- Dorong Koperasi Nelayan Merah Putih Kembangkan Usaha Berbasis Data, KKP Gandeng ASPPENDO
- KKP Ringkus Kapal Komplotan Pelaku Bom Ikan di Kepulauan Spermonde
- Jelajahi Medan Ekstrem via Darat, Prajurit Jalasena Tembus Lokasi Terisolir Korban Gempa NTT
- Layanan Kesehatan dan Trauma Healing Obati Luka Psikologis Korban Bencana di Manggarai NTT
- Tim Layar Kodaeral IV Berjaya di Kejurnas Series II, Sabet Lima Medali
- Presiden Prabowo Terima Panglima Jilah, Bahas Penanganan Karhutla dan Peran Masyarakat Adat
- Gelar Voice of Customer, Pelindo Regional 2 Banten Perkuat Kolaborasi dengan Pengguna Jasa
- Menembus Wilayah Terisolir Lewat Udara, 2 Helikopter TNI AL Bagikan 1,2 Ton Bantuan Logistik di NTT
- Bazar Pelindo di 4 Kota, 75 UMKM Raup Omzet Rp307 Juta
- Kemenhub Kukuhkan 25 Auditor ISPS Code, Kawal Keamanan Maritim
Dorong Koperasi Nelayan Merah Putih Kembangkan Usaha Berbasis Data, KKP Gandeng ASPPENDO

Keterangan Gambar : Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggandeng Asosiasi Profesi Pendamping Entrepreneur Indonesia (ASPPENDO) untuk memberikan bimbingan teknis (Bimtek) dalam pengelolaan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP). Foto: KKP
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggandeng Asosiasi Profesi Pendamping Entrepreneur Indonesia (ASPPENDO) dalam pengelolaan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP).
KKP akan memastikan pengelolaan unit usaha di lokasi-lokasi KNKP berbasis data. Tujuannya agar program kerja prioritas nasional ini tidak berhenti pada pembangunan fasilitas perikanan, tetapi juga berkembang menjadi unit usaha yang produktif, terukur, dan berkelanjutan.
“Bimtek tersebut mendorong pengelola KNMP tidak sekadar menjadi pengelola, tetapi mampu mengembangkan unit-unit usaha, menjadi produktif dan berkelanjutan,” ujar Plt. Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) Erwin Dwiyana melalui keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (28/8/2026).
Baca Lainnya :
- Bazar Pelindo di 4 Kota, 75 UMKM Raup Omzet Rp307 Juta0
- BUMN Kolaborasi Genjot Swasembada Garam Nasional 20270
- Dorong UMKM dan Ekonomi Berkelanjutan, Ketum PWI Pusat: Modal Ventura Harus Diperkuat0
- Udang Ekuador Diam-diam Masuk Indonesia, KKP: Prioritaskan Produk Dalam Negeri 0
- Terminal Kijing PTP Nonpetikemas Bukukan Total Throughput 3,27 juta ton, Tumbuh 88,25%0
Menurutnya, kesiapan pengelola koperasi menjadi salah satu kunci agar berbagai fasilitas yang tersedia di KNMP dapat segera memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Melalui ragam pelatihan dan bimbingan teknis yang diberikan KKP, pihaknya berharap pengurus KNMP mampu mengelola unit usaha dengan baik, dan mempunyai rencana pengembangan sesuai potensi yang ada.
Materi Mekanisme Pencatatan Keuangan
Direktur Pemberdayaan Usaha Ali Rahmat Iman Santoso menjelaskan salah satu materi yang diberikan dalam bimbingan teknis adalah mekanisme pencatatan keuangan. Kepentingannya bukan hanya untuk tertib administrasi, tetapi menjadi dasar bagi koperasi dalam mengambil keputusan usaha.
Menurutnya, dengan pencatatan yang baik, pengurus bisa melihat kondisi usahanya, menghitung kebutuhan modal, dan menentukan langkah pengembangan berikutnya. “Yang ingin kita bangun bukan sekadar koperasi yang bisa membuat laporan keuangan, tetapi koperasi yang mampu membaca peluang dan mengembangkan usahanya," jelas Ali.
Sementara Ketua Dewan Pengarah ASPPENDO, Samsi, menilai pentingnya pendekatan berbasis praktik agar materi yang diperoleh dapat langsung dikaitkan dengan kondisi usaha masing-masing koperasi. Bimbingan teknis menjangkau pengurus KDKMP sekaligus pengelola 65 KNMP di berbagai wilayah Indonesia. Setiap KDKMP melibatkan dua orang pengurus yang menangani keuangan dan/atau usaha.
“Kami ingin pengurus tidak sekadar mengisi format pencatatan. Mereka perlu memahami angka-angka di dalamnya dan menggunakannya untuk membaca kondisi usaha serta menentukan langkah yang perlu dilakukan selanjutnya,” terang Samsi.
Sebagai informasi, Bimtek Pengelolaan Keuangan dan Pengembangan Usaha bagi pengurus KDKMP pengelola KNMP dilaksanakan dua kali. Mulai dimulai pada 5–7 Agustus dan dilanjutkan 13–14 Agustus 2026 untuk membantu pengurus memahami kondisi keuangan, merencanakan pengembangan usaha, serta mempersiapkan kebutuhan pembiayaan. (Riz/oryza)











