- KNMP di NTT-NTB Mampu Dongkrak Ekonomi Daerah Rp29,2 Miliar Tiap Tahun
- Angkutan Lebaran 2026, Menhub Cek Kesiapan Armada Kapal dan Pelabuhan di Maluku Utara
- Menteri Trenggono Dorong Pengembangan Budidaya Kerang Mutiara di Pulau Bungin
- PTP Nonpetikemas Cabang Banten, Ekspor Perdana Wind Mill Tower ke Kanada
- Sertifikasi Kompetensi Digital, IPC TPK Dorong Generasi Muda Pesisir Mandiri
- Arus Logistik Meningkat, Merauke Butuh Depo Peti Kemas di Luar Pelabuhan
- Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Indonesia Timur, KKP Terjunkan 87 Surveyor
- Perkuat Layanan Petikemas Teluk Bayur, IPC TPK Tambah Reach Stacker
- PELNI Sambut Mudik Lebaran 2026: Layanan Berkualitas, Penumpang Nyaman, Ada Sarapan Nusantara
- IPC Terminal Petikemas Dukung TNI AL Gagalkan Penyelundupan 74 Ton Arang Bakau Bodong di Priok
Bersama Sukseskan Program Sebasah, Pengentasan Sampah dari Hulu hingga Hilir

Keterangan Gambar : Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan, Didit Herdiawan, Didit Herdiawan menanam Mangrove dalam acara pencanangan program Laut Sehat Bebas Sampah (Sebasah) sekaligus groundbreaking Pengembangan Kawasan Mangrove Nasional di Kamal Muara, Jakarta Utara, Rabu (6/8/2025). Foto: KKP
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah mencanangkan Program Laut Sehat Bebas Sampah (Sebasah) untuk mengurai pencemaran sampah di laut. Program ini melibatkan multipihak mencakup edukasi, aksi sosial, dan pemberdayaan masyarakat pesisir.
Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan, Koswara mengatakan program ini sebagai upaya pengentasan sampah dari hulu sampai hilir. "Pengelolaan sampah harus dilakukan dari hulu ke hilir secara berkesinambungan dengan pelibatan multipihak,” ujar Koswara dalam siaran resmi di Jakarta, Kamis (7/8/2025).
Pencanangan program Sebasah berlangsung di Kelurahan Kamal Muara, Jakarta Utara, Rabu (6/8/2025). Kegiatan ini didukung banyak pihak, salah satunya Solidaritas Perempuan Untuk Indonesia (Seruni) Kabinet Merah Putih.
Baca Lainnya :
- 155 Kadet Angkatan Laut dari Penjuru Dunia Arungi Pelayaran Persahabatan0
- Kamal Muara, di Tempat Ini Dicanangkan Program Laut Sebasah dan Kawasan Mangrove Nasional0
- KKP Gelar Edukasi Laut Sehat Bebas Sampah, Ratusan Pelajar SD Semangat, Antusias, Menyenangkan0
- Kemenhub Teken Kerjasama Pengelolaan Terminal Pelabuhan Talenta Bumi Banjarmasin0
- Tim Korpala Unhas Ekspedisi Lintas Negara, Danlantamal: Bawa Pesan Indonesia Kekuatan Laut Dunia0
Aksi ini memperlihatkan sinergi multipihak, termasuk pemerintah, sektor swasta, organisasi masyarakat, dan komunitas perempuan, dalam menjaga laut dari ancaman pencemaran plastik serta mendorong ekonomi sirkular di wilayah pesisir.
Pencanangan program Sebasah diikuti dengan rencana pembangunan Kawasan Mangrove Nasional Kamal Muara di lahan seluas 56 hektare. Kawasan ini akan menjadi pusat budidaya 22 jenis mangrove endemik dan pusat edukasi keanekaragaman hayati mangrove nasional.
“Komitmen hari ini nyata. Edukasi siswa, aksi sosial, hingga penguatan kapasitas masyarakat dilaksanakan bersama secara kolaboratif," tambah Koswara.
Bantuan ke Bank Sampah
Di sisi lain, ada juga kegiatan ekonomi sirkular. KKP sudah menyerahkan bantuan sarana pengelolaan sampah senilai Rp2,04 miliar kepada tiga bank sampah di Kamal Muara: Bank Sampah PPSU Kamura Lestari, Candana, dan RW 02. Bantuan ini merupakan hasil kemitraan CSR dengan PT Pertamina.
Bantuan tersebut bertujuan memperkuat pengelolaan sampah berbasis 3R (Reduce, Reuse, Recycle) di tingkat komunitas, sehingga dapat meningkatkan nilai ekonomi dari pengelolaan sampah secara mandiri oleh masyarakat.
Komunitas Seruni juga menggelar aksi sosial dengan menyalurkan bantuan kepada 100 penerima manfaat dari kelompok rentan, termasuk anak-anak, lansia, penyandang disabilitas, dan korban bencana. Bantuan meliputi kebutuhan dasar, alat kebersihan diri, dan dukungan wirausaha.
Program Laut Sebasah menargetkan pengurangan hingga 70% sampah laut pada 2029 melalui pendekatan kolaboratif. KKP juga telah menjalin kerja sama lintas kementerian, pemerintah daerah, dan lembaga untuk pengelolaan terpadu sungai, pesisir, dan pelabuhan.
Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono sebelumnya menegaskan pentingnya keterlibatan seluruh elemen masyarakat, karena menjaga laut bukan hanya tugas pemerintah, tapi gerakan bersama demi lingkungan lestari dan masa depan generasi mendatang. (Bow/Oryza)











