- Nataru 2025/2026 Arus Kapal dan Penumpang Meningkat, Pelindo Regional 4 Catat Kinerja Positif
- KKP Indentifikasi 30 Ribu Ha Tambak di Aceh Hancur Dihantam Banjir Bandang
- Throughput IPC Terminal Petikemas Tembus 3,6 Juta TEUs, Tumbuh 13,2%
- Buka Tahun 2026, PELNI Lepas Pelayaran Perdana Tol Laut KM Nusantara 3
- Arus Petikemas Naik 6% Teluk Lamong Bukukan 2,8 Juta TEUs Tahun 2025
- Pemprov Banten dan Panitia Matangkan Persiapan HPN 2026
- Dorong Restorasi Pesisir, TPS Bawa Harapan Baru bagi Petani Mangrove
- Jelang Retret Wartawan, PWI Pusat dan Kemenhan Gelar Rapat Khusus
- Solidaritas Sosial Akabri 1989 untuk Korban Bencana Sumatera, Salurkan Bantuan Besar-besaran
- PELNI dan BPH Migas Pantau Pasokan BBM di Bitung, Nataru 2025/2026 Kebutuhan Meningkat
Sopir Bus AKAP Banyak Darah Tinggi, Ini Penyebabnya

Keterangan Gambar : Suasana di Terminal Bus Kampung Rambutan, Jakarta Timur. Foto: ist
Indonesiamaritimenews.com ( IMN), JAKARTA: Sopir bus AKAP banyak yang mengidap penyakit, salah satunya darah tinggi. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan ia kerap menemukan kasus-kasus tersebut.
Budi Karya meminta operator bus, dinas perhubungan daerah, dan Badan Pengelola Transportasi Daerah (BPTD) memperhatikan kesehatan para pengemudi dan kernet bus antar-kota antar provinsi (AKAP).
Menhub mengatakan ia menemukan sejumlah sopir bus di Terminal.Kampung Rambutan menghadapi isu kesehatan akibat pekerjaannya. "Mereka darah tinggi karena kehidupannya memaksa mereka melakukan kegitan sehari-hari. Ini bahaya. Saya instruksikan ke Dishub dan BPTD untuk care terhadap kesehatan mereka,” ujar Budi Karya.
Baca Lainnya :
- Kinerja Pelindo Regional 2 Pelabuhan Panjang Menunjukan Angka Positif Tahun 2021.Ini Datanya0
- Dipecat IDI, Tanggapan Terawan Bikin Adem0
- Habiburokhman Minta Pemecatan Terawan Oleh IDI Dievaluasi, Ini Alasannya 0
- Ketum Pramarin Datep Purwa Saputra Janji Menjadi Think Thank MI , Chandra Motik Jadi Dewan Pengawas0
- Ini Dia Aturan Jam Kerja Pegawai Selama Bulan Puasa1
Hal ini disampaikannya dalam rapat koordinasi teknis perhubungan darat yang digelar di Jakarta, Selasa (29/3 2022).
Menhub juga menyatakan kondisi kesehatan sopir bus berpengaruh terhadap keamanan dan keselamatan penumpang. Dalam sektor transportasi, keamanan merupakan key performance indicator (KPI) utama yang harus dipenuhi oleh operator.
Karena itu, menurut Budi, perlu ada dokter atau petugas kesehatan yang berjaga di sekitar terminal utama penumpang. Tujuannya untuk memeriksa kesehatan para awak bus. Pengecekan kesehatan mendesak menjelang periode angkutan mudik Lebaran.( ( Arry/ Oriz)











