- Kejurnas Karate Kasal Cup V-2026 Digelar, TNI AL Ajak Petarung dan Karateka Muda Daftar
- Terminal Teluk Lamong Tingkatkan Daya Saing Industri Nasional dan Global, Segini Target 2026
- PELNI Rampungkan SisKomKap di 25 Kapal Penumpang, Konektivitas Pelayaran Lebih Optimal
- Disergap TNI AL, Kapal Penyelundup Balpress dan Rokok Bodong Tak Berkutik
- KNMP di NTT-NTB Mampu Dongkrak Ekonomi Daerah Rp29,2 Miliar Tiap Tahun
- Angkutan Lebaran 2026, Menhub Cek Kesiapan Armada Kapal dan Pelabuhan di Maluku Utara
- Menteri Trenggono Dorong Pengembangan Budidaya Kerang Mutiara di Pulau Bungin
- PTP Nonpetikemas Cabang Banten, Ekspor Perdana Wind Mill Tower ke Kanada
- Sertifikasi Kompetensi Digital, IPC TPK Dorong Generasi Muda Pesisir Mandiri
- Arus Logistik Meningkat, Merauke Butuh Depo Peti Kemas di Luar Pelabuhan
Menteri Perdagangan Katakan Ongkos Logistik Indonesia Bisa Turun Jadi 16 persen

Keterangan Gambar : Foto: Acara diskusi virtual Gambir Trade Talk 2022
Indonesiamaritimenews.com ( IMN),JAKARTA: Menteri Perdagangan (Mendag), Muhammad Lutfi mengatakan ongkos logistik Indonesia bisa turun menjadi 16 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada 2024 mendatang. Ia optimistis hal tersebut bisa terwujud seiring dengan pembangunan infrastruktur yang masif di era pemerintahan Presiden Joko Widodo.
Hal ini dinyatakan Mendag Lutfi dalam acara Gambir Trade Talk dengan tema ‘Retrospeksi Kinerja Perdagangan 2021 dan Resolusi 2022’, Rabu (23/2/2022) yang berlangsung secara secara virtual.
Mendag mengatakan, ketika Jokowi pertama kali menjabat sebagai presiden pada 2014, ongkos logistik RI masih di level 26 persen dari PDB. Lalu saat memasuki periode kedua dari 2019 hingga 2022, ongkos logistik turun menjadi 23 persen dari PDB.
Baca Lainnya :
- Polda Sumut Sebut Temuan 1,1 Juta Kg Minyak Goreng di 3 Gudang, Bukan Kasus Penimbunan0
- Pipa Bocor, Pabrik Kimia di Cilegon Meledak0
- Akhirnya, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Akuisisi PT Jembatan Nusantara0
- Investasi bodong Viral Blast Global Rp540 Miliar Dibongkar Bareskrim Polri0
- 2 Nenek Cantik Gantian Gendong Bayi Aurel-Atta Halilintar0
"Tetapi nanti menjelang akhir dari pada jabatan beliau di masa jabatan 2024, itu akan turun menjadi 17 persen hingga 16 persen," kata Lutfi. Mendag percaya, selain pembangunan infrastruktur, perkembangan teknologi digital juga dapat menjadi faktor penekan ongkos distribusi dan logistik di Indonesia.
Dalam beberapa kesempatan, Mendag mengatakan biaya logistik sering dikeluhkan oleh para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Menurut Lutfi, biaya logistik di Indonesia masih tinggi karena beberapa faktor. Antara lain proses pembelian atau pengiriman barang dilakukan secara ‘end to end’ atau dari ujung ke ujung antara penjual dan pembeli, terutama di wilayah timur Indonesia. Hal ini menyebabkan tidak adanya subsidi dalam pembiayaan.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir juga kerap mengatakan ongkos logistik Indonesia masih mahal jika dibanding rata-rata dunia yang sebesar 13 persen dari PDB. Akibatnya, biaya logistik Indonesia kurang bersaing dengan negara lain. Salah satu penyebabnya, fasilitas infrastruktur di dalam negeri masih minim.( Fat/Oriz)











