- Asyiknya Mudik Lebaran ke Bangka Belitung Naik Kapal Perang TNI AL, Dijamu Buka Puasa dan Sahur
- Mudik Asyik, 4.000 Pemudik Ceria Pulkam Naik Bus Gratis dari Pelindo Terminal Petikemas
- Menhub Tinjau Pelabuhan Ciwandan, Pastikan Kelancaran Angkutan Lebaran 2026
- Januari hingga Jelang Lebaran 2026, KKP Bukukan Ekspor Ikan Rp 16,7 T
- Catat, Pelindo Tetap Beroperasi Penuh Selama Masa Angkutan Lebaran 2026, Distribusi Logistik Normal
- KKP Stop Operasional UPI, Diduga Jadi Biang Pencemaran di Rembang
- Ramadhan Berkah, IPC TPK Gelar Karpet Baru di 8 Masjid Sekitar Tanjung Priok
- Lebaran 2026, IPC TPK Berangkatkan 500 Pemudik Tujuan Semarang
- Dorong Pertumbuhan Industri, Pelindo Tambah 4 Quay Container Crane di Terminal Peti Kemas Semarang
- Pelindo Group Berangkatkan 7.570 Peserta Mudik Gratis 2026, Dirut: Tradisi Satukan Bangsa
Desa Perikanan Cerdas, Mendorong Ekonomi Tumbuh dan Lingkungan Lestari

Keterangan Gambar : KKP terus mengembangkan Desa Perikanan Cerdas. Foto: dok. KKP
Indonesiamaritimenews.com ( IMN),PALEMBANG: Desa Perikanan Cerdas atau Smart Fisheries Village (SFV) terus dikembangkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di berbagai daerah.
Melalui Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM), salah satu yang dikembangkan KKP adalah SFV berbasis Unit Pelaksana Teknis (UPT).
Salah satu target SPV adalah mendorong ekonomi tumbuh, masyarakat bekerja, serta lingkungan yang lestari berbasis digital.
Baca Lainnya :
- Waspada Gelombang 4 Meter Ancam Perairan Indonesia, Ini Lokasinya0
- Akuarium Raksasa di Pangandaran, Destinasi Wisata Edukasi Baru0
- Jelang Pergantian Kasal, Ini Pesan Laksamana Yudo Margono0
- Buru Penyelundup, Bakamla Luncurkan Kapal Berkecepatan Tinggi0
- Prakiraan Gelombang Tinggi Dalam Sepekan, Ini Dia Wilayah yang Harus Diwaspadai0
Fokusnya, pengembangan Special Area for Conservation and Fish Refugia (SPEECTRA) sebagai salah satu upaya mengatasi penurunan populasi dan terancam punahnya ikan endemik. Langkah yang dilakukan yaitu pengembangan konservasi ikan lokal perairan umum dan eduwisata dengan lokasi di Desa Patra Tani.
SPEECTRA sebagai suatu bentuk modifikasi lahan rawa yang mengutamakan konservasi dan sebagai tempat refugia rawa banjiran. Sistem SPEECTRA diharapkan menjadi suaka perikanan buatan yang menjadi tempat perlindungan ikan (spawning, nursery dan feeding ground) serta menjadi cadangan produksi ikan.
SPEECTRA merupakan model ekosistem rehabilitasi buatan di Instalasi Patra Tani, di bawah BRPPUPP Palembang, salah satu UPT BRSDM, dengan luas lahan instalasi sekitar 50 ha. Model ini merupakan salah satu invensi tipe suaka perikanan di rawa pasang surut (petswamp).
PROGRAM PRIORITAS
SFV merupakan salah satu program prioritas BRSDM dengan konsep pembangunan desa perikanan dan satuan kerja yang berbasis pada penerapan benih unggul, teknologi informasi komunikasi dan manajemen tepat guna, keberlanjutan, serta meningkatkan ekonomi yang berada di tengah-tengah program kampung perikanan budidaya dan Desa Inovasiatau Desa Mitra.
SMART merupakan singkatan dari kriteria yang digunakan untuk SFV, yaitu Sustainable, Modernization, Acceleration, Regeneration, dan Technology.
Kepala BRSDM I Nyoman Radiarta pada soft launching SFV Konservasi Ikan Lokal Perairan Umum dan Eduwisata, di Patra Tani menjelaskan BRSDM mencoba untuk memformulasikan program-program prioritasnya untuk mendukung program prioritas KKP.
"Salah satunya terkait dengan pengembangan kampung-kampung perikanan budidaya, termasuk Patra Tani, pilot project SPEECTRA untuk ikan ikan lokal yang ada di perairan Sumsel," jelas Nyoman keterangan tertulis, Sabtu (24/12/2022).
Pengembangan SFV di Patra Tani, menurut Nyoman, bertujuan menggali dan memanfaatkan aset instalasi Patra Tani menjadi berdaya guna dan meningkatkan PNBP. Dia berharap SFV Patra Tani dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar, dan juga menjadi model bagi teknologi yang dikembangkan oleh KKP untuk dapat diadopsi masyarakat. (Arry/Oryza)











