- Operasi Trisila-26, KRI Dorang-847 Lego Jangkar Bagikan Sembako ke Nelayan Pulau Wamar
- KSOP Kelas II Cirebon dan PT. Langgeng Jaya Maritim Teken Kerja Sama, Apa Saja ?
- Cegah Kasus Hukum, Terminal Teluk Lamong Gandeng Kejari Tanjung Perak
- Bakti Sosial TNI AL di Papua, Masyarakat Antusias Periksa Kesehatan Gratis
- 3.350 Paket Sembako Pelindo Regional 2 Tanjung Priok untuk Pekerja & Masyarakat Sekitar Pelabuhan
- Jalin Kebersamaan Nuansa Ramadhan Pelindo Regional 2 Tanjung Priok dan Stakeholder
- Arus Logistik Jelang Lebaran 2026 Melonjak, Ini Strategi Pelindo Antisipasi Kepadatan di Pelabuhan
- Kemenhub Kerahkan 841 Kapal Angkutan Lebaran 2026, Kapasitas 3,2 Penumpang
- Sindikat Penyelundup Sisik Trenggiling Senilai Rp180 Miliar di Pelabuhan Tanjung Priok Dibongkar Pet
- Pelindo Regional 2 Pelabuhan Ciwandan Uji Sandar Kapal, Persiapan Hadapi Mudik Lebaran 2026
BUBK Kebumen Panen 327 Ton Udang, Sejak Awal Tahun 2025

Keterangan Gambar : Udang hasil panen BUBK Kebumen, Jawa Tengah. Foto: KKP
Indonesiamaritimenews.com (IMN), KEBUMEN: Sejak awal tahun sampai Juli 2025, Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Kebumen mencatatkan total produksi udang vaname sebanyak 327 ton. Modeling Tambak BUBK) Kebumen terus menunjukkan kinerja positif sejak diresmikan pada Maret 2023.
Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya, Tb Haeru Rahayu bersyukur atas hasil positif yang telah dicapai. "Alhamdulillah kami dapat terus melakukan panen udang vaname berkat penerapan Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB) sesuai standar. Hasilnya bisa kita lihat sendiri, produktivitasnya terus meningkat dari waktu ke waktu. Ke depan kita harapkan dapat terus mencapai target,” ujar Tb Haeru Rahayu dalam siaran resmi KKP di Jakarta, Rabu (23/7/2025).
Baca Lainnya :
- Sosialisasi Unclos 82, Prajurit TNI AL di Belawan Dibekali Pemahaman Hukum Laut Internasional0
- KKP: PNPB Perikanan Kontribusi Pelaku Usaha Manfaatkan Sumber Daya Alam0
- Presiden Prabowo Resmikan 80.081 Koperasi Desa Merah Putih, Memotong Dominasi Ekonomi Besar0
- Hormati Proses Hukum, Pelindo Regional 2 Bengkulu Siap Dukung Kejati0
- Lindungi Habitat Penyu di Raja Ampat, KKP Gandeng Yayasan Penyu Papua0
Tb Haeru Rahayu menegaskan, udang yang dihasilkan BUBK Kebumen aman dikonsumsi dan bebas residu antibiotik karena seluruh proses budidaya menerapkan prinsip CBIB. Ini menjadi bukti bahwa kegiatan budidaya perikanan bisa dilakukan secara sehat dan bertanggung jawab.
Tebe, sapaan akrab Tb Haeru, mengajak para pelaku usaha meniru pendekatan budidaya yang diterapkan di BUBK Kebumen. Dengan menerapkan CBIB, hasil udang akan lebih diterima pasar karena terjamin mutunya. Menurutnya, modeling BUBK Kebumen ini membuktikan bahwa budidaya ramah lingkungan dan berkelanjutan sesuai dengan prinsip ekonomi biru bukan hal yang mustahil.
Budidaya Bisa Ramah Lingkungan
Koordinator BUBK Kebumen, Gde Budha Adnyana Yasa, menjelaskan saat ini BUBK Kebumen mengelola lahan tambak seluas kurang lebih 65 hektare, dengan 23,5 hektare merupakan lahan produksi aktif yang terdiri dari 139 unit kolam. Tahun ini tambak telah memasuki siklus budidaya kedua, yang menunjukkan keberlanjutan sistem produksi sejak awal beroperasi.
“Dengan menerapkan CBIB, biosekuriti yang ketat, penggunaan pakan berkualitas terdaftar di Kementerian Kelautan dan Perikanan, tanpa antibiotik, serta Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan pelestarian vegetasi cemara laut, kami membuktikan bahwa budidaya udang dapat dilakukan secara berkelanjutan dan ramah lingkungan,” terang Gde.
Sebagai tambahan informasi, selama periode Januari hingga Juli 2025, BUBK Kebumen telah berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pembayaran retribusi Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Perikanan Budidaya sebesar Rp 402.481.744.
Sementara itu Bupati Kebumen, Lilis Nuryani mengungkapkan operasional BUBK Kebumen menyerap banyak tenaga kerja lokal dan meningkatkan perekonomian daerah. “Sebagian besar tenaga kerja di kawasan BUBK Kebumen merupakan masyarakat lokal. Ini juga menjadi tempat belajar bagi para pembudidaya yang ingin menerapkan budidaya udang berkelanjutan dan ramah lingkungan,” ujar Lilis.
Sebelumnya Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengutarakan pembangunan modeling BUBK Kebumen merupakan turunan dari program ekonomi biru yang diinisiasi KKP. Program ini sebagai percontohan budidaya udang yang produktif, modern, dan ramah lingkungan. (Arry/Oryza)











