- Jambore HSSE 2026 di Banyuasin, Komut dan Dirut Pertamina Tegaskan Pentingnya Keselamatan Kerja
- Diskon Tiket PELNI Dongkrak Mobilitas Warga, Layani 677 Ribu Penumpang Selama Libur Sekolah
- Satgas Yonif 2 Marinir TNI AL Borong Hasil Bumi Mama-mama Papua
- AHY Percepat Transformasi Bali Maritime Turism Hub Jadi Gerbang Wisata Bahari Internasional
- Laba Pelindo Semester I 2026 Tumbuh 60 %, Transformasi Diperkuat Danantara
- Budidaya Kepiting Soka Binaan Pelindo di Pesisir Indramayu Tembus 958 Kg, Peluang Raup Cuan
- Diskon Tiket PELNI Disambut Antusias, Kuota Terserap 96 Persen
- Paus Bungkuk Terdampar di Pantai Perancak Bali, Tak Kuat Bertahan Hidup
- Penyelundupan 10,9 Ton Pasir dan Balok Timah Rp1,7 M Dibongkar TNI AL di Jakarta Utara
- Penyelundupan 1,9 Ton Pasir Timah ke Malaysia digagalkan Kodaeral IV di Perairan Karimun
Heboh Kakek Diganjar Hukuman 5 Bulan Penjara Gegara Pelihara Ikan Aligator Gar

Keterangan Gambar : Piyono.Foto : Ist
Indonesiamaritimenews.com (IMN), MALANG: Seorang kakek di Malang, Jawa Timur, divonis hukuman 5 bulan gegara memelihara ikan Aligator Gar. Keluarganya kecewa lantaran si kakek selama ini sama sekali tidak mengetahui ikan Aligator dilarang dipelihara.
Jaksa Penuntut Umum (JPU) sebelumnya menuntut Piyono dengan hukuman 8 bulan penjara dan denda Rp10 juta, subsider 2 bulan penjara. Namun hakim menjatuhkan vonis lebih ringan yakni 5 bukan penjara dan denda Rp5 juta subsider satu bulan penjara.
Baca Lainnya :
- 30 Koli Kosmetik Ilegal Diangkut Speed Boat Aerox, Gagal Diselundupkan, Diciduk Tim SFQR TNI AL0
- Cetak Tenaga Lasher, TTL Kolaborasi Poltekpel, KSOP Tanjung Perak Beri Apresiasi0
- Kasal Meletakkan Batu Pertama, Pembangunan ke-3 Yasbhum Bagi Anak Keluarga TNI AL yang Gugur0
- KSOP Kelas IV Kalianget Bagi-bagi Life Jacket ke Nelayan0
- Kemenhub Bentuk Maritime Coordination Center, Ini Fungsinya0
Majelis hakim Pengadilan Negeri Kota Malang dalam sidang yang digelar Senin (9/9/2024) menyatakan terdakwa Piyono bersalah telah melanggar Pasal 88 juncto Pasal 16 ayat (1) Undang-undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan juncto Permen-KP RI Nomo1 19/Permen-KP/2020.
Ia dinyatakan bersalah memelihara hewan berbahaya yang dilindungi pemerintah. Ikan Aligator yang dikenal sebagai predator agresif yang termasuk dalam kategori hewan berbahaya dan pemeliharaannya diatur secara ketat.
Mendengar putusan hakim, keluarga Piyono menangis histeris. Sedangkan terdakwa yang duduk di kursi pesakitan tampak lebih tenang. Namun usai hakim membacakan putusan, pria 61 tahun ini bangkit dari tempat duduknya sambil membuka topi songkok yang dipakainya lalu berjalan meninggalkan ruangan dengan wajah kesal.
Piyono selama ini memelihara 8 ekor ikan Aligator Gar sejak 16 tahun silam. Ia mengaku selama ini tidak ada sosialisasi dari pemerintah tentang larangan memelihara ikan aligator. Piyono ditahan Kejari Malang sejak 6 Agustus lalu.
Ikan Aligator Gar milik Piyono kini telah dimusnahkan oleh aparat kepolisian dan Balai Pengelola Sumber Daya Pesisir dan Laut. (Arry/Oryza)











