- Buka Maritime Expo 2026, Wamenhub Suntana Apresiasi Pengabdian Pelaut Indonesia
- Bangun Proyek Dermaga Tanpa Izin, Dua Perusahaan di Riau Disegel KKP
- Puluhan Ekor Hiu Bambu Hasil Penangkaran Dilepas KKP di Laut Kepulauan Seribu
- Libur Sekolah, Penjualan Tiket Diskon Kapal PELNI Tembus 214 Ribu Penumpang
- Kapal Perang Inggris HMS Tamar (P233) Merapat di Jakarta, Ada Apa ?
- Pelindo Regional 2 Priok Gandeng Kejaksaan Tangani Kepastian Hukum Penyelenggaraan Kegiatan Kepelabuhanan
- Ini Hasil RUPS Pelindo 2025: Kinerja Tumbuh, Setor ke Negara Rp7,81 Triliun
- Latma Malindo Jaya 28AB-26, Indonesia dan Malaysia Himpun Kekuatan Laut Hadapi Tantangan Maritim
- Operasi Senyap TNI AL di Tengah Malam, Gagalkan Penyelundupan Pasir Timah 4,25 Ton Miliaran Rupiah
- Kunjungi PELNI di Pelabuhan Surabaya, Komisi XI DPR RI Dukung Peremajaan Kapal
Buka Maritime Expo 2026, Wamenhub Suntana Apresiasi Pengabdian Pelaut Indonesia

Keterangan Gambar : Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut menggelar kegiatan Maritime Expo sebagai rangkaian peringatan Hari Pelaut Sedunia (Day of the Seafarer) Tahun 2026. Kegiatan dibuka oleh Wamenhub Suntana. Foto: Ditjen Hubla
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut menggelar kegiatan Maritime Expo sebagai rangkaian peringatan Hari Pelaut Sedunia (Day of the Seafarer) Tahun 2026.
Kegiatan Maritime Expo digelar di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, dan secara resmi dibuka oleh Wakil Menteri Perhubungan, Suntana pafa Selasa (23/6/2026).
Mengusung tema global yang ditetapkan International Maritime Organization (IMO), “Carrying World Trade, Carrying the Risks”, Wamenhub Suntana mengungkapkan peringatan tahun ini menjadi momentum untuk memberikan penghormatan kepada para pelaut yang selama ini menjadi tulang punggung perdagangan global, sekaligus menghadapi berbagai risiko dalam menjalankan profesinya.
Baca Lainnya :
- Bangun Proyek Dermaga Tanpa Izin, Dua Perusahaan di Riau Disegel KKP0
- Puluhan Ekor Hiu Bambu Hasil Penangkaran Dilepas KKP di Laut Kepulauan Seribu0
- Dukung Tata Ruang Laut Berkelanjutan, KKP Dorong Kolaborasi Program CSR0
- Pelindo Hadir Restorasi Terumbu Karang dan Pemberdayaan Masyarakat Pesisir di Labuan Bajo0
- KKP Bawa Kembali Produk Perikanan Budi Daya Masuk Pasar Uni Eropa0
Tingginya risiko yang diemban, Suntana mengungkapkan Kementerian Perhubungan terus berkomitmen agar pelaut Indonesia dapat terjamin hak-haknya termasuk perlindungan, dan kesejahteraan yang layak.
“Bekerja di atas kapal berarti berhadapan dengan cuaca ekstrem, jauh dari keluarga dalam waktu berbulan-bulan, hingga ancaman kecelakaan di laut. Untuk itu saya sangat mengapresiasi dedikasi, keberanian, dan pengabdian Pelaut Indonesia. You are the Heroes of the Oceans,” pungkasnya.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Muhammad Masyhud mengungkapkan Indonesia sendiri saat ini tercatat sebagai salah satu dari lima negara pemasok pelaut terbesar di dunia dengan jumlah sekitar 1,6 juta pelaut.
Potensi tersebut, kata Masyhud, harus diiringi dengan peningkatan kompetensi, penguasaan teknologi, serta perlindungan yang memadai agar pelaut Indonesia semakin kompetitif di pasar maritim global.
“Pemerintah terus memperkuat sistem sertifikasi kepelautan, digitalisasi pelayanan, serta pengawasan implementasi standar internasional seperti STCW Convention dan Maritime Labour Convention (MLC) 2006. Selain itu, perlindungan terhadap hak-hak pelaut, keselamatan kerja, kesehatan, dan kesejahteraan juga menjadi prioritas utama,” tegasnya.
Masyhud menambahkan, saat ini, terdapat lebih dari 100 lembaga pendidikan dan pelatihan kepelautan yang terus Ditjen Perhubungan Laut bina agar memenuhi standar internasional.
“Selain itu, fasilitas simulator juga terus kami tingkatkan, kualitas instruktur diperkuat, dan kurikulum diselaraskan dengan kebutuhan industri maritim global,” tandasnya.
Selain Maritime Expo yang berlangsung pada 23–24 Juni 2026, rangkaian Hari Pelaut Sedunia juga diisi dengan berbagai kegiatan, seperti penyerahan approval kepada lembaga pendidikan dan pelatihan kepelautan, pemberian santunan dan asuransi kepada keluarga pelaut, layanan kesehatan dan donor darah, serta pelayanan dokumen kepelautan.
Tidak hanya itu, pada peringatan puncak yang dihelat pada 25 Juni 2026 mendatang, juga turut diadakan Strategic Maritime Forum 2026, sebuah forum yang akan membahas arah kebijakan maritim nasional, investasi sektor maritim, serta penguatan SDM pelaut sebagai aset strategis bangsa, dengan menghadirkan para pemangku kepentingan di bidang pelayaran dan maritim.
Adapun rangkaian Hari Pelaut Sedunia 2026 akan ditutup dengan kegiatan jalan santai atau fun walk yang akan digelar di Plaza Barat Gelora Bung Karno Jakarta pada tanggal 28 Juni 2026.
Melalui momentum Hari Pelaut Sedunia 2026, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut berharap kegiatan ini dapat memperkuat sinergi antara regulator, industri, lembaga pendidikan, dan komunitas pelaut dalam membangun ekosistem maritim yang berkelanjutan serta menghasilkan rekomendasi strategis untuk kemajuan sektor kepelautan nasional. (Bow/Mar)











