- Tinjau Pelabuhan Ciwandan, Menhub: Puncak Mudik Lebaran 2026 Kondusif dan Lancar
- Asyiknya Mudik Lebaran ke Bangka Belitung Naik Kapal Perang TNI AL, Dijamu Buka Puasa dan Sahur
- Mudik Asyik, 4.000 Pemudik Ceria Pulkam Naik Bus Gratis dari Pelindo Terminal Petikemas
- Menhub Tinjau Pelabuhan Ciwandan, Pastikan Kelancaran Angkutan Lebaran 2026
- Januari hingga Jelang Lebaran 2026, KKP Bukukan Ekspor Ikan Rp 16,7 T
- Catat, Pelindo Tetap Beroperasi Penuh Selama Masa Angkutan Lebaran 2026, Distribusi Logistik Normal
- KKP Stop Operasional UPI, Diduga Jadi Biang Pencemaran di Rembang
- Ramadhan Berkah, IPC TPK Gelar Karpet Baru di 8 Masjid Sekitar Tanjung Priok
- Lebaran 2026, IPC TPK Berangkatkan 500 Pemudik Tujuan Semarang
- Dorong Pertumbuhan Industri, Pelindo Tambah 4 Quay Container Crane di Terminal Peti Kemas Semarang
Transportasi Umum di Palembang Memudahkan Kaum Perempuan dan UMKM

Keterangan Gambar : Menhub Budi Karya Sumadi menghadiri diskusi membahas transportasi umum di Palembang. Foto: Kemenhub
Indonesiamaritimenews.com(IMN),PALEMBANG: Pembangunan infrastruktur transportasi dan peningkatan layanan angkutan umum massal di kota Palembang, semakin memberikan keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat. Manfaat positif ini khususnya dirasakan oleh kaum perempuan serta para pelaku UMKM karena tarifnya yang terjangkau.
Hal ini mengemuka dalam Diskusi Publik yang diselenggarakan komunitas pemberdayaan perempuan dan anak di Sumsel “Bunda Merah Putih” bertema “Konektivitas Transportasi di Kota Palembang”, yang dihadiri oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Sabtu (15/7/2023).
Baca Lainnya :
- Dukung Pariwisata dan Buka Jalur Konektivitas, ASDP Layani 207 Lintasan Perintis0
- SIMLALA Dirancang Memudahkan Pelayanan Satu Pintu Internasional dan Domestik Pelabuhan0
- Alur Pelayaran Masuk Pelabuhan Ulee Lheue Harus Penuhi Aspek Keamanan dan Kelestarian Lingkungan0
- Ini Alasan Kewenangan Sertifikasi Statutorial Kapal PT.BKI Diperpanjang Kemenhub0
- Menuju Indonesia Poros Maritim Dunia, Para Auditor , Ikuti Bimtek ISPS Code0
“Naik transportasi umum di kota Palembang sekarang lebih mudah, murah, dan aman. Seperti misalnya naik LRT Palembang. Di stasiun-stasiun banyak petugas yang berjaga, kemudian banyak feeder seperti angkot yang semakin memperluas jangkauan dan gratis. Ini juga sangat membantu para pelaku UMKM karena tarifnya terjangkau,” ungkap Menhub.
Novi, seorang peserta perempuan, sebelumnya berbagi pengalaman naik angkutan umum di Kota Palembang yang saat ini sudah semakin mudah diakses. Namun ia masih mengkhawatirkan soal keamanan.
Budi Karya menjelaskan selain ada petugas yang berjaga, di dalam angkutan massal seperti LRT maupun angkutan feeder juga dipasang CCTV untuk memastikan seluruh penumpang aman dan nyaman. Jika ada pengemudi yang ugal-ugalan atau tidak sopan bisa diketahui segera untuk dilakukan tindakan teguran atau sanksi baik oleh operator maupun regulator.
Menhub menyampaikan, Palembang merupakan pionir integrasi antarmoda di Indonesia, yang meliputi moda angkutan udara, jalan, laut, sungai dan kereta api.
“Keberhasilan inisiatif yang inovatif di Kota Palembang memberikan contoh dan inspirasi bagi daerah lain untuk lebih mengembangkan sistem transportasi yang efisien, nyaman, dan terintegrasi,” ujar Budi Karya.
Selain LRT, dukungan angkutan massal yang terintegrasi lainnya yang dibangun yaitu: layanan angkutan umum perkotaan melalui angkot feeder dan juga layanan Bus Trans Musi dengan skema Buy the Service (BTS). Tidak hanya dukungan sarana transportasi, pemerintah juga memberikan dukungan prasarana transportasi seperti dermaga 16 Ilir dan 7 ulu yang terintegrasi dengan Trans Musi dan LRT.
Pada kesempatan yang sama pengamat transportasi dari Universitas Sriwijaya Prof. Erika Buchari menyatakan mengembalikan kebiasaan dari naik kendaraan pribadi ke kendaraan umum itu memang tidak mudah, karena harus mengubah paradigma. Dengan adanya integrasi antarmoda, aksesnya terhubung dengan mudah.
“Sekarang naik angkutan umum tidak sulit lagi, turun angkot kita langsung di stasiun. Tidak mudah memperjuangkan ini,” ujar Prof. Erika.(Fat/ Oryza)











