Breaking News
- Cetak Instruktur Kompeten Generasi Muda Maritim, Pusteral Gelar Kursus Instruktur Saka Bahari Nasional
- Inovasi Daur Ulang Life Jacket, PELNI Raih Penghargaan ESG NOW Leadership Forum & Awards 2026
- Pelindo Regional 4 Peduli Korban Kebakaran di Makassar, Salurkan Bantuan
- Pelindo Indonesia Network Pendulum Diluncurkan, Perkuat Konektivitas dan Efisiensi Logistik Nasional
- KRI Alamang-644 Tebar Kebaikan, Nelayan Tanjung Balai Asahan Dibagi Sembako dan Cek Kesehatan
- TNI AL dan Tentara Australia Asah Kemampuan, Operasi Pendaratan Amfibi di Situbondo
- Senangnya Bocah-bocah TK Dewi Sartika Wonokromo Naik Tank Amfibi 2 Marinir
- Kapolri Suyudi Temui Panglima TNI di Mabes Cilangkap, Ini yang Dibahas
- Misi Kemanusiaan di Fiji Berakhir Sukses, Satgas Port Visit 2026 Lanjutkan Berlayar ke Solomon
- Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026, Menembus Lautan Distribusikan Rp25 Milyar ke Pulau 3T
Sampaikan Duka Cita, Presiden Perintahkan Kapolri Lakukan Investigasi Tragedi di Stadion Kanjuruha

Keterangan Gambar : Presiden Jokowidodo .Foto:instagram
Indonesiamaritimenews.com ( IMM),JAKARTA : Presiden RI Joko Widodo mengungkap keprihatinan dan duka cita atas tragedi kematian 129 orang usai laga Arema FC vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur. Presiden menugaskan Kapolri untuk melakukan investigasi dan mengusut tuntas kasus tersebut.
"Saya menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya 129 orang, saudara-saudara kita di tragedi sepakbola di Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur," kata Jokowi Istana Bogor, Jawa Barat, Minggu (2/10/2022). "Saya telah meminta Menteri Kesehatan dan Gubernur Jawa Timur untuk memonitor khusus layanan medis bagi korban yang sedang di rumah sakit agar segera mendapatkan pelayanan terbaik."
"Saya juga telah memerintahkan kepada Menpora, Kapolri, dan Ketua umum PSSI untuk melakukan evaluasi menyeluruh tentang pelaksanaan pertandingan sepakbola dan juga prosedur pengamanan penyelenggaraanya."
"Khusus kepada Kapolri, saya minta melakukan investigasi dan mengusut tuntas kasus ini."Untuk itu, saya juga memerintahkan PSSI untuk menghentikan sementara Liga 1 sampai evaluasi dan perbaikan prosedur pengamanan dilakukan."
Presiden menyesalkan terjadinya tragedi ini. Dia berharap ini tragedi terakhir sepakbola di tanah air. Jangan sampai ada lagi tragedi kemanusiaan seperti ini di masa yang akan datang. "Sporivitas rasa kemanusiaan dan rasa persaudaraan bangsa Indonesia harus terus kita jaga bersama," kata Jokowi.
EVALUASI MENYELURUH
Presiden Jokowi juga meminta pihak-pihak terkait untuk lakukan elavuasi menyeluruh terkait pelaksanaan kompetisi sepakbola di Indonesia. Sedangkan PSSI, Jokowi minta Liga 1 dihentikan dulu. "Saya perintahkan pada Menpora, Kapolri, dan Ketum PSSI untuk evaluasi menyeluruh pelaksanaan pertandingan sepakbola dan prosedur keamanannya," tegasnya.
Diberitakan indonesiamaritimenews.com sebelumnya,
Arema FC dikalahkan Persebaya Surabaya 2-3 dalam laga Derby Jawa Timur pada lanjutan Liga 1 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022) malam. Kalah di kandang sendiri, suporter Arema FC (Aremania) kecewa.
Ribuan orang turun ke lapangan hingga situasi menjadi kacau. Polisi pun melepaskan gas air mata. Puluhan ribu penonton panik berdesakan keluar dari satu titik pintu hingga membuat ratusan orang pingsan terinjak-injak. Sebanyak 34 orang meninggal di stadion, yang lainnya meninggal dalam perjalan menuju rumkah sakit serta saat dalam perawatan di puskesmas. Data resmi menyebutkan 129 orang tewas, sedangkan informasi terbaru menyebut korban meninggal bertambah menjadi 130 orang.
PERNYATAAN LENGKAP PRESIDEN
Berikut pernyataan lengkap Presiden Jokowi:
Assalamualaikum, Warahmatullahi Wabarakatuh.
Saya menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya 129 orang, saudara saudara kita dalam tragedi sepak bola di Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur.
Saya telah meminta Menteri Kesehatan dan Gubernur Jawa Timur untuk memonitor khusus pelayanan medis bagi korban yang sedang dirawat di rumah sakit agar mendapatkan pelayanan terbaik.
Saya juga telah perintahkan kepada Menpora, Kapolri dan ketua Umum PSSI untuk melakukan evaluasi menyeluruh tentang pelaksanaan pertandingan sepak bola dan juga prosedur pengamanan penyelenggaraannya.
Khusus kepada Kapolri, saya minta melakukan investigasi dan mengusut tuntas kasus ini.
Untuk itu saya juga memerintahkan PSSI untuk menghentikan sementara Liga SAtu sampai evaluasi dan perbaikan prosedur pengamanan dilakukan.
Saya menyesalkan terjadinya tragedi ini dan saya berharap ini adalah tragedi terakhir sepak bola di tanah air, jangan sampai ada lagi tragedi kemanusian seperti ini di masa yang akan datang.
Sportivitas, rasa kemanusiaan dan rasa persaudaraan bangsa Indonesia harus terus kita jaga bersama.
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. (Fat/ Oryza)
Write a Facebook Comment











