- Buka Peluang Kerja Baru Kemnaker Gandeng TikTok, Dorong Talenta Ekonomi Digital
- Petikemas Internasional Dongkrak Kinerja Terminal Teluk Lamong 4,5%
- Transformasi Terminal Dongkrak Arus Peti Kemas di TPK Sorong 10% Pada Triwulan I 2026
- KRI Bima Suci Bawa Taruna AAL dan Cadet Asean Tiba di Colombo, Misi Diplomasi Kartika Jala Krida 2026
- Heboh Pulau Umang di Banten Dijual Rp65 Miliar, KKP: Langsung Kami Segel
- Taklukkan Medan Sulit Samudra Atlantik, KRI Conapus-936 Sandar di Afrika Selatan
- Layanan Pelindo Masa Angkutan Lebaran 2026 Tembus 2,6 Juta Penumpang, Meningkat 24 %
- PELNI dan Meratus Line Perluas Kerja Sama Strategis Program Tol Laut
- Kapal Perang Fregat Angkatan Laut Thailand Singgah di Surabaya, Ini Kekuatannya
- Yuhuu... 441 Riders Cilik Bersaing Ketat di Kejurnas Push Bike Race Kapten Morgan Tahun 2026
Harga Minyak Goreng Rp24000/liter Emak- Emak Naik Darah

Keterangan Gambar : Minyak goreng kemasan.Foto: Dok.indonesiamaritimenews.com
Indonesiamaritimenews.com ( (IMM),JAKARTA: Pemerintah mencabut aturan HET (Harga Eceran Tertinggi) minyak goreng (migor) dan menyerahkan pada mekanisme pasar. Harga migor kemasan yang semula Rp14000/liter, kini menjadi Rp23.000-Rp24.000/liter. Mahalnya migor membuat emak-emak naik darah.
"Gimana sih, naiknya kok gila-gilaan, tinggi sekali. Sudah betul harga Rp14.000 per liter. Kenapa malah naik lagi," kata Ny. Rita (50) tahun, warga Grogol, Jakarta Barat, Kamis (17/3/2022) dengan nada kesal.
Seperti diketahui, Rabu 16 Maret kemarin Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengumumkan HET minyak curah yang semula Rp11.500 per liter, kini menjadi Rp14.000. Sedangkan minyak goreng kemasan yang semula Rp13.500-Rp14.000 per liter sesuai HET, harga baru menyesuaikan ke harga keekonomian atau diserahkan ke mekanisme pasar.
Baca Lainnya :
- Malam Nisfu Syaban dan Amalannya, Ini Kata Ustad Abdul Somad 0
- 1 Ton Sabu Diselundupkan Lewat Pangandaran, Bukti Pantai Indonesia Terbuka0
- Konvoi 20 Pembalap MotoGP, Marquez Disambut Antusias Warga Jakarta0
- Upaya Tingkatkan Daya Saing Logistik Global, Shipowner Didorong Buka Rute Internasional0
- Perlu Sinergi Antara Regulator & Telkom Menata Sistem Komunikasi Kabel Laut Yang Berkualitas 0
Pemerintah hanya mensubsidi minyak curah dengan HET Rp14.000 per liter. Dengan harga baru ini, warga khawatir minyak curah menghilang dari pasaran seperti minyak kemasan ketika harga resminya masih Rp14.000.
"Jangan-jangan menghilang juga nih minyak curah. Kemarin-kemarin kita antri beli minyak kemasan, apa besok-besok ngantri juga minyak curah ? Sama dong sengsaranya," kata Susiati (52) tahun, warga Tebet, Jaksel, saat diminta komentar.
Kekhawatiran Susiati agaknya benar. Minyak curah mulai menghilang dari pasaran. Kondisi ini dibuktikan oleh Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi saat sidak ke Pasar Senen, Jakarta Pusat, Kamis (17/3/2022). Mendag melihat, minyak goreng kemasan dua liter dijual Rp40.000. Sedangkan minyak curah langka.
Warga berharap pemerintah segera bisa menornalkan kembali harga minyak goreng, serta menjaga harga-harga kebutuhan pokok lainnya. Terlebih menjelang bukan Ramadhan, biasanya harga-harga 'latah' naik.
"Tempohari alasannya pandemi Covid. Sekarang Covid sudah pergi, alasannya apa lagi. Apa perang Rusia jadi alasan juga ?" Ucap Yanti (30) tahun kepada Indonesiamaritimenews com, ibu muda warga Serpong, Tangsel, saat dimintai tanggapan. ( Fat/Oriz)











