- Buka Peluang Kerja Baru Kemnaker Gandeng TikTok, Dorong Talenta Ekonomi Digital
- Petikemas Internasional Dongkrak Kinerja Terminal Teluk Lamong 4,5%
- Transformasi Terminal Dongkrak Arus Peti Kemas di TPK Sorong 10% Pada Triwulan I 2026
- KRI Bima Suci Bawa Taruna AAL dan Cadet Asean Tiba di Colombo, Misi Diplomasi Kartika Jala Krida 2026
- Heboh Pulau Umang di Banten Dijual Rp65 Miliar, KKP: Langsung Kami Segel
- Taklukkan Medan Sulit Samudra Atlantik, KRI Conapus-936 Sandar di Afrika Selatan
- Layanan Pelindo Masa Angkutan Lebaran 2026 Tembus 2,6 Juta Penumpang, Meningkat 24 %
- PELNI dan Meratus Line Perluas Kerja Sama Strategis Program Tol Laut
- Kapal Perang Fregat Angkatan Laut Thailand Singgah di Surabaya, Ini Kekuatannya
- Yuhuu... 441 Riders Cilik Bersaing Ketat di Kejurnas Push Bike Race Kapten Morgan Tahun 2026
Hadapi Peperangan Modern, TNI Kembangkan Skuadron Khusus Drone

Keterangan Gambar : Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali. Foto: Dispenal
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: Kemajuan teknologi peperangan saat ini membuat TNI AL menyiapkan antisipasi. Drone adalah adalah salah satu teknologi efektif untuk digunakan dalam peperangan. Karenanya Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal) harus menguasai tantangan tersebut.
Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali mengatakan saat ini TNI AL telah memiliki beberapa Unmanned Aerial Vehicle (UAV) baik buatan luar negeri maupun buatan sendiri. "Kedepan tentu saja kita akan mengembangkan skuadron UAV dan semua yang terkait dengan peralatan nirawak," kata Kasal.
Hal tersebut dikatakan oleh Kasal sesaat setelah memimpin pelaksanaan serah terima tiga jabatan strategis di TNI AL, Kamis (26/10/2023) di Mabesal Cilangkap, Jakarta.
Baca Lainnya :
- 36 Pamen dan Pati TNI dari 3 Matra Dimutasi, Ini Daftarnya0
- Kualitas Kesehatan Prajurit, Jadi Pilar Strategi Membangun Kekuatan TNI AL0
- Waspadai Ancaman Hibrida di Era Modern, Ini Pesan Penting Kasal Laksamana TNI Muhammad Ali0
- Duarr.... Torpedo TNI AL Tembak Kapal Selam Musuh di Perairan Sapudi0
- 6 Bulan Pelayaran Muhibah Keliling Dunia, KRI Bima Suci Tiba di Indonesia0
Lebih lanjut menurut Kasal, dengan kemajuan peperangan saat ini, kita dapat melihat bagaimana drone sangat efektif untuk digunakan dalam peperangan. Sehingga Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal) harus menguasai tantangan tersebut.
Laksamana TNI Muhammad Ali juga menekankan, dalam mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) pengawak TNI AL yang kompeten dan berkualitas dikaitkan dengan kemajuan teknologi, maka dalam pendidikan TNI AL akan ditingkatkan bukan saja teori tapi penguasaan teknologi informasi dan teknologi kesenjataan.
“Kita sudah mulai mengajarkan pada Taruna di Akademi TNI Angkatan Laut (AAL) maupun siswa di Kodiklatal terkait peperangan cyber, peperangan elektronika modern, penguasaan sensor-sensor baik bawah laut, permukaan maupun sensor udara”, tandas Kasal.
Sebelumnya, Kasal memimpin serah terima tiga jabatan pimpinan Komando Utama TNI AL yang dilaksanakan dalam sebuah upacara militer. Ketiga jabatan tersebut yaitu jabatan Dankodiklatal yang sebelumnya dijabat oleh Letnan Jenderal TNI Marinir Suhartono diserahterimakan kepada Mayor Jenderal TNI Marinir Nur Alamsyah.
Jabatan Gubernur AAL yang sebelumnya dijabat oleh Mayor Jenderal TNI Marinir Endi Supardi diserahterimakan kepada Laksamana Muda TNI Supardi. Kemudian jabatan Danpuspenerbal dari Laksamana Muda TNI Imam Musani diserahterimakan kepada Laksamana Pertama TNI Sisyani Jaffar.
Kodiklatal dan AAL merupakan lembaga pendidikan yang mengemban peran penting sebagai “naval factory”. Lembaga ini menyelenggarakan fungsi pendidikan guna menyiapkan dan mencetak sumber daya manusia TNI AL.
Sedangkan Puspenerbal, berperan penting dalam membina kekuatan para Rajawali Laut, yang sekaligus menjadi penentu kualitas dan kesiapan operasional kekuatan udara TNI AL, dalam melaksanakan fungsi penerbangan sebagai bagian dari sistem senjata armada terpadu. (Arry/Oryza)











