- IMO dan Delegasi Jepang Tinjau Fasilitas Kendali Terpusat IPC TPK
- Dorong Percepatan Koperasi Merah Putih, Tim Verbal Mabes TNI Perkuat Sinergi dengan Pemkab Pacitan
- KMP Batumandi Tenggelam, Kemenhub dan ASDP Pastikan Pelabuhan Merak Tetap Normal
- Kemenhub dan Jasa Raharja Pastikan Hak Penumpang KMP Batumandi Pascakebakaran di Perairan Merak
- Kejati dan Pelindo Regional 2 Bengkulu MoU, Fondasi Kepastian Hukum Operasional Pelabuhan
- Little Harbour di Pelindo Regional 2, Dermaga Aman untuk si-Kecil, Orang Tua Tenang Bekerja
- Kapal Tanker Global 168 Bawa 1 Ton Ketamine Disergap Polri dan BNN di Selat Malaka
- Security, Security, Security, Akhirnya, KMP Batumandi Terbalik dan Tenggelam
- Permanent Make Up Indonesia Festival 2026, Wamenaker Tekankan Pentingnya Sertifikasi Profesi
- Tuntas Pemadaman KMP Batumandi, Kemenhub Kerahkan KN Trisula P.111 untuk Pendinginan
IMO dan Delegasi Jepang Tinjau Fasilitas Kendali Terpusat IPC TPK
Bidik Pengurangan Emisi Maritim

Keterangan Gambar : International Maritime Organization (IMO) serta PT PBM Dharma Lautan Nusantara membawa delegasi dari dua perusahaan logistik raksasa asal Jepang, yakni Daiichi Chuo Kinkai Kaisha dan Suzuyo & Co., Ltd berkunjung ke Terminal Tanjung Priok. Foto: IPC TPK
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) semakin mengukuhkan posisinya sebagai pusat benchmarking global melalui fasilitas Integrated Planning & Control. Keunggulan sistem operasi pelabuhan yang terpusat ini menjadi perhatian internasional.
Hal ini dibuktikan dengan sambutan kunjungan strategis dari International Maritime Organization (IMO) serta PT PBM Dharma Lautan Nusantara yang membawa delegasi dari dua perusahaan logistik raksasa asal Jepang, yakni Daiichi Chuo Kinkai Kaisha dan Suzuyo & Co., Ltd. Kunjungan di Terminal Tanjung Priok ini menyoroti bagaimana inovasi digital IPC TPK mampu memenuhi standar tata kelola operasional dan keberlanjutan kelas dunia.
Daniel Setiawan, Senior Manager Sekretariat Perusahaan IPC TPK mengatakan transformasi digital dan sentralisasi perencanaan selain berhasil memacu produktivitas operasional, juga menjawab tantangan industri logistik global.
Baca Lainnya :
- KMP Batumandi Tenggelam, Kemenhub dan ASDP Pastikan Pelabuhan Merak Tetap Normal0
- Kejati dan Pelindo Regional 2 Bengkulu MoU, Fondasi Kepastian Hukum Operasional Pelabuhan0
- Little Harbour di Pelindo Regional 2, Dermaga Aman untuk si-Kecil, Orang Tua Tenang Bekerja0
- Security, Security, Security, Akhirnya, KMP Batumandi Terbalik dan Tenggelam0
- Tuntas Pemadaman KMP Batumandi, Kemenhub Kerahkan KN Trisula P.111 untuk Pendinginan0
"Kunjungan ini menjadi bukti nyata bahwa transformasi digital dan sentralisasi perencanaan yang kami terapkan tidak hanya berhasil memacu produktivitas operasional, tetapi juga menjawab tantangan industri logistik global saat ini," ujar Daniel dalam keterangan tertulis, Kamis (22/10/2026).
Komitmen nyata IPC TPK dalam menyelaraskan efisiensi operasional pelabuhan dengan prinsip keberlanjutan lingkungan global menjadi sorotan utama pada agenda ini. Dalam agenda kunjungan tersebut, delegasi IMO berfokus pada penjajakan peluang kerja sama terkait pelaksanaan Blue Solutions Project di Indonesia.
Proyek berkelanjutan ini memiliki tujuan akhir yang sejalan dengan visi masa depan pelabuhan, yakni "Reducing Maritime Transport Emissions" atau pengurangan emisi transportasi laut. Melalui fasilitas Integrated Planning & Control, IPC TPK dapat menunjukkan bagaimana optimalisasi perencanaan sandar dan bongkar muat secara real-time mampu menekan waktu tunggu kapal (idle time), yang secara langsung berkontribusi pada efisiensi bahan bakar dan penurunan emisi gas buang di area pelabuhan.
Peluang Kerja Sama Bisnis
Sementara itu, kehadiran PT PBM Dharma Lautan Nusantara bersama delegasi Daiichi Chuo Kinkai Kaisha dan Suzuyo & Co., Ltd. bertujuan untuk meninjau langsung kelancaran kegiatan operasi di Terminal Tanjung Priok. Dari pusat kendali Integrated Planning & Control, para delegasi Jepang dapat memantau transparansi, ketepatan, dan keandalan sistem pelayanan IPC TPK.
Peninjauan lapangan secara komprehensif ini menjadi langkah awal yang penting bagi perusahaan logistik tersebut untuk menjajaki peluang kerja sama bisnis di masa depan, guna memperkuat rantai pasok logistik antara Indonesia dan Jepang.
"Melalui kolaborasi lintas negara dan organisasi ini, kami berharap sistem Integrated Planning & Control IPC TPK dapat terus memberikan nilai tambah bagi penciptaan ekosistem maritim yang lebih hijau, efisien, dan modern," pungkas Daniel. (Riz/Wa)











