- Kapal KM Nurul Salsa Angkut 70 Penumpang Tenggelam, 46 Selamat, 1 Tewas, Puluhan Hilang
- POR Angkatan Laut 2026 Ditutup, Ini Juaranya Masing-masing Cabor
- 3 Hari Berturut-turut TNI AL Gagalkan Upaya Penyelundupan Obat Terlarang di Bandara Juanda
- Indonesia dan Inggris Luncurkan 3 Instrumen Teknis Ekosistem Maritim Rendah Karbon
- Kembangkan Inovasi Ekosistem Karbon Biru, KKP Gandeng Perusahaan Amerika
- Harga BBM Khusus Kapal 30-200 GT per Liter Rp15.000, KKP: Jaga Stabilitas Produksi dan Daya Saing
- Menuju 5 Abad Jakarta, Wagub Rano Karno Ajak Insan Pers Sukseskan Anugerah Jurnalistik MHT 2026
- Tok! Harga BBM Solar Kapal Nelayan 30 GT per Liter Rp15.000, Perintah Presiden Prabowo
- Pelindo Terminal Petikemas Gondol 2 Penghargaan Green and Smart Port 2026
- 1.101 Sarjana Penggerak Pembangunan Kampung Nelayan Timba Ilmu Maritim di Koarmada II
2 Hari Terombang-ambing di Laut, Ayah dan Anak Diselamatkan KRI Malahayati-362

Keterangan Gambar : Nelayan dan anaknya yang masih bocah selama 2 hari teromban-ambing di laut. Mereka diselamatkan oleh KRI Malahayati. Foto: Dispenal
Indonesiamaritimenews.com (IMN),PAPUA: Ayah dan anak, selama dua hari terombang-ambing di perairan Raja Ampat, Papua Barat. Beruntung keduanya diselamatkan oleh KRI Malahayati-362 yang tengah melaksanakan patroli pada Sabtu (3/6/2023).
Unsur Kapal Perang Koarmada III, KRI Malahayati-362 yang tergabung dalam Satgas Operasi Bandayuda Jaya-23 dibawah kendali operasi Komandan Guspurla Koarmada III, Laksamana Pertama TNI Mochammad Riza, ketika itu melaksanakan patroli sektor di perairan Salawati, 10 Nm (Nautical Mile) sebelah Barat Pulau Papua.
Di tengah patroli dengan cuaca yang berombak, terlihat sebuah perahu nelayan meminta bantuan dengan mengibarkan bendera putih. Komandan KRI Malahayati-362, Letkol Laut (P) Mochamad Fuad Hasan, memerintahkan dan memimpin penyelamatan terhadap perahu nelayan tersebut.
Baca Lainnya :
- KRI Teluk Hading-538 Terbakar, Evakuasi 119 Prajurit Hanya 30 Menit 0
- Kapal Perang RI Teluk Hading-538 Terbakar, Begini Nasib 119 Prajurit 0
Dua orang yang berada di perahu nelayan tersebut diketahui bernama Maickhel (45) dan puteranya Rian (12). Mereka sedang dalam perjalanan dari Sorong menuju Pulau Misool, Raja Ampat, sepulang berbelanja dan menjahitkan seragam puteranya yang akan masuk SMP.
Di tengah perjalanan, mesin perahu yg mereka pakai tiba-tiba mengalami kerusakan. Selama 2 hari ayah dan anak tersebut terombang-ambing di laut. Beruntungnya di hari kedua, KRI Malahayati-362 melintas dan melihat perahu mereka.
KRI Malahayati-362 bergerak cepat melaksanakan tindakan penyelamatan. Perahu tersebut ditarik mendekat ke KRI menggunakan Rigid Hull Inflatable Boat (RHIB). Selanjutnya prajurit TNI AL menaikkan kedua orang tersebut ke KRI untuk diperiksa kondisi kesehatannya.
Maickhel dan putranya juga diberi makanan dan minuman, karena menurut pengakuan mereka sudah kehabisan bahan makanan dan belum makan sejak sehari sebelumnya.
Selanjutnya, prajurit KRI Malahayati membantu memperbaiki mesin motor tempel perahu nelayan tersebut. Prajurit TNI AL juga memberikan dukungan logistik berupa bahan bakar bensin dan makanan minuman, sehingga nelayan tersebut dapat melanjutkan perjalanannya ke Pulau Misool.
Aksi kemanusiaan secara responsif ini sejalan dengan perintah Pangkoarmada III Laksamana Muda TNI Rachmad Jayadi. Hal ini selaras dengan penekanan dari Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali, bahwa di tengah menjalankan tugas operasi, unsur TNI Angkatan Laut tetap harus menjadi pengayom dan dapat membantu kesulitan rakyat, dalam hal ini di laut. (ARRY/Oryza))











