- Bareskrim Polri Hentikan Sepak Terjang 4 WN China Kasus Tambang Ilegal di Papua, Pelaku Diringkus
- KRI Bima Suci Sandar di Shanghai China, Taruna AAL dan Genderang Suling Bakal Unjuk Kebolehan
- 31.255 Benih Lobster Mau Diselundupkan dari Lampung ke Vietnam, Digagalkan KKP
- ASDP Gandeng Pemprov Aceh Buka Lintasan Jakarta-Malahayati, Perkuat Jalur Logistik Wilayah Barat
- PELNI Angkut 825 Ekor Sapi dari Kupang ke Jakarta, Sambut Iduladha 2026
- Tanduk Rusa, Senapan Angin dan Aneka Sajam Diselundupkan Penumpang Kapal, Disita Prajurit TNI AL di Pelabuhan Ambon
- UKW Angkatan ke-65, Wali Kota Jakpus dan Ketua PWI Jaya Tekankan Pentingnya Kompetensi Wartawan
- Pos TNI AL Muara Kubu dan Masyarakat Patroli Bersama, Awasi Sumber Daya Kelautan
- 9 WNI Korban Kekejaman Israel Tiba di Jakarta, Menlu Sugiono: Terimakasih Pemerintah Turki, Yordan dan Mesir
- Bikin Gemes, Murid-murid TK Hang Tuah Sorong Berseragam Kelasi Tinjau Kapal Perang KRI Bawal-875
Logistik di Nias Menipis, KRI BAC-593 Angkut Bantuan 320 Ton Beras Bulog
Pray For Sumatera

Keterangan Gambar : TNI AL mengerahkan KRI Banda Aceh (BAC)-593 untuk mengangkut 320 ton beras bantuan Bulog dari Belawan menuju Nias. Foto: Dispenal
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: Suplai logistik ke Pulau Nias masih terbatas pasca banjir yang melanda sejumlah wilayah Aceh, Sumut dan Sumbar. Terganggunya jalur distribusi menyebabkan kebutuhan pokok masyarakat belum sepenuhnya terpenuhi.
Mengatasi keterbatasan tersebut, TNI AL mengerahkan KRI Banda Aceh (BAC)-593 untuk mengangkut 320 ton beras bantuan Bulog dari Belawan menuju Nias. Pengiriman melalui jalur laut dilakukan agar bantuan dapat segera menjangkau masyarakat terdampak bencana. KRI BAC-593 bertolak dari Belawan menuju Pulau Nias, Jumat (19/12/2025).
Beras Bulog tersebut akan disalurkan kepada warga di daerah yang terdampak akibat banjir, khususnya wilayah yang akses transportasinya masih terhambat. Kehadiran KRI BAC-593 diharapkan dapat mempercepat pemulihan kondisi logistik dan mencegah kelangkaan bahan pangan.
Baca Lainnya :
- Sambut Maiden Voyage MV YM CONTINUITY, Terminal Teluk Lamong Perkuat Konektivitas Global0
- Saudara atau Kolega Anda Terdampak Bencana Banjir di Sumut? PT.PELNI Gratiskan Kirim Bantuan0
- PELNI Gratiskan Angkutan Barang Bantuan Bencana ke Sumut dari Seluruh Indonesia, Ini Syaratnya0
- Buka Triwulan IV, IPC Raih Peningkatan Kinerja 13,1%0
- Presiden Resmikan 2 Jembatan, 2 Underpass, 1 Flyover: Perkuat Konektivitas Jalur Logistik0
Sejumlah permukiman warga di Nias sempat terendam, beberapa ruas jalan dan jembatan mengalami kerusakan, serta aktivitas ekonomi masyarakat belum kembali normal. Warga di beberapa kecamatan masih bergantung pada bantuan pemerintah dan relawan.
Komandan Daerah Angkatan Laut (Dankodaeral) I, Laksamana Muda TNI Deny Septiana mengatakan akan memaksimalkan semua kemampuan yang ada.
“TNI AL akan memaksimalkan semua kemampuan yang ada untuk bisa mendukung semua kepentingan bagi saudara-saudara kita yang terdampak bencana alam. Kami TNI AL akan selalu siap untuk bisa membantu, menyampaikan, mendistribusikan bantuan kepada masyarakat terdampak," ungkap Laksda TNI Deny Septiana.
Lebih lanjut ia mengatakan, pendistribusian logistik akan terus berlanjut secara bertahap, selama masih dibutuhkan oleh masyarakat yang terdampak bencana alam.
Sementara itu pimpinan wilayah Perum BULOG Kanwil Sumut, Budi Cahyanto mengatakan pihaknya merasa terbantu.
“Kami dibantu TNI AL untuk mengirimkan cadangan beras pemerintah dari pelabuhan Belawan di Medan menuju ke Nias. Kita ketahui bahwa ke Pulau Nias ada kendala, karena satu-satunya logistik utama dari Sibolga saat ini masih dalam perbaikan," ungkap Budi Cahyanto.
Bantuan beras yang diangkut KRI BAC-593 menjadi salah satu upaya penting dalam menjaga ketahanan pangan masyarakat Nias di tengah situasi pemulihan pasca bencana. Hal tersebut merupakan implementasi dari Presiden RI Jenderal TNI (Purn.) Prabowo Subianto melalui Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali.
Seperti diketahui, banjir bandang dan longsor melanda wilayah Provinsi Aceh, Sumatera Barat dan Sumatera Utara pada 22-25 November 2025. Korban jiwa mencapai 1.000 orang lebih, ratusan lainnya masih hilang. (Bow/Mar)











