- Inovasi Daur Ulang Life Jacket, PELNI Raih Penghargaan ESG NOW Leadership Forum & Awards 2026
- Pelindo Regional 4 Peduli Korban Kebakaran di Makassar, Salurkan Bantuan
- Pelindo Indonesia Network Pendulum Diluncurkan, Perkuat Konektivitas dan Efisiensi Logistik Nasional
- KRI Alamang-644 Tebar Kebaikan, Nelayan Tanjung Balai Asahan Dibagi Sembako dan Cek Kesehatan
- TNI AL dan Tentara Australia Asah Kemampuan, Operasi Pendaratan Amfibi di Situbondo
- Senangnya Bocah-bocah TK Dewi Sartika Wonokromo Naik Tank Amfibi 2 Marinir
- Kapolri Suyudi Temui Panglima TNI di Mabes Cilangkap, Ini yang Dibahas
- Misi Kemanusiaan di Fiji Berakhir Sukses, Satgas Port Visit 2026 Lanjutkan Berlayar ke Solomon
- Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026, Menembus Lautan Distribusikan Rp25 Milyar ke Pulau 3T
- Aksi Sosial Lintas Benua, Bakti Kesehatan Satgas Port Visit 2026 Disambut Antusias Masyarakat Fiji
Pelindo Indonesia Network Pendulum Diluncurkan, Perkuat Konektivitas dan Efisiensi Logistik Nasional
Delapan Koridor Pelayaran

Keterangan Gambar : PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo meluncurkan Pelindo Indonesia Network Pendulum (PINP) guna mengurangi ketimpangan arus kargo antardaerah. Peluncuran PINP digelar pada Sabtu (17/10/2026) di Pelindo Tower, Jakarta. Foto: Pelindo
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo meluncurkan Pelindo Indonesia Network Pendulum (PINP) yang dirancang untuk mengurangi ketimpangan arus kargo antardaerah.
Peluncuran PINP digelar pada Sabtu (17/10/2026) di Pelindo Tower, Jakarta. Selain mengurangi ketidakseimbangan arus kargo antardaerah, PINP juga dirancang mengoptimalkan pergerakan peti kemas agar kapasitas angkut dalam jaringan pelayaran domestik dapat dimanfaatkan secara lebih efisien.
Plt. Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, Lollan Andy Sutomo Panjaitan menyampaikan dukungan terhadap PINP sebagai salah satu upaya mendorong sistem logistik nasional yang semakin efektif dan efisien.
Baca Lainnya :
- Arus Barang Melonjak 8,2% Tembus 2,8 Juta TEUs, IPC TPK Dorong Efisiensi Logistik Nasional0
- Pelindo Perkuat Peran Indonesia di Jalur Pelayaran Internasional, Kembali Layani Ship-to-Ship di Nipa0
- Wamenaker: Sertifikasi Kompetensi Pekerja BUMN Bukan Sekadar Formalitas0
- Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Kucurkan Beasiswa untuk 50 Siswa SD hingga SMA0
- Sertifikasi Pemeriksa Kecelakaan Kapal Kemenhub, Perkuat Profesionalitas SDM0
“Kami hadir di sini tentunya memberikan dukungan terhadap program ini. Cara-cara baru seperti ini membutuhkan kolaborasi dan koordinasi dari semua pihak. Dari sisi pemerintah, kami berharap agar roda perekonomian dan logistik Indonesia dapat berjalan lebih efektif dan efisien,” ujar Lollan dalam keterangan resmi yang diterima.
Pelaksanaan PINP membutuhkan kolaborasi Pelindo dengan perusahaan pelayaran, pemilik kargo, serta para pemangku kepentingan terkait. Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam membangun jaringan layanan pelayaran domestik yang semakin terintegrasi.
Persoalan Distribusi Kargo
Sementara itu Direktur Utama Pelindo, Achmad Muchtasyar mengatakan PINP dikembangkan untuk menjawab persoalan distribusi kargo dan peti kemas antardaerah.
“Pendulum ini tidak hanya membentuk jalur dari barat ke timur, tetapi bagaimana kita menyeimbangkan kargo dan peti kemas. Dengan skema ini, kita mendorong agar kargo dan peti kemas dapat bergerak lebih seimbang dengan tarif yang lebih efisien, sehingga secara keseluruhan dapat membantu menurunkan ongkos logistik,” ujar Achmad.
Direktur Komersial Pelindo, Farid Padang menambahkan bahwa PINP dijalankan melalui penerapan berthing window untuk menciptakan kepastian jadwal dan meningkatkan keandalan operasi pelabuhan, kebijakan transshipment di pelabuhan hub Tanjung Priok, Tanjung Perak, dan Makassar, serta integrasi dengan Container Consolidation Centre (CCC) pada setiap simpul kargo dalam jaringan pendulum untuk meningkatkan kelancaran arus barang.
"Ke depan, seluruh layanan Pelindo secara end-to-end akan terintegrasi dalam satu sistem yang juga terhubung dengan sistem eksternal terkait. Selain itu, Pelindo akan mendorong skema join slot dan join marketing bersama perusahaan pelayaran untuk meningkatkan konsolidasi kargo pada masing-masing simpul pendulum,” tambah Farid.
Delapan Koridor Pelayaran
Pada tahap awal, PINP mencakup delapan koridor pelayaran domestik, yaitu:
Koridor 1: Makassar – Kendari – Sorong
Koridor 2: Tanjung Perak – Ambon – Sorong
Koridor 3: Tanjung Perak – Kupang – Ambon
Koridor 6: Tanjung Priok – Kijing – Kuala Tanjung
Koridor 7: Belawan – Banjarmasin – Tanjung Perak – Ambon
Koridor 8: Balikpapan – Bitung
Koridor tersebut masih dapat dikembangkan berdasarkan hasil evaluasi serta masukan dari perusahaan pelayaran dan pemilik kargo.
Perusahaan pelayaran yang mengikuti PINP dapat memperoleh insentif berupa diskon minimal 20 persen untuk pelayanan muat peti kemas isi apabila kapal memenuhi target rasio muatan peti kemas isi yang ditetapkan pada masing-masing pelabuhan PINP. Target rasio tersebut berbeda di setiap pelabuhan, berkisar antara 45 hingga 90 persen.
“Untuk mendukung program tersebut, Pelindo berkomitmen mengoptimalkan tingkat pelayanan operasional sesuai Service Level Agreement (SLA) dan Service Level Guarantee (SLG), serta memastikan kesiapan infrastruktur dan suprastruktur untuk mendukung kegiatan bongkar muat di pelabuhan PINP,” tambah Achmad.
Melalui PINP, Pelindo mendorong kepastian jadwal pelayanan kapal, peningkatan utilisasi terminal dan armada, serta efisiensi rantai pasok pada koridor yang dilayani. Program ini juga diharapkan dapat meningkatkan ketersediaan peti kemas domestik, memudahkan pemilik kargo memperoleh layanan, serta menekan biaya logistik melalui pemanfaatan kapasitas angkut dan layanan pelabuhan secara lebih optimal.
“Kita perlu mencoba cara-cara baru untuk menyelesaikan persoalan yang ada. Program ini tentu akan terus kita uji dan evaluasi, dengan tetap membuka masukan dan koreksi dari seluruh pihak. Tujuan kita satu, bagaimana secara bersama-sama dapat menurunkan biaya logistik dan menyelesaikan berbagai persoalan kepelabuhanan secara nyata,” tutup Achmad. (Riz/Mar)











