- Menaker Minta Kuota MagangHub BRI Diperluas
- Dua Tahun Kabinet Merah Putih, Presiden Prabowo: Kita di Jalur yang Benar
- Zero Kendaraan ODOL 2027, Pelabuhan Tanjung Perak Lokasi Uji Coba Penertiban
- Ini Dilakukan NPCT1 Melangkah Satu Dekade Kinerja Tumbuh dan Kuat
- Kekayaan Laut Dicuri, Pemerintah Bentuk Satgas Pemberantasan Penyelundupan Benih Lobster
- Kemnaker Siapkan Pelatihan Vokasi Terintegrasi dengan Industri di KEK
- IPC TPK Sabet Platinum Award di Ajang IARA 2026
- IMO dan Delegasi Jepang Tinjau Fasilitas Kendali Terpusat IPC TPK
- Dorong Percepatan Koperasi Merah Putih, Tim Verbal Mabes TNI Perkuat Sinergi dengan Pemkab Pacitan
- KMP Batumandi Tenggelam, Kemenhub dan ASDP Pastikan Pelabuhan Merak Tetap Normal
Kapal Virgo Transport 8 Bawa 243 Penumpang Hilang Kontak di Laut Jawa

Keterangan Gambar : Ilustrasi pelayaran kapal di tengah cuaca yang kurang bersahabat. Foto: property of indonesiamaritimenews.com
Indonesiamaritimenews.com (IMN), BANJARMASIN: Insiden kecelakaan laut kembali terjadi. Kali ini Kapal Virgo Transport 8 membawa 243 penumpang dalam pelayaran dari Surabaya menuju Banjarmasin, hilang kontak Minggu (13/9/2026).
Kapal tersebut berangkat dari Pelabuhan Surabaya pukul 10.13 GMT. Kapal hilang kontak di perairan Laut Jawa pada Minggu dini hari. Tim SAR dari Basarnas dan unsur terkait segera bergerak melakukan pencarian.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin, I Putu Sudayana selaku SAR Mission Coordinator, menjelaskan kapal mulai tidak dapat dihubungi sekitar pukul 02.00 WITA. Kantor SAR Banjarmasin langsung mengerahkan personel pada pukul 04.30 WITA.
Baca Lainnya :
- Gempa di Kepulauan Seribu Magnitudo 6,5 Terasa di Sumatera Barat hingga Jawa Timur0
- Gempa Kepulauan Seribu, KRL Sempat Berhenti Operasional0
- Kepulauan Seribu Digoyang Gempa 5,9 M, Masyarakat Jakarta Waspada0
- Temuan Life Jacket di Perairan Anyer Dipastikan Bukan Milik 5 Jurnalis Peliput Gunung Anak Krakatau0
- TNI AL Kembali Temukan Pelampung di Selat Sunda, 5 Jurnalis Hilang Belum Terlacak0
“Posisi terakhir kapal yang diterima berada sekitar 80 mil laut dari Dermaga SAR Basirih, Banjarmasin,” kata Putu dalam konferensi pers di Banjarmasin, Minggu.
Skala operasi pencarian dilakukan maksimal karena kapal membawa penumpang banyak, yakni 243 orang termasuk awak kapal. Dalam operasi SAR ini keselamatan seluruh penumpang menjadi prioritas utama. “Kami segera mengerahkan personel serta KN SAR Laksmana 241 menuju lokasi perkiraan posisi terakhir,” jelas Putu.
Kondisi cuaca buruk di sekitar perairan Laut Jawa juga menjadi pertimbangan penting dalam menentukan strategi pencarian, guna meminimalisir risiko dalam operasi SAR.
“Kami mengimbau masyarakat dan keluarga penumpang tetap tenang serta menunggu informasi resmi dari petugas, Tim SAR gabungan terus melakukan pemantauan dan pencarian berdasarkan perkembangan situasi di lapangan,” ujar Putu Sudayana. (Arry/oryza)











