- Menunggu Kapal Selam Scorpene Selesai, Kasal Sampaikan Alternatif Pengisi Kekuatan Laut Indonesia
- Cari 5 Jurnalis Hilang di Sekitar Gunung Anak Krakatau, TNI AL Kerahkan 3 Kapal Perang
- Kapal Perang KRI Lepu-861 Awasi Gunung Anak Krakatau, Lanal Lampung Siaga SAR
- Markas TNI AL dan Paguyuban Hiu Kencana Gelar Seminar Hiu Kencana Tahun 2026
- Customer Rafting IPC TPK di Cisadane Bogor, Momen Rekreasi Bersama Pengguna Jasa
- Indonesiamaritimenews Sabet Juara Anugerah Jurnalistik MHT 2026 Kategori Tajuk Rencana
- Rp 14,8 M Diselamatkan, KKP Tangkap Kapal Ikan Filipina dan Tertibkan 25 Unit Rumpon Ilegal di Perairan Perbatasan
- Erupsi Gunung Anak Krakatau, KKP Imbau Nelayan dan Masyarakat Pesisir Waspada
- Aktivitas Gunung Anak Krakatau Dipantau, Priok Tetap Operasional 24 Jam
- Abu Vulkanik Anak Krakatau Bahayakan Kesehatan, Lanal Banten Bagi-bagi Masker
Menunggu Kapal Selam Scorpene Selesai, Kasal Sampaikan Alternatif Pengisi Kekuatan Laut Indonesia

Keterangan Gambar : Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali. Foto: property of indonesiamaritimenews.com
Indonesianaritimenews.com (IMN), JAKARTA: Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali mengatakan selama menunggu Kapal Selam Scorpene selesai, ada beberapa alternatif yang akan dilakukan untuk mengisi kekuatan laut Indonesia.
Seperti diketahui TNI AL akan mengadakan kapal selam interim, dilakukan selama menunggu Scopene selesai dibangun yang diperkirakan membutuhkan waktu 7-8 tahun. Indonesia saat ini hanya memiliki 4 kapal selam.
Baca Lainnya :
- Kapal Perang KRI Lepu-861 Awasi Gunung Anak Krakatau, Lanal Lampung Siaga SAR0
- Markas TNI AL dan Paguyuban Hiu Kencana Gelar Seminar Hiu Kencana Tahun 20260
- Gunung Anak Krakatau Meletus, Lanal Lampung Bagikan Masker0
- Keren, Formasi Laut Kapal Perang TNI AL dan Maritim Amerika di Laut Banten0
- 4 Kapal Perang TNI AL dan US Navy Dikerahkan di Perairan Jawa, Ada Apa ?0
Lebih jauh Kasal menjelaskan, selain kapal selam konvensional, Ali mengungkapkan TNI AL bekerja sama dengan PT PAL juga akan membangun kapal selam tanpa awak atau kapal selam otonom (KSOT).
Hal tersebut dinilai lebih efektif dan efisien. Selain itu, TNI AL juga berencana mengadakan kapal selam kecil atau midget submarine. "Mungkin juga kita akan mengadakan kapal selam jenis itu," sambung Kasal
Kapal Selam Interim
Kasal menjelaskan Indonesia juga ditawari kapal selam interim dari sejumlah negara.
"Ada beberapa negara yang sudah menawarkan, dan bisa jadi kita akan membeli dari beberapa negara yang sudah menawarkan itu," ungkap Kasal.
Kapal selam interim yang dimaksud adalah kapal selam sementara selama menunggu pengerjaan kapal selam Scorpene selesai.
Kasal menyampaikan, berbagai upaya tersebut bisa dilakukan TNI untuk mengisi kekuatan laut. Kendati demikian, semua keputusan diserahkan kepada pemerintah. "Jadi hal-hal itu sangat memungkinkan, tapi keputusannya semua berada di Kementerian Pertahanan," ujar Kasal.(Arry/Mar)











