- Temuan Life Jacket di Perairan Anyer Dipastikan Bukan Milik 5 Jurnalis Peliput Gunung Anak Krakatau
- Nah Lho... Polisi Militer Kodaeral V Razia THM, Prajurit Dilarang Keluyuran ke Diskotek
- Pelindo Banten Buka Akses Pelabuhan Ciwandan untuk Kapal SAR Basarnas
- MagangHub Batch 2 Angkatan II Masuki Tahap Seleksi, Hasil Diumumkan 18 September
- Pelabuhan Tanjung Emas Didorong Naik Kelas Jadi Gerbang Utama Ekspor-Impor
- Seminar Regional ASEAN, Kemnaker Tekankan Pelindungan Hak Tenaga Kerja pada Perdagangan antar Negara
- TNI AL Kembali Temukan Pelampung di Selat Sunda, 5 Jurnalis Hilang Belum Terlacak
- Apel Siaga HUT ke-81 TNI AL, Kasal Tegaskan Prajurit dan Alutsista Siaga Bencana
- IPC TPK Raih Dua Penghargaan TOP GRC Awards 2026
- Peduli Warga Terdampak Gempa di Pulau Flores, Kemnaker Salurkan Bantuan
Temuan Life Jacket di Perairan Anyer Dipastikan Bukan Milik 5 Jurnalis Peliput Gunung Anak Krakatau

Keterangan Gambar : Kapal TNI AL yakni KAL Anyer I-3-64 Lanal Banten menemukan sebuah pelampung yang mengapung di Perairan Cikoneng-Labuan, di dekat Anyer, Banten, Kamis (10/9/2026). Foto: Dispenal
Indonesiamaritimenenews.com (IMN), BAMTEN: Pelampung (life jacket) warna oranye dan tabung kecil warna putih yang ditemukan mengapung di perairan Anyer, Banten, dipastikan bukan milik lima jurnalis yang hilang karena kontak di Selat Sunda.
Berdasarkan ciri-cirinya, life jacket tersebut bukan berasal dari Kapal Arupadhatu 1 yang disewa lima jurnalis tersebut untuk berangkat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Kepastian tersebut disampaikan oleh Kapolda Banten, Irjen Pol Hengki. Petugas sudah melakukan pemeriksaan terhadap pelampung yang ditemukan oleh kapal KAL TNI Angkatan Laut.
Baca Lainnya :
- TNI AL Kembali Temukan Pelampung di Selat Sunda, 5 Jurnalis Hilang Belum Terlacak0
- Pencarian 5 Jurnalis di Perairan Banten, TNI AL Temukan Pelampung dan Botol Mengapung0
- Ketua PWI Jaya: Menuju 5 Abad Jakarta, Anugerah Jurnalistik MHT 2026 Baru Tahap Pemanasan0
- Hari ketiga pencarian 5 Jurnalis, TNI AL dan Tim SAR Gabungan Terus Sisir Selat Sunda0
- KSOP Banten dan Tim SAR Gabungan Cari 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda0
"Berdasarkan hasil pemeriksaan (pelampung) bukan merupakan milik Kapal Arupadhatu 1 yang sampai sekarang belum ditemukan. Life jacket warna oranye dan pelampung warna putih (botol tabung putih) bukan alat-alat keselamatan yang dimiliki oleh kapal Arupadhatu," kata Hengki di Pos SAR Dermaga Marina Carita, Pandeglang, Banten, Jumat (11/9/2026).
Hasil pemeriksaan itu juga diperkuat oleh keterangan Sandi, pemilik Kapal Arupadhatu 1 yang sudah dimintai keterangan oleh polisi.
"Hasil pemeriksaan maupun interogasi kepada Bapak Sandi selaku pemilik kapal, karena pemilik kapal ada dua, yaitu Arupadhatu 1 maupun Arupadhatu 2, tidak menggunakan life jacket seperti yang ditemukan," ujar Hengki.
Kelima jurnalis tersebut, kata Hengki, tidak menggunakan life jacket berwarna oranye seperti yang ditemukan di Perairan Anyer. Hal itu diketahui berdasarkan analisis terhadap video saat rombongan bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, menuju Gunung Anak Krakatau.
Sandi, pemilik Kapal Arupadhatu 1 yang disewa kelima jurnalis, memastikan pelampung oranye yang ditemukan oleh KAL Anyer milik TNI AL pada hari ketiga pencarian, bukan miliknya. "Saya pastikan bukan milik saya," kata Sandi sesuai dimintai keterangan di Pos SAR Dermaga Marina Carita.
Sandi juga menjelaskan bahwa Kapal Arupadhatu 1 dilengkapi peralatan keselamatan sebelum berangkat membawa tim jurnalis untuk meliput erupsi Gunung Anak Krakatau pada Senin (7/9/2026).
Ia menambahkan, life jacket yang dibawa minimal 10. "Life jacket itu kalau milik kita untuk wisata, itu digunakan untuk snorkeling oleh tamu-tamu, jadi, dipastikan lebih dari 10," tukas Sandi.
Seperti diketahui, memasuki hari ketiga pencarian lima jurnalis yang hilang di area Gunung Anak Krakatau, kapal TNI AL yakni KAL Anyer I-3-64 Lanal Banten menemukan sebuah pelampung yang mengapung di Perairan Cikoneng-Labuan, di dekat Anyer, Banten, Kamis (10/9/2026).
Lima jurnalis dilaporkan hilang kontak sejak Senin (7/9/2026) saat tengah melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatu hingga kini belum ditemukan. Kelima jurnalis tersebut yaitu: Arie Basuki (Merdeka.com), M Bagus Khoirunnas (Antara), Yudhistiro (iNews), Daus (Anadolu), serta Donal (jurnalis freelance). Mereka saat itu sedang menjalankan tugas peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau. (Han/Mar)











