- Pelindo Dukung Percepatan PSEL untuk Solusi Sampah Berkelanjutan, Siapkan Lahan di Bali
- Kinerja Pelindo Terminal Petikemas Tren Positif di Tengah Gejolak Global, 10 Terminal Lampaui Target
- Program Her Impact, Pelindo Group Dorong UMKM Perempuan Menuju Transformasi Digital
- Bakti PELNI untuk Sekolah Anak Jalanan, Siswa Yatim dan Panti Sosial
- Command Center Tanjung Priok Ditutup Arus Logistik Nasional Lancar
- Perkuat Budaya Integritas, Pelindo Regional 4 Gelar Program TWG Angkat Tema ISO 37001
- Tali Asih PWI Pusat untuk Keluarga Almarhum Zulmansyah Sekedang
- Tim SFQR Gagalkan Penyelundupan 5.859 Ekor Benih Bening Lobster di Cilacap
- Ekspor Jambi US$152,9 Juta, Dongkrak Pertumbuhan Arus Peti Kemas IPC TPK Jambi Tumbuh 22,5% Maret 2026
- Harapan Baru Ekosistem Laut Kepulauan Seribu Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Kick-off Konservasi Flora dan Fauna
Ekspor Ikan Cakalang Digenjot, 205 Ton Dikirim ke Jepang

Keterangan Gambar : Ikan Cakalang beku. Foto: ist
Indonesiamaritimenews.com (IMN),JAKARTA: Ekspor ikan cakalang pada 2023 ini terus digenjot. PT Perikanan Indonesia menggeber ekspor 205 ton Ikan Cakalang ke Negeri Sakura, Jepang pada awal Januari 2023. Sebanyak 8 kontainer Ikan Cakalang diberangkatkan ke Jepang via jalur laut.
Ekspor ratusan ton ikan ini merupakan refleksi semangat baru dalam menggenjot kinerja positif perusahaan di tahun baru 2023. Hal ini juga merupakan transformasi perusahaan dalam menciptakan eksosistem perikanan yang berkelanjutan
Direktur Utama PT Perikanan Indonesia Sigit Muhartono mengatakan ekspor Ikan Cakalang ini merupakan pembuka awal tahun yang baik untuk mengerek pendapatan. Adapun pengiriman Ikan Cakalang dilakukan dua sesi. Pertama, perusahaan mengekspor sebanyak 52 ton dan sesi kedua sejumlah 153 ton.
Baca Lainnya :
- Kepala OP Tanjung Priok Wisnu Handoko: Kinerja Priok 2022 Meningkat 0
- Cuaca Ekstrem, TNI AL Kerahkan Kapal Perang Angkut 20 Mobil Tangki BBM & Logistik ke Karimun Jawa0
- Dirgahayu Srikandi Jalasena, Kasal: Kontribusi Kowal Sangat Besar Terhadap Kemajuan TNI0
- Speed Boat Tenggelam, Puluhan Penumpang Dievakuasi TNI AL0
- Kemenhub Pamer Realisasi Kerja Tahun 2022 Tembus 97,69 %, Perolehan PNBP Meroket0
“Total ada 205 ton yang kami ekspor ke Kota Hakata, Jepang pada awal bulan Januari. Dan insyaAlloh akan berkelanjutan di bulan-bulan berikutnya dengan minimal 300 ton setiap bulannya,” ujarnya dalam keterangannya, dikutip (6/1/2023).
Bahan baku ikan Cakalang ini diperoleh dari mitra nelayan PT Perikanan Indonesia yang tersebar di beberapa kantor cabang perusahaan seperti di Muara Baru Jakarta, Bacan, Ambon, dan Bitung.
Sigit menuturkan total valuasi ekspor ikan Cakalang pada awal tahun 2023 ini mencapai US$330.050 atau setara dengan Rp5,1 miliar. Ke depannya, PT Perikanan Indonesia menargetkan ekspor Ikan Cakalang sebanyak 300 ton setiap bulan.
Pasalnya, kebutuhan ikan Cakalang di Negeri Sakura sangat besar. Permintaan satu buyer di Jepang mencapai 30.000 ton Ikan Cakalang per tahun. PT Perikanan Indonesia akan mencoba menyuplai kebutuhan pasar tersebut.
Perusahaan dari Jepang mengimpor ikan Cakalang dari Indonesia untuk diproses menjadi bahan dasar masakan Jepang, katsuobushi. Katsuobushi merupakan makanan awetan dengan bahan dasar ikan Cakalang yang diserut tipis seperti serutan kayu.
Warga Jepang selalu memasukkan katsuobushi dalam santapan harian mereka, baik untuk penyedap rasa atau sebagai makanan pendamping nasi.
Dengan begitu, kebutuhan akan bahan baku ikan Cakalang akan terus ada. Ikan Cakalang atau yang disebut dengan Skipjack Tuna ini adalah ikan pelagis yang hidup di permukaan air laut.
Ikan Cakalang beraktivitas secara bergerombol dan melakukan migrasi.
Pada tahun 2023, PT Perikanan Indonesia akan gencar melakukan ekspor. PT Perikanan Indonesia sudah mengantongi permintaan ekspor setiap bulan untuk komoditas ikan Tuna Loin, Cakalang, gurita, dan ikan Layang.
Data di Badan Pusat Statistik (BPS), sepanjang 2021 volume ekspor ikan segar Indonesia mencapai 55,32 ribu ton. Pasar utama di tahun 2021 adalah Malaysia, dengan pesanan ikan segar sebanyak 30,86 ribu ton atau sekitar 55,77% dari total ekspor.
Singapura menjadi negara tujuan kedua dengan pesanan ikan segar 15,25 ribu ton (27,56%), diikuti Tiongkok dengan pesanan 3,14 ribu ton (5,68%). (Arry/Oryza)











