- Operasi Ketupat dan Arus Mudik Lebaran 2026 Sukses, ASDP dan Korlantas Polri Perkuat Kolaborasi
- Pasukan Katak TNI AL Siaga Objek Vital, Antisipasi Serangan Pembajak Pesawat
- TNI AL dan Royal Australian Navy Gelar MOWG 2026, Perkuat Kerjasama Operasi dan Latihan Maritim
- Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 Bersama KRI Dorang-874: BI dan TNI AL Sasar Pulau 3T di Maluku
- Tabrakan Maut Kereta di Stasiun Bekasi Timur, Menhub: Korban 106 Orang, 15 Meninggal, 91 Luka-luka
- Transformasi PELNI 74 Tahun Berlayar untuk Indonesia, Perubahan Logo hingga Peremajaan Kapal
- Tragedi Tabrakan KA di Bekasi Timur, Korban Tewas Bertambah Jadi 14 Orang, 84 Luka-luka
- Kemenhub Tngkatkan Kompetensi Teknisi Telekomunikasi Perkuat Keselamatan Pelayaran
- Presiden Prabowo Jenguk Korban Tabrakan KA di RSUD Bekasi, Pastikan Penanganan Medis Terbaik
- Standar Kesehatan Pelaut Ditingkatkan, Kemenhub Perkuat Kompetensi Dokter Pemeriksa
30 Koli Kosmetik Ilegal Diangkut Speed Boat Aerox, Gagal Diselundupkan, Diciduk Tim SFQR TNI AL

Keterangan Gambar : Tim Second Fleet Quick Response (SFQR) Lantaman XIII Tarakan menggagalkan penyelundupan 30 koli kosmetik ilegal. Foto: Dispenal
Indonesiamaritimenews.com (IMN), KALIMANTAN UTARA: Tim Second Fleet Quick Response (SFQR) Lantamal XIII Tarakan meringkus pelaku penyelundupan kosmetik ilegal. Sebanyak 30 Koli atau total keseluruhan 12.000 pcs kosmetik ilegal disita.
Operasi dilakukan di Perairan, Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara pada Jum’at (13/9/2024). Tim SFQR Lantamal XIII berhasil menangkap 3 ABK (Anak Buah Kapal) dan mengamankan 1 Speed Boat Aerox, berkapasitas mesin 200 Pk.
Awalnya, pada hari Selasa (10/9) pukul 23.30 Wita Tim SFQR Lantamal XIII Tarakan mendapatkan informasi, adanya rencana pengiriman barang illegal dari Malaysia melalui jalur laut. Tim segera melaksanakan observasi serta pemantauan di lapangan. Tim melakukan penyekatan atau penutupan di Selat Bangau Tarakan menggunakan unsur Patkamla Satrol Lantamal XIII Tarakan.
Pada Rabu (11/9) pukul 04.00 Wita dini hari, prajurit Lantamal XIII Tarakan yang memantau di lapangan menginformasikan kepada prajurit Satrol Lantamal XIII Tarakan bahwa ada sebuah speed boat berhenti mengapung di depan Pantai Juwata.
Baca Lainnya :
- Sabu Dikendalikan Jaringan Internasional, Gagal Masuk Mandar Terendus TIM Gabungan TNI AL0
- Mau Naik Kapal Bawa Ganja, Mahasiswa Diciduk Prajurit TNI AL0
- Nekat Beraksi, Komplotan Maling Sparepart Kapal Diringkus Tim F1QR TNI AL0
- Disergap Tim F1QR Lantamal Padang dan Bengkulu, Penyelundupan Baby Lobster Rp850 Juta Gagal0
- Penyelundupan Teh Sabu Senilai Rp25 M Digagalkan Tim F1QR Lanal Tanjung Balai Asahan0
Selanjutnya, dilakukan penyelidikan dengan bergerak menuju lokasi. Tim berhasil mengamankan speed boat yang berisi 3 orang ABK, serta muatan puluhan kardus yang diindikasikan berisikan kosmetik ilegal dengan total kurang lebih 30 kardus.
Selanjutnya Tim SFQR Lantamal XIII mengamankan speed boat tersebut, dikawal menuju Dermaga Mamburungan Lantamal XIII untuk pelaporan ke Komando Atas. Speed boat dan barang bukti kemudian dibawa ke Dermaga Satrol Lantamal XIII untuk memudahkan pengamanan, penyelidikan dan proses hukum lebih lanjut.
Berkaitan dengan kasus ini, Komandan Lantamal XIII Laksamana Pertama TNI Dr. Ferry Supriady menegaskan bahwa pelayaran kapal cepat tanpa dilengkapi dokumen dan tidak memenuhi kelaiklautan, akan dijerat dengan peraturan terkait pelayaran dan akan diproses oleh TNI AL. Selain itu, kegiatan membawa kosmetik ilegal merupakan perbuatan pidana yang diduga melanggar Pasal 435 Undang-undang No 17 Tahun 2023 Tentang Kesehatan.
Kegiatan tersebut merupakan implementasi dari Program Prioritas Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali yang menekankan bahwa setiap Prajurit Jalasena Samudera harus selalu sigap dalam menjaga kedaulatan laut Nusantara. (ARRY/Oryza)











