3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon Dapat Santunan Rp1,8 Miliar dan Kenaikan Pangkat Luar Biasa

By Indonesia Maritime News 01 Apr 2026, 20:19:34 WIB Hankam
3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon Dapat Santunan Rp1,8 Miliar dan Kenaikan Pangkat Luar Biasa

Keterangan Gambar : Tiga prajurit terbaik Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang bertugas di United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon selatan, gugur akibat kena serangan militer. Foto: ist



Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA:  Tiga prajurit terbaik TNI yang gugur dalam misi perdamaian bersama United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) mendapatkan kenaikan pangkat luar biasa dan santunan masing-masing Rp1,8 miliar.

Hal ini diungkapkan oleh Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Rabu (1/4/2026). Nilai santunan tersebut terdiri dari santunan tabungan asuran, risiko kematian, beasiswa untuk anak.

Nilai yang diterima keluarga prajurit rinciannya yaitu: Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar sebesar Rp1.894.688.236; Sertu Muhammad Nur Ikhwan sebesar Rp1.846.309.049; dan Praka Farizal Rhomadhon sebesar Rp1.854.075.205.

Baca Lainnya :

"(Santunan) terdiri dari nilai tunai tabungan asuransi, santunan risiko kematian khusus, beasiswa untuk 2 anak, santunan kematian dari PBB, dana watzah, TWP AD, personal accident, santunan gugur dari perbankan," ungkap Panglima TNI.

"Selain santunan tunai, ketiga prajurit gugur juga mendapatkan Kenaikan Pangkat Luar Biasa Operasi Militer Selain Perang Anumerta (KPLB OMSPA), penghargaan Medal Dag Hammarskjold, gaji terusan selama 12 bulan (gaji pokok + ULP + tunjab), serta pensiun janda setelah gaji terusan selesai dibayarkan," jelas Jenderal TNI Agus Subiyanto.

Adapun rincian santunan prajurit TNI yang gugur di Lebanon yaitu:

1. Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar
- Nilai tunai tabungan asuransi: Rp16.285.700
- Santunan risiko kematian khusus: Rp450.000.000
- Beasiswa untuk 2 anak @30.000.000: Rp60.000.000
-Santunan kematian dari PBB: Rp1.200.000.000
- Dana watzah: Rp7.500.000
TWP AD: Rp20.902.536
- Personal accident: Rp10.000.000
- Santunan gugur dari perbankan: Rp130.000.000
Jumlah: Rp1.894.688.236

Keterangan:
- KPLB OMSPA
- Penghargaan Medal “Dag Hammarskjold”
- Gaji terusan selama 12 bulan (gaji pokok + ULP + tunjab)
- Pensiun janda setelah gaji terusan selesai dibayarkan

2. Sertu Muhammad Nur Ikhwan
- Nilai tunai tabungan asuransi: 7.171.100
- Santunan risiko kematian khusus: 450.000.000
- Beasiswa untuk 2 anak @30.000.000: Rp30.000.000
- Santunan kematian dari PBB: Rp1.200.000.000
- Dana watzah: Rp7.500.000
- TWP AD: 14.637.949
- Personal accident: Rp7.000.000
- Santunan gugur dari perbankan: Rp130.000.000
Jumlah: Rp1.846.309.049

Keterangan:
- KPLB OMSPA
- Penghargaan Medal “Dag Hammarskjold”
- Gaji terusan selama 12 bulan (gaji pokok + ULP + tunjab)
- Pensiun janda setelah gaji terusan selesai dibayarkan

3. Praka Farizal Rhomadhon
- Nilai tunai tabungan asuransi: Rp7.565.600
- Santunan risiko kematian khusus: Rp450.000.000
- Beasiswa untuk 2 anak @30.000.000: 30.000.000
- Santunan kematian dari PBB: Rp1.200.000.000
- Dana watzah: 7.500.000
- TWP AD: 19.009.605
- Personal accident: 7.000.000
- Santunan gugur dari perbankan: 130.000.000
Jumlah: 1.854.075.205

Keterangan:
- KPLB OMSPA
- Penghargaan Medal “Dag Hammarskjold”
- Gaji terusan selama 12 bulan (gaji pokok + ULP + tunjab)
- Pensiun janda setelah gaji terusan selesai dibayarkan.

Seperti diketahui, 3 prajurit terbaik Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang bertugas di United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon selatan, gugur akibat kena serangan militer.

Ketiga anggota TNI tersebut masing-masing: Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, Sertu Muhammad Nur Ikhwan, dan Praka Farizal Rhomadhon. Ketiganya meninggal dunia di lokasi berbeda.

Kejadian pertama, Minggu malam (29/3/2026) serangan artileri menghantam lokasi kontingen Indonesia di Adchit al-Qusayr di Lebanon selatan. Serangan militer tersebut yang diduga dilakukan Israel mengakibatkan seorang personel TNI, Praka Farizal Rhomadhon meninggal dunia.

Serangan kedua terjadi pada Senin (30/3) sebuah ledakan menghantam konvoi logistik UNIFIL hingga meggakibatkan dua anggota TNI gugur. Keduanya adalah, Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan.

Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah, saat itu tentara Indonesia sedang mengawal konvoi kendaraan UNIFIL di wilayah Lebanon Selatan ketika tiba-tiba kendaraan itu meledak. Kejadian ini bukan hanya mengakibatkan dua anggota TNI gugur, namun 2 prajurit lainnya juga terluka. Dua prajurit yang mengalami luka-luka yaitu Lettu (Inf) Sulthan Wirdean Maulana dan Praka Deni Rianto. (Arry/Mar)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook