Temuan Life Jacket di Perairan Anyer Dipastikan Bukan Milik 5 Jurnalis Peliput Gunung Anak Krakatau

By Indonesia Maritime News 12 Sep 2026, 01:30:16 WIB News
Temuan Life Jacket di Perairan Anyer Dipastikan Bukan Milik 5 Jurnalis Peliput Gunung Anak Krakatau

Keterangan Gambar : Kapal TNI AL yakni KAL Anyer I-3-64 Lanal Banten menemukan sebuah pelampung yang mengapung di Perairan Cikoneng-Labuan, di dekat Anyer, Banten, Kamis (10/9/2026). Foto: Dispenal


Indonesiamaritimenenews.com (IMN), BAMTEN: Pelampung (life jacket) warna oranye dan tabung kecil warna putih yang ditemukan mengapung di perairan Anyer, Banten, dipastikan bukan milik lima jurnalis yang hilang karena kontak di Selat Sunda.

Berdasarkan ciri-cirinya, life jacket tersebut bukan berasal dari Kapal Arupadhatu 1 yang disewa lima jurnalis tersebut untuk berangkat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Kepastian tersebut disampaikan oleh Kapolda Banten, Irjen Pol Hengki. Petugas sudah melakukan pemeriksaan terhadap pelampung yang ditemukan oleh kapal KAL TNI Angkatan Laut.

Baca Lainnya :

"Berdasarkan hasil pemeriksaan (pelampung) bukan merupakan milik Kapal Arupadhatu 1 yang sampai sekarang belum ditemukan. Life jacket warna oranye dan pelampung warna putih (botol tabung putih) bukan alat-alat keselamatan yang dimiliki oleh kapal Arupadhatu," kata Hengki di Pos SAR Dermaga Marina Carita, Pandeglang, Banten, Jumat (11/9/2026).

Hasil pemeriksaan itu juga diperkuat oleh keterangan Sandi, pemilik Kapal Arupadhatu 1 yang sudah dimintai keterangan oleh polisi.

"Hasil pemeriksaan maupun interogasi kepada Bapak Sandi selaku pemilik kapal, karena pemilik kapal ada dua, yaitu Arupadhatu 1 maupun Arupadhatu 2, tidak menggunakan life jacket seperti yang ditemukan," ujar Hengki.

Kelima jurnalis tersebut, kata Hengki, tidak menggunakan life jacket berwarna oranye seperti yang ditemukan di Perairan Anyer. Hal itu diketahui berdasarkan analisis terhadap video saat rombongan bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, menuju Gunung Anak Krakatau.

Sandi, pemilik Kapal Arupadhatu 1 yang disewa kelima jurnalis, memastikan pelampung oranye yang ditemukan oleh KAL Anyer milik TNI AL pada hari ketiga pencarian, bukan miliknya. "Saya pastikan bukan milik saya," kata Sandi sesuai dimintai keterangan di Pos SAR Dermaga Marina Carita.

Sandi juga menjelaskan bahwa Kapal Arupadhatu 1 dilengkapi peralatan keselamatan sebelum berangkat membawa tim jurnalis untuk meliput erupsi Gunung Anak Krakatau pada Senin (7/9/2026).

Ia menambahkan, life jacket yang dibawa minimal 10. "Life jacket itu kalau milik kita untuk wisata, itu digunakan untuk snorkeling oleh tamu-tamu, jadi, dipastikan lebih dari 10," tukas Sandi.

Seperti diketahui, memasuki hari ketiga pencarian lima jurnalis yang hilang di area Gunung Anak Krakatau, kapal TNI AL yakni KAL Anyer I-3-64 Lanal Banten menemukan sebuah pelampung yang mengapung di Perairan Cikoneng-Labuan, di dekat Anyer, Banten, Kamis (10/9/2026).

Lima jurnalis  dilaporkan hilang kontak sejak Senin (7/9/2026) saat tengah melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatu hingga kini belum ditemukan. Kelima jurnalis tersebut yaitu: Arie Basuki (Merdeka.com), M Bagus Khoirunnas (Antara), Yudhistiro (iNews), Daus (Anadolu), serta Donal (jurnalis freelance). Mereka saat itu sedang menjalankan tugas peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau. (Han/Mar)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook