- Menaker: Penyandang Disabilitas Harus Mendapat Kesempatan Kerja Setara
- Delegasi Madagaskar Tinjau Operasional Layanan Bongkar Muat Berbasis Digital di IPC TPK
- Pelindo Operasikan Terminal 2 Petikemas, Produktivitas Pelabuhan Tanjung Priok Kian Menggeliat
- Perahu terbalik, 2 Nelayan Diselamatkan Prajurit KRI BHT-370 di Selat Madura
- Setetes Harapan, Donor Darah, di Hari Jadi IPC TPK Himpun 128 Kantong
- Dankodaeral IV Tegaskan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia Harus Jadi Agen Perubahan
- Pelindo Regional 2 Banten Gelar Doa Bersama dan Santuni Anak Yatim
- Besok 1 Agustus Ada Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas, Menag: Mari Kita Sambut Bulan Kemerdekaan RI
- TNI AL Gagalkan Peredaran Puluhan Ribu Bungkus Rokok Ilegal di Merauke
- Belut Kalimantan Naik Kelas ke Pasar Global, Tembus Ekspor Tiongkok
Delegasi Madagaskar Tinjau Operasional Layanan Bongkar Muat Berbasis Digital di IPC TPK

Keterangan Gambar : IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) menerima kunjungan kehormatan dari delegasi Pemerintah Madagaskar di Integrated Planning & Control Room, Tanjung Priok, Jakarta. Foto: Pelindo
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: Manajemen IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) menerima kunjungan kehormatan dari delegasi Pemerintah Madagaskar di Integrated Planning & Control Room, Tanjung Priok, Jakarta.
Delegasi Madagaskar yang didampingi oleh tim Lembaga National Single Window (LNSW) Kementerian Keuangan Republik Indonesia, melakukan kunjungan kerja pada Kamis (30/7/2026) dengan tujuan meninjau secara langsung sistem operasional pelabuhan berbasis digital yang diimplementasikan oleh IPC TPK.
Selain menjadi ajang berbagi pengetahuan terkait simplifikasi layanan logistik, pertemuan strategis ini juga ditujukan untuk mempererat hubungan bilateral serta kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Madagaskar yang telah terjalin kuat selama bertahun-tahun.
Baca Lainnya :
- Pelindo Operasikan Terminal 2 Petikemas, Produktivitas Pelabuhan Tanjung Priok Kian Menggeliat 0
- Program NPEA Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Salurkan 1.040 Paket Sembako kepada Nelayan Kalibaru0
- Selamat dari Serangan Misil di Selat Hormuz, 2 Pelaut Indonesia ABK MT Belma Dipulangkan0
- GM Pelindo Regional 2 Banten MoU Kejari, Gandeng Kejati Tarik Pembayaran Cash Costumer Miliaran Rupiah0
- Pelaut Meninggal Dunia di Singapura, Kemenhub Fasilitasi Penyerahan Asuransi ke Ahli Waris0
“Kunjungan ini merupakan momentum baik bagi IPC TPK untuk menunjukkan bagaimana implementasi Integrated Planning & Control Room mampu memodernisasi layanan bongkar muat secara real-time dan efisien.” ujar Plt. Direktur Komersial & Pengembangan Bisnis IPC TPK, Yanuar Evyanto.
Dalam kunjungan tersebut, delegasi Madagaskar menyaksikan langsung visualisasi proses perencanaan dan pengendalian pelayanan kapal serta petikemas yang seluruhnya dikendalikan secara terpusat. Sinergi antara modernisasi pelabuhan yang dilakukan IPC TPK dan sistem yang dibangun oleh LNSW terbukti mampu memangkas dwelling time dan meningkatkan transparansi alur barang di terminal.
Penerapan teknologi ini menarik perhatian besar dari delegasi Madagaskar, yang saat ini tengah gencar melakukan reformasi tata kelola pelabuhan dan digitalisasi perdagangan internasional di negaranya untuk memacu pertumbuhan ekonomi nasional.
Melalui fasilitasi dari LNSW Kemenkeu RI, transfer keahlian dalam pengelolaan single window dan operasional terminal petikemas ini diharapkan dapat merealisasikan potensi ekonomi di kawasan Samudra Hindia.
Kunjungan tersebut dihadiri oleh jajaran Direksi PT Pelabuhan Indonesia (Persero), manajemen Pelindo Regional 2 dan manajemen IPC TPK. Tim operasi IPC TPK menjelaskan profil perusahaan dari Pelindo Group hingga operator terminal peti kemas yang beroperasi di Pelabuhan Tanjung Priok. Selanjutnya, rombongan delegasi Madagaskar dan tim LNSW diajak melihat fungsi-fungsi yang beroperasi di ruang Integrated Planning & Control Room mulai dari Marine Service, Multipurpose, Container Terminal, hingga Traffic & Safety Control.
“Kami berharap sistem digitalisasi yang terintegrasi dengan ekosistem LNSW ini dapat menjadi referensi berharga bagi pengembangan sistem logistik di Madagaskar, sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas di sektor maritim kedua negara," tutup Yanuar. (Arry/oryza)











