- Gempa Magnitudo 7,0 di Mbay Nagekeo NTT, Peringatan Tsunami, Warga Mengungsi ke Dataran Tinggi
- Presiden Prabowo: 121 Kebijakan Transformatif Dijalankan dalam 21 Bulan Pemerintahan
- Presiden Prabowo Subianto Sampaikan Pidato Kenegaraan
- ASDP Bakal Buka Rute Batam-Johor, Kembangkan Bisnis Strategis Lintas Batas
- Siapkan Talenta Muda Bangun Startup dan Ciptakan Lapangan Kerja, Menaker: Saya Tantang Jadi Pelopor
- PELNI dan Jamdatun Kejagung Perkuat Kerja Sama
- PTP dan Pelindo Regional 3 Gelar Uji Emisi, Sasar 100 Truk Peti Kemas
- Pelatihan Vokasi Nasional Batch 4 Masuk Tahap Seleksi, Tunggu Pengumuman 20 Agustus
- Kurangi Emisi, Pelabuhan Lebih Hijau, Wamenhub Suntana Apresiasi Program Merdeka Pelindo
- 1,3 Ton Ketamin Hasil Tangkapan KRI Kerambit-627 Dimusnahkan
Tingkatkan Perlindungan Pekerja, Menaker: Pengelolaan K3 Menyentuh Esensi Perlindungan Nyawa

Keterangan Gambar : Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli memberikan arahan kepada pegawai Balai K3 Makassar di Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (4/8/2026). Foto: Kemnaker
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memperkuat ekosistem Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) nasional sebagai upaya meningkatkan pelindungan bagi pekerja.
Salah satu langkah konkretnya adalah mentransformasi Balai K3 agar berperan lebih besar dalam memperkuat ekosistem K3 nasional. Hal ini ditegaskan oleh Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli saat memberikan arahan kepada pegawai Balai K3 Makassar di Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (4/8/2026).
"Tantangan industri modern menuntut transformasi pengelolaan K3 yang tidak lagi sekadar administratif, melainkan menyentuh esensi pelindungan nyawa pekerja," tegas Menteri Yassierli.
Baca Lainnya :
- Indonesia-Tailan Perkuat Kemitraan Strategis, Bidang Energi hingga Ketahanan Pangan0
- Kepulauan Seribu Sabet Dukcapil Prima Award, Peringkat Pertama Aktivasi IKD Terbaik Nasional0
- Kunjungan Hangat Komandan KRI -GNR 332 ke Pejabat Pemerintah dan Militer di Yokosuka Jepang0
- Munas FSP, Menaker: Pemerintah, Pengusaha dan Pekerja Terus Bangun Dialog0
- Menaker: Penyandang Disabilitas Harus Mendapat Kesempatan Kerja Setara0
Menurut Menaker, penguatan ekosistem K3 menjadi penting karena masih besarnya tantangan dalam melindungi pekerja. Berdasarkan data BPJS Ketenagakerjaan, sepanjang 2025 tercatat 319.224 klaim kecelakaan kerja, 158 klaim penyakit akibat kerja (PAK), 9.834 kasus meninggal dunia, serta 4.133 kasus cacat fungsi maupun cacat total.
Selain tingginya angka kecelakaan kerja, penguatan sistem K3 juga diperlukan karena rasio pengawas ketenagakerjaan dengan jumlah perusahaan saat ini mencapai sekitar 1 banding 3.800. Dari 1.366 pengawas aktif, hanya 268 yang merupakan spesialis K3. Di sisi lain, metode pengawasan masih didominasi pendekatan konvensional dan belum sepenuhnya berbasis risiko maupun didukung pemanfaatan teknologi digital.
Menaker juga menyoroti belum optimalnya sistem data K3 nasional. Data kecelakaan kerja masih tersebar di berbagai sistem sehingga belum tersedia satu data nasional sebaga i dasar penyusunan kebijakan. Selain itu, pencatatan penyakit akibat kerja di Indonesia juga masih rendah.
"Rendahnya angka penyakit akibat kerja di Indonesia bukan karena kasusnya sedikit, melainkan karena sistem pencatatan yang belum optimal mendeteksinya," kata Yassierli.
Untuk menjawab berbagai tantangan tersebut, Kemnaker memperkuat peran Balai K3 sebagai titik intervensi melalui empat langkah utama, yaitu memperkuat pemetaan risiko industri berbasis data, memperluas edukasi penerapan Sistem Manajemen K3 kepada pekerja dan perusahaan, meningkatkan pengawasan serta standar teknis pengujian K3, serta memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, perusahaan jasa K3, kawasan industri, dan perguruan tinggi.
Melalui langkah tersebut, Balai K3 diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pengujian teknis, tetapi juga menjadi pusat pengelolaan K3 yang mampu mendorong terwujudnya budaya kerja yang lebih aman, sehat, dan produktif. (Riz/oryza)











