- Hari Perhubungan Nasional 2026, Menhub: Momentum Evaluasi Pelayanan kepada Masyarakat
- Lantik Pengurus PWI Kepri, Cak Munir Ingatkan Spirit DNA Wartawan Pejuang
- TEUs Bersinar KSO TPK Koja Perluas Akses Pendidikan 100 Pelajar
- Arus Petikemas Tumbuh 12,38 %, PT Terminal Teluk Lamong Bukukan Kinerja Positif hingga Agustus 2026
- Menaker: Mahasiswa Perlu Seimbangkan Keahlian Teknis dan Kemampuan Komunikasi
- Welcome To Sea Giant, Indonesia Protective Sea Fortress, Kapal Induk ITS Giuseppe Garibaldi Memasuki Laut Nusantara
- LRT Kelapa Gading-Manggarai Resmi Beroperasi, Presiden Prabowo: Danantara Wajib Bantu
- Pelindo Regional 4 Perkuat Keamanan Pelabuhan melalui Sertifikasi PFSO
- Pelindo Regional 2 Sambut SENA dan Kadin Arab-Kolombia, Kenalkan Jejak Warisan Pelabuhan Sunda Kelapa
- Resahkan Nelayan, 37 Rumpon Ilegal di Maluku Utara Ditertibkan KKP
Ekspedisi Rupiah Selesai, KRI Dr. Wahidin Sudiro Husodo-991 Sandar di Ambon

Keterangan Gambar : Komandan KRI dr. Wahidin Sudiro Husodo-991 menyematkan Pin ERB kepada anggota Tim Ekspedisi Rupoah Berdaulat. Foto: Dispenal
Indonesiamaritimenews.com (IMN), AMBON: Setelah selesai melaksanakan Ekspedisi Rupiah Berdaulat/ ERB yang digelar Bank Indonesia (BI), KRI dr. Wahidin Sudiro Husodo-991 milik Koarmada III sebagai pendukung kegiatan tersebut akhirnya sandar di Dermaga Tawiri Ambon, Jumat (08/09/23).
Seperti diketahui, BI bekerjasama dengan TNI Angkatan Laut melaksanakan Ekspedisi Rupiah dengan sasaran 5 daerah kepulauan Terdepan, Terluar, dan Terpencil (3T) di wilayah Provinsi Maluku.
Baca Lainnya :
- KKP Siap Dukung Implementasi ASEAN Blue Economy Framework0
- Gugah Kesadaran Keselamatan Pelayaran, Kemenhub Bagikan Life Jacket0
- Transaksi Bisnis Transportasi Laut dan Perusahaan Pelayaran Wajib Gunakan Rupiah0
- Buron 4 Bulan, Pengusaha Dito Mahendra Dibekuk Bareskrim Polri di Bali0
- Tiba di Banjarmasin, Tim Putih Ekspedisi Maritim Gelar Baksos dan Ziarah Makam0
Ekspedisi Rupiah Berdaulat dapat terlaksana dengan aman dan lancar, dan telah singgah di beberapa Pulau Terpencil, Terluar dan Terdepan diantaranya Pulau Banda, Pulau Kei, Dobo, Pulau Larat dan Adaut,
Di akhir pelayaran Ekpedisi Rupiah Berdaulat/ ERB tersebut, Kolonel Laut (P) Anang Setioko, S.H., MTr. Hanla., M.M. Komandan KRI dr. Wahidin Sudiro Husodo-991 menyematan Pin ERB (Ekspedisi Rupiah Berdaulat) kepada 26 orang dari Tim ERB, 20 orang perwakilan BI dari seluruh Indonesia, 3 orang dari media masa, 1 orang dari Baznas, serta 2 orang dari Lantamal IX Ambon.
Dikatakan Komandan KRI dr. Wahidin Sudiro Husodo-991, ia diberikan kehormatan untuk menyematkan Pin ERB tersebut kepada Tim ERB yang terlibat dalam ekspedisi tersebut. Sejak tahun 2023 ini, setiap peserta diberikan Pin ERB dari Bank Indonesia sebagai tanda bahwa mereka terlibat dalam Ekspedisi Rupiah Berdaulat ke pulau-pulau Tertinggal, Terdepan dan Terluar (3T).
Adapun pelayaran ekspedisi tersebut menggunakan kapal perang dari Satuan Kapal Bantu/Satban Koarmada III bertujuan mendistribusikan mata uang rupiah Rp17 miliar. Kegiatan ini yang berlangsung selama 7 hari, sejak diberangkatkan dari Dermaga Tawiri, Kota Ambon pada Jumat 1 September 2023 yang lalu.
Saat itu tim dilepas oleh Gubernur Maluku Murad Ismail, serta dihadiri Forkopimda Provinsi Maluku. Tim ekspedisi tersebut berjumlah 68 orang, dimana dalam ekspedisi kali ini turut serta Deputi Gubernur BI Doni P Joewono dan Waasops Kasal Laksamana Pertama TNI Ariantyo Condrowibowo.
Pada bagian lain di tempat terpisah, Pangkoarmada IIl Laksamana Muda TNI Rachmad Jayadi mengatakan bahwa dukungan kegiatan ini sejalan dengan perintah Kasal Laksamana TNI Muhammad Ali, untuk terus memberi manfaat dan membantu kesulitan masyarakat.
Untuk itu Koarmada III siap mendukung dan mensukseskan Program Pemerintah dalam mempercepat pembangunan serta peningkatan perekonomian di daerah terdepan, terluar dan terpencil, pungkas Panglima. (Arry/Oryza)











