Awas! Aplikasi Ship Info Digunakan Perompak Cari Sasaran Kejahatan di Selat Malaka
Ketangkap Ngakunya Nelayan

By Indonesia Maritime News 02 Nov 2023, 23:15:43 WIB Hukum
Awas! Aplikasi Ship Info Digunakan Perompak Cari Sasaran Kejahatan di Selat Malaka

Keterangan Gambar : Tiga terduga perompak (berdiri di belakang) dibekuk Lanal Tanjung Balaikarimun. Foto: Dispenal



Indonesiamaritimnews.com (IMN),JAKARTA:  Aksi kejahatan perompak   kini semakin maju ketika hendak merompak kapal mereka menggunakan Aplikasi  Ship Info untuk mencari buruan.Melalui aplikasi ini mereka memantau kapal yang lewat di Selat Malaka untuk dijadikan korban.

Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Tanjungbalai Karimun membongkar aksi ini, berhasil membekuk 3 pelaku perompakan yang kerap beraksi di Selat Malaka dan Selat Singapura.

Baca Lainnya :

"Tiga orang yang sudah diamankan di Lanal Tanjungbalai Karimun yakni TF, WN dan MS sedangkan JP dan AF masih dilakukan pengejaran karena sempat melarikan diri," ungkap Palaksa Lanal TBK, Mayor Laut (H) P Panjaitan dalam konferensi pers di Mako Lanal TBK, Rabu (1/11/2023).

Kronologi penangkapan perompak yang mengaku nelayan ini berawal  dari Basarnas menyelamatkan mereka, karena kapal perompak itu terdampar di Perairan Malaysia. Penyelamatan dilakukan dengan  menggunakan KN. SAR Purworejo pada Senin (30/10/2023).

Pertolongan yang diberikan aparat kepada para perompak
menimbulkan kecurigaan.Sebab, tidak ada tanda-tanda maupun bukti ditemukan bahwa mereka sebagai nelayan.

Kecurigaan semakin menguat ,pada saat ditolong mereka juga tidak sedang mencari ikan di laut,  hingga boat pancungnya pecah dihantam gelombang dan terdampar di perairan Malaysia.

"Setelah dilakukan pengolahan data oleh Tim Siber Lanal TBK dengan mengakses data-data diduga korban melalui jejaring sosial dan lini masa para korban, terindikasi tiga dari mereka sebagai pelaku kejahatan perompakan di Selat Malaka dan Selat Singapura," ujar Mayor Laut (H) P Panjaitan.

Selanjutnya, dilakukan penjemputan ke desa Pongkar untuk dilakukan pendalaman keterangan. Sementara 2 orang lainnya yakni AF dan JP saat ini masih dalam pengejaran.

Dari hasil pendalaman terhadap 3 orang tersebut, mereka mengakui kerap beraksi di laut. Dalam beraksi di laut mereka menentukan kapal yang akan menjadi sasaran dengan menggunakan aplikasi ship info untuk mendapatkan data-data lengkap kapal termasuk kecepatan kapal.

"Ketika kapal dengan kecepatan 12 knots maka para perompak ini memanjat kapal dengan cara memakai tali panjang yang panjangnya lebih kurang 22 meter dan disimpul sesuai jarak panjat kaki, 1 orang tinggal di Boat (tekong), 1 orang pemegang tali dan 4 orang naik keatas kapal untuk mengambil sparepart di kapal", terang Mayor Panjaitan.

Dijelaskan, komplotan ini selalu merekrut warga lokal untuk ikut serta dalam aksinya, agar memudahkan dalam mencari tempat tinggal dengan tanpa menunjukkan indentitas sebenarnya.

"Selain itu, para perompak ini mencuri sparepart di atas kapal yang melintas di Outer Port Limit (OPL) dan sekitarnya, formasinya selalu tetap dan bisa saja saling silang berganti ketua kelompok disaat aksi yang berbeda", tandasnya. Saat ini terduga komplotan pelaku perompakan sedang menjalani penyidikan dan proses hukum lebih lanjut.

Dalam berbagai kesempatan, Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal)   Laksamana TNI Muhammad Ali menegaskan bahwa TNI AL akan senantiasa meningkatkan kesiapan operasional baik itu Alutsista maupun personel guna mencegah praktek kejahatan dari dan melalui laut, untuk menjamin keselamatan pengguna laut Nusantara.  (Arry/Oryza)





Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook