- 108 Ribu Penumpang, 353 Ribu Kendaraan Diprediksi Menyeberang dari Sumatera-Jawa
- Patroli Laut KRI Siribua-859, Kodaeral XII Amankan Objek Vital Nasional di Tengah Dinamika Geopolitik
- Turun dari Kapal, Truk Bawa Puluhan Ribu Rokok Ilegal Dicegat Prajurit Lanal Mataram
- Presiden Prabowo Ajak Jadikan Al Quran Sebagai Sumber Persatuan dan Kedamaian Bangsa
- PELNI Pulangkan Hewan Endemik Papua Selundupan di KM Sinabung
- Zakat Pekerja IPC TPK Jangkau Mustahik di Palestina
- KKP Awasi Perusahaan Asing Penyuplai Bahan Pangan Asal Ikan
- Kapal Bawa 6,1 Ton Pasir Timah Selundupan dari Bangka Dibuntuti TNI AL, Diringkus di Tanjung Priok
- Petuah, Kata dan Cinta: Rumah Sunting Gelar Tadarus Puisi dan Santuni Anak Yatim
- Akurasi Laboratorium Produk Perikanan KKP Sudah Diakui
Presiden Prabowo Ajak Jadikan Al Quran Sebagai Sumber Persatuan dan Kedamaian Bangsa

Keterangan Gambar : Presiden Prabowo Subianto menghadiri acara Peringatan Nuzulul Qur’an Tingkat Kenegaraan Tahun 1447 H/2026 M di Istana Negara, Jakarta, Selasa, (10/2/2026). Foto: BPMI Setpres
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: Presiden Prabowo Subianto mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk menjadikan peringatan Nuzulul Qur’an sebagai kesempatan memperkuat keimanan, menjadi sumber inspirasi dalam merawat persatuan bangsa Indonesia
Acara Peringatan Nuzulul Qur’an Tingkat Kenegaraan Tahun 1447 H/2026 M digelar di Istana Negara, Jakarta, Selasa (10/3/2026). Peringatan tersebut menjadi momentum refleksi spiritual bagi bangsa Indonesia untuk memperkuat nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Dalam siaran resmi Setpres RI dijelaskan, acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dari Surah An-Najm ayat 1 sampai dengan 20 oleh qari cilik M. Zian Fahrezi. Qati cilik ini adalah siswa kelas 4 Sekolah Dasar (SD) peraih juara 1 kategori anak-anak dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Internasional Al-Ameed ke-3 di Karbala, Republik Irak, pada tahun 2026 dan saritilawah oleh Velly Syukron.
Baca Lainnya :
- Zakat Pekerja IPC TPK Jangkau Mustahik di Palestina0
- Buka Bersama Prajurit Marinir, Kasal Berpesan Amalkan Al Quran Sebagai Kompas Hidup0
- 3.350 Paket Sembako Pelindo Regional 2 Tanjung Priok untuk Pekerja & Masyarakat Sekitar Pelabuhan0
- Semangat Ramadhan IPC TPK Bagi 1600 Takjil di Pelabuhan0
- Prajurit Buaya Petarung Bagi-bagi Takjil di Jalan, Berkah Ramadhan0
Lantunan ayat suci tersebut menghadirkan suasana khidmat dan penuh kekhusyukan, sekaligus mengingatkan akan besarnya rahmat dan karunia Allah SWT bagi umat manusia.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk menjadikan peringatan Nuzulul Qur’an sebagai kesempatan memperkuat keimanan, menjadi sumber inspirasi dalam merawat persatuan bangsa Indonesia, serta dalam mewujudkan kehidupan yang damai, adil, dan membawa rahmatan lil alamin.
“Peringatan Nuzulul Qur’an kali ini saya kira adalah suatu kesempatan bagi kita sekalian untuk masing-masing memahami, masing-masing meresap, meresapi arti daripada apa yang diajarkan dalam Al-Qur’an tersebut,” ujar Presiden Prabowo.
Amalkan Ajaran Al Qur'an
Sementara itu, Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa penyelenggaraan peringatan Nuzulul Qur’an tingkat kenegaraan tahun ini sebagai pengingat bagi seluruh bangsa Indonesia untuk senantiasa menjadikan Al-Qur’an sebagai sumber nilai dan petunjuk dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Peringatan Nuzulul Qur’an yang diselenggarakan pada malam hari ini, merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk menghadirkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan publik, sehingga ajaran-ajarannya tidak hanya dibaca dan dihayati, dihafal, tapi juga betul-betul diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Nasaruddin.
Hikmah Nuzul Qur'an
Ulama dan cendekiawan Muslim, Muhammad Quraish Shihab menyampaikan uraian hikmah Nuzulul Qur’an. Dalam tausiyahnya, Quraish Shihab mengajak seluruh hadirin untuk merenungkan makna mendalam di balik turunnya Al-Qur’an sebagai rahmat dan petunjuk bagi seluruh alam.
Quraish Shihab menekankan bahwa Al-Qur’an bukan sekadar kitab yang dibaca, melainkan harus dihayati, diamalkan, dan dijadikan landasan dalam membangun Indonesia yang penuh keberagaman.
“Allah ingin mengajarkan kita bahwa perbedaan itu adalah suatu keniscayaan. Tetapi perbedaan tidak perlu menimbulkan pertentangan. Kalau kemarin kita berbeda dalam berpuasa, terbuka kemungkinan yang tidak kecil kita pun akan berbeda dalam berlebaran. Tapi perbedaan sama sekali tidak menimbulkan pertentangan. Perbedaan yang dikehendaki Al-Quran itu adalah sama dengan falsafah bangsa kita, Bhinneka Tunggal Ika,” ujar Quraish Shihab.
Melalui peringatan ini, pemerintah berharap semangat spiritualitas Ramadan semakin memperkokoh persaudaraan nasional dan menumbuhkan komitmen bersama untuk membangun Indonesia yang beradab, rukun, dan penuh kebajikan, sejalan dengan pesan universal Al-Qur’an sebagai rahmat bagi seluruh alam. (Arry/Mar)











