- Operasi Ketupat dan Arus Mudik Lebaran 2026 Sukses, ASDP dan Korlantas Polri Perkuat Kolaborasi
- Pasukan Katak TNI AL Siaga Objek Vital, Antisipasi Serangan Pembajak Pesawat
- TNI AL dan Royal Australian Navy Gelar MOWG 2026, Perkuat Kerjasama Operasi dan Latihan Maritim
- Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 Bersama KRI Dorang-874: BI dan TNI AL Sasar Pulau 3T di Maluku
- Tabrakan Maut Kereta di Stasiun Bekasi Timur, Menhub: Korban 106 Orang, 15 Meninggal, 91 Luka-luka
- Transformasi PELNI 74 Tahun Berlayar untuk Indonesia, Perubahan Logo hingga Peremajaan Kapal
- Tragedi Tabrakan KA di Bekasi Timur, Korban Tewas Bertambah Jadi 14 Orang, 84 Luka-luka
- Kemenhub Tngkatkan Kompetensi Teknisi Telekomunikasi Perkuat Keselamatan Pelayaran
- Presiden Prabowo Jenguk Korban Tabrakan KA di RSUD Bekasi, Pastikan Penanganan Medis Terbaik
- Standar Kesehatan Pelaut Ditingkatkan, Kemenhub Perkuat Kompetensi Dokter Pemeriksa
Kapal Perang KRI Teluk Bintuni-520 Kirim Logistik ke Wilayah Perbatasan Pulau Fanildo

Keterangan Gambar : Kapal Perang KRI Teluk Bintuni-520 Kirim Logistik ke Wilayah Perbatasan Pulau Fanildo, Papua. Foto: Dispen Kolinlamil
Indonesiamaritimenews.com (IMN),PAPUA: Di tengah penugasannya dalam rangka mendukung Angkutan Laut Militer Satuan Tugas Pengamanan Pulau Terluar (Satgas Pam Puter) wilayah Timur, KRI Teluk Bintuni-520 memberi dukungan kiriman logistik kepada masyarakat Pulau Fanildo, Papua.
Salah satu kapal perang jajaran Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), KRI Teluk Bintuni-520 saat ini berada di Biak. Bekerja sama dengan Pemerintah Daerah setempat, kapal perang ini memberikan dukungan pengiriman bantuan logistik kepada warga masyarakat yang berada di Pulau Fanildo, Kabupaten Supiori, Papua, Senin (4/9/2023).
Bantuan logistik berupa beras sebanyak 4 ton diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Supiori guna memenuhi kebutuhan pangan bagi masyarakat yang berada di pulau terluar, yang menghadapi kendala dalam pemenuhan kebutuhan logistik berupa bahan makanan.
Baca Lainnya :
- Ekspedisi Rupiah Berdaulat Pakai Kapal TNI AL, Ayo... Tukar Duit Lusuh0
- Perkuat Keamanan Berbatasan Negara, TNI AL dan Angkatan Laut Filipina Adakan Intelligent Conferenc0
- Yuuk...Mengenal Korps Suplai Kolinlamil di Usia 75 Tahun0
- Asah Kemampuan Prajurit, 2 Kapal Perang TNI dan Kapal Selam Australia Latihan di Perairan Bali0
- Pimpin Apel Pasukan Pengamanan KTT ke-43 ASEAN, Ini Pesan Panglima TNI dan Kapolri0
Komandan KRI Teluk Bintuni-520, Letkol Laut (P) Mochammad Hadi Chahyadi menyampaikan, berdasarkan rute operasi, pergerakan KRI Teluk Bintuni-520 yang membawa pasukan Satgas Pam Puter masih dalam rute operasi sama dengan rute dukungan pengiriman beras.
Secara umum pengiriman logistik tersebut tidak mempengaruhi tugas utama yang diemban armada kapal tersebut. Dengan pertimbangan tersebut, KRI Teluk Bintuni-520 dapat melaksanakan pergeseran pasukan Pam Puter sekaligus membantu pengiriman beras ke Pulau Fanildo tanpa merubah rute dan waktu operasi.
Sebagai catatan, Pulau Pulau Fanildo adalah pulau terluar Indonesia yang terletak di Samudera Pasifik berbatasan dengan negara Palau. Pulau Fanildo masuk dalam wilayah Kabupaten Supiori, provinsi Papua dan berada di sebelah utara dari Kota Manokwari.
Sesuai dengan arahan Panglima Kolinlamil Laksda TNI Edwin, S.H., M.Han, M.H. bahwa kehadiran prajurit Kolinlamil dimanapun berada harus bisa memberikan manfaat dan peduli terhadap masyarakat yang membutuhkan bantuan.
Meskipun status KRI dalam penugasan operasi namun juga harus fleksibel dengan kondisi dan situasi daerah operasi. Sisi-sisi kemanusiaan juga perlu mendapatkan perhatian dan prioritas. Kepedulian TNI AL. Dalam hal ini Kolinlamil dengan mengerahkan KRI Teluk Bintuni-520 untuk bersinergi dengan Pemkab Supiori tentunya dapat menjalin hubungan kerja sama yang erat antara TNI AL dengan instansi pemerintah. Hal ini sebagai wujud nyata selalu hadir di tengah-tengah masyarakat untuk menyelesaikan permasalahan yang ada.
Komandan KRI Teluk Bintuni-520 juga menambahkan, sesuai instruksi dari Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali, bahwa satuan-satuan TNI AL baik KRI maupun pendirat di manapun berada dan bertugas harus mampu membawa manfaat bagi warga masyarakat di sekitarnya. Eksistensi TNI AL dalam menindaklanjuti kebijakan pemerintah harus ditunjukkan melalui kerja nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. (Arry/Oryza)











