus bersinergi dengan unsur terkait dalam mendukung mobilisasi bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak bencana. Kehadiran TNI AL menjadi bagian dari upaya membantu memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung penanganan bencana di wilayah kepulauan NTT, sesuai dengan perintah Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali. 

Seperti diketahui, gempa bumi berkekuatan M7,0 mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur pada Sabtu (15/8/2026) subuh. BMKG kemudian memutakhirkan data gempa menjadi M7,7 berpusat di timur laut Nagekeo pukul 04.58.23 WIB dengan kedalaman 15 Km.

Data yang terbaru dilansir BNPB, Selasa (15/9) sore gempa bumi mengakibatkan 142 orang meninggal dunia, 1.603 warga mengalami luka berat maupun ringan serta lebih dari 100 ribu orang mengungsi. (Arry/oryza)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook