- Buka Peluang Kerja Baru Kemnaker Gandeng TikTok, Dorong Talenta Ekonomi Digital
- Petikemas Internasional Dongkrak Kinerja Terminal Teluk Lamong 4,5%
- Transformasi Terminal Dongkrak Arus Peti Kemas di TPK Sorong 10% Pada Triwulan I 2026
- KRI Bima Suci Bawa Taruna AAL dan Cadet Asean Tiba di Colombo, Misi Diplomasi Kartika Jala Krida 2026
- Heboh Pulau Umang di Banten Dijual Rp65 Miliar, KKP: Langsung Kami Segel
- Taklukkan Medan Sulit Samudra Atlantik, KRI Conapus-936 Sandar di Afrika Selatan
- Layanan Pelindo Masa Angkutan Lebaran 2026 Tembus 2,6 Juta Penumpang, Meningkat 24 %
- PELNI dan Meratus Line Perluas Kerja Sama Strategis Program Tol Laut
- Kapal Perang Fregat Angkatan Laut Thailand Singgah di Surabaya, Ini Kekuatannya
- Yuhuu... 441 Riders Cilik Bersaing Ketat di Kejurnas Push Bike Race Kapten Morgan Tahun 2026
Kapal Mutiara Timur I Terbakar di Perairan Bali, Diduga Akibat Bahan Kimia Bocor

Keterangan Gambar : KM Mutiara Timur I terbakar di Perairan Timur Bali. Foto: dok. Bakamla RI
Indonesiamaritimenews.com ( IMN),JAKARTA: Penyebab terbakarnya Kapal Mutiara Timur I yang membawa ratusan penumpang di Selat Lombok tepatnya di Perairan Timur Bali, masih diselidiki. Kapal itu mengangkut 236 penumpang, 25 ABK dan kru kapal serta 115 unit kendaraan jenis truk, mobil serta sepeda motor. Semua penumpang berhasil dievakuasi.
Dugaan sementara kapal tersebut terbakar akibat ada bahan kimia di dalam mobil bocor. "Informasi awal dari kapten kapal, ada bahan kimia di dalam mobil yang ada di kapal mengalami kebocoran sehingga mengeluarkan asap hingga akhirnya terbakar," ungkap Koordinator Pos SAR Karangasem, I Gusti Ngurah Eka Wiadnyana, Kamis (17/11/2022). Namun penyebab pastinya masih harus diteliti.
Seperti diketahui, KM Mutiara Timur I rute penyeberangan Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, menuju Pelabuhan Tanjungmas, Lembar, Lombok Barat, NTB, terbakar pada Rabu sore (16/11/2022). Insiden ini terjadi di Selat Lombok tepatnya di Perairan Timur Bali.
Baca Lainnya :
- KTT G20 Berakhir, Singgung Perang di Ukraina, Deklarasi Disepakati Lewat Perdebatan Alot 0
- Sebelum Pulang ke Amerika, Joe Biden dan Peserta KTT G20 Nyangkul di Tahura Mangrove Bali0
- Gala Dinner KTT G20 Bali, Presiden Amerika Joe Biden Tidak Hadir0
- Menlu Rusia Pulang Duluan Tinggalkan KTT G20 di Bali, Ada Apa ?0
- Celah Pungli di Pelabuhan KIP Ditekan, Aplikasi Digital Diterapkan 0
Data yang dihimpun indonesiamaritimenews.com, KM Mutiara Timur I berangkat sekitar pukul 06.45 WIB dari Pelabuhan Tanjungwangi, Banyuwangi. Kapal ini membawa 261 penumpang termasuk ABK. Sesuai jadwal, seharusnya kapal tersebut sandar di Pelabuhan Tanjungmas, Lembar, Lombok, sekitar pukul 16.00 WIB.
Tim SAR mengevakuasi para penumpang KM Mutiara Timur I. Foto:ist
Sekitar 1,5 jam sebelum tiba di Pelabuhan Tanjungmas, tiba-tiba muncul asap tebal dari arah dek paling bawah yang memuat ratusan kendaraan. Asap dengan cepat merambat ke geladak penumpang. Tak lama kemudian kobaran api muncul di buritan kapal, disusul suara ledakan.
Kapal-kapal di sekitar KM Mutiara Timur I segera mendekat memberi pertolongan. Armada kapal TNI AL yang tengah patroli di sekitar perairan Bali juga sigap memberi pertolongan dan mengevakuasi para penumpang. Tercatat ada 5 kapal TNI AL yang melakukan evakuasi yaitu: KRI RE Martadinata, KAL Kadet 6, KAL Kadet 7, KRI Sultan Hasanuddin serta KRI dr Wahidin Sudirohusodo. Kapal milik Basarnas yang sedang patroli, KN Pulau Marore-22 juga melakukan evakuasi serta pemadaman api.
Ratusan nelayan di wilayah Desa Bunutan, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, juga membantu evakuasi. Tercatat ada 8 penumpang dan kru yang dievakuasi kapal nelayan ke Pelabuhan Lembar, Lombok Barat. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan laut ini. Namun 7 penumpang dilarikan ke rumah sakit. (Arry/Oryza)











