- Lebaran 2026, IPC TPK Berangkatkan 500 Pemudik Tujuan Semarang
- Dorong Pertumbuhan Industri, Pelindo Tambah 4 Quay Container Crane di Terminal Peti Kemas Semarang
- Pelindo Group Berangkatkan 7.570 Peserta Mudik Gratis 2026, Dirut: Tradisi Satukan Bangsa
- Penyesuaian Sistem Gate Pass Pelayanan Terminal Peti Kemas Tanjung Priok Berjalan Normal
- Edan! H-7 Lebaran Merak-Bakauheni Ditempuh 5 Jam, Buka Puasa Cuma Minum Air
- Ini Langkah Pelindo Multi Terminal Perkuat Implementasi Safety Culture di Seluruh Terminal Nonpetikemas
- Pesantren Kilat di Kapal Perang TNI AL Selesai, Ratusan Pelajar Peroleh Ilmu Agama dan Perkuat Karakter
- Setahun Danantara Indonesia, Presiden Prabowo Tekankan Integritas dan Tata Kelola Jangka Panjang
- Mudik Nyaman Bersama PELNI, 1.230 Pemudik Naik Kapal Gratis Balikpapan-Surabaya
- PELNI Ajak Pejabat BP BUMN dan Kemenhub ke Tanjung Priok Pantau Langsung Arus Mudik Lebaran 2026
Tingkatkan Pelayanan Publik di Perikanan Tangkap, KKP Optimalkan Digitalisasi

Keterangan Gambar : Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengoptimalkan sistem digitalisasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik di sektor perikanan tangkap. Foto: KKP
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengoptimalkan sistem digitalisasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik di sektor perikanan tangkap. Hadirnya teknologi digital ini dapat mempermudah masyarakat dalam mengakses pelayanan perizinan berusaha serta pelayanan publik lainnya.
“Transformasi digital bukan sekadar alat bantu, tapi menjadi pondasi utama dalam membangun perikanan tangkap yang modern, efektif, dan akuntabel,” kata Plt. Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Lotharia Latif dalam keterangan resmi KKP di Jakarta, Kamis (24/7).
Baca Lainnya :
- KKP: PNPB Perikanan Kontribusi Pelaku Usaha Manfaatkan Sumber Daya Alam0
- Lindungi Habitat Penyu di Raja Ampat, KKP Gandeng Yayasan Penyu Papua0
- Aku Cinta Laut, Koarmada RI Sasar Kawasan Pelabuhan Muara Angke0
- Pemanfaatan Tiga Pulau Kecil di Kepri Disegel KKP0
- Serbuan Maritim di Muara Angke: Prajurit, Masyarakat dan Mahasiswa Bersih-bersih Pantai0
Menurut Latif aplikasi penangkapan ikan terukur secara elektronik (e-PIT) mengintegrasikan layanan hulu-hilir perikanan tangkap dalam satu sistem sejak sebelum kapal berangkat melaut di pelabuhan perikanan, pencatatan aktifitas penangkapan ikan, hingga pelaporan penghitungan sendiri, dan pembayaran PNBP PHP pascaproduksi.
“e-PIT menjadi one stop solution dalam manajemen usaha penangkapan ikan yang hadir sejak 2023 dan terus dikembangkan dengan situasi terkini sehingga dapat semakin memberikan kemudahan berusaha. Fitur-fitur didalamnya dirancang agar pelaku usaha dan pemerintah tetap terkoneksi dan saling bersinergi,” imbuhnya.
Untuk mendukung iklim usaha perikanan tangkap yang optimal, beragam inovasi teknologi perikanan tangkap hadir dan menjadi jawaban terhadap tantangan zaman melalui penyediaan layanan berbasis teknologi informasi, antara lain: - Layanan Perizinan Berusaha
- Layanan Persetujuan Pengadaan Kapal Perikanan
- Layanan Sertifikat Kelaikan Kapal Perikanan
- Layanan Pendaftaran Kapal Perikanan
- Layanan Pendaftaran kapal ke RFMO
- Layanan Buku Pelaut Perikanan, Layanan Persetujuan Berlayar
- Layanan Bukti Pelaporan Kedatangan Kapal
- Layanan Jasa Kepelabuhanan, dan
- Layanan Sertifikat Hasil Tangkapan Ikan
KKP melalui Ditjen Perikanan Tangkap juga menyiapkan modul-modul untuk mempermudah pelaku usaha dalam melaksanakan kegiatan usahanya, sekaligus pemenuhan kewajibannya, antara lain Modul Manajemen Usaha dan Manajemen Operasi, Penyampaian Logbook Penangkapan Ikan, Penyampaian Laporan Penghitungan Sendiri, Pembuatan Billing PHP Pascaproduksi dan Penyampaian Laporan Kegiatan Usaha.
Data dan informasi terkait perikanan tangkap yang tersedia juga dapat diakses seluas-luasnya oleh masyarakat, antara lain portal perizinan berusaha dan pusat informasi pelabuhan perikanan. Semua itu disediakan untuk mendorong peningkatan tata kelola perikanan tangkap yang maju dan berkelanjutan.
Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menilai penerapan teknologi di subsektor perikanan tangkap, termasuk pengembangan aplikasi tidak hanya mempermudah nelayan namun juga meningkatkan kapasitasnya dan lebih berdaya saing. (Arry/Oryza)











