- Menaker: KBJI 2026 Jadi Acuan Bersama Dunia Kerja
- Lampung Dipilih Jadi Pangkalan Kapal Induk KRI Sriwijaya-100, Kasal Ungkap Alasannya
- Kinerja 2025 Tumbuh, Pelindo Naik Tiga Peringkat di Fortune Indonesia 100
- Penyelam Pasukan Katak TNI AL Evakuasi 3 Jenazah Korban KMP Virgo Transport 8
- Penyelam Pasukan Katak TNI AL Evakuasi 3 Jenazah Korban KMP Virgo Transport 8
- Dirjen Perhubungan Laut Dicopot, Kemenhub: Tidak Terkait Kecelakaan Kapal
- Kapal Induk ITS Giuseppe Garibaldi Sandar di Tanjung Priok, Menhan Tinjau Keunggulan Operasional
- Seleksi Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Batch 5 Digelar 17–23 September
- Open Tournament Bulutangkis Piala Panglima TNI 2026, TNI AL Sabet Medali
- 129 Penumpang KMP Virgo Transport 8 Belum Ditemukan, Tenaga Ahli dari AS dan Hongkong Bakal Didatangkan
Program Ketahanan Pangan, Lanal Melonguane Bersama Masyarakat Panen Raya di Talaud

Keterangan Gambar : Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Melonguane mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional yang dicanangkan pemerintah. Hasilnya, panen raya bisa dirasakan lewat panen raya di Desa Kiama, Kecamatan Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud..Dispenal
Indonesiamaritimenews.com (IMN),JAKARTA: Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Melonguane mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional yang dicanangkan pemerintah. Hasilnya, panen raya bisa dirasakan lewat panen raya di Desa Kiama, Kecamatan Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud.
Komandan Lanal Melonguane, Letkol Laut (P) Widi Aditya, didampingi Ketua Cabang 7 Korcab VIII DJA II, Ny. Pitri Widi Aditya, bersama prajurit Jalasena dan masyarakat binaan Lanal di Kabupaten Kepulauan Talaud, panen raya berbagai jenis tanaman pangan, Jumat (21/3/2025). Panen raya ini sebagai bukti dari keberhasilan program ketahanan pangan di daerah tersebut.
Dalam upaya menyukseskan program program unggulan ketahanan pangan, Lanal Melonguane bersama Kelompok Tani (Poktan) Porodisa yang merupakan masyarakat binaan Lanal, telah berhasil menanam dan membudidayakan berbagai macam tanaman sayuran dan buah-buahan.
Baca Lainnya :
- Surplus Neraca Perdagangan Perikanan 2024 Naik 9,1 %, Dipicu Kenaikan Ekspor0
- Penangkapan Tuna Sirip Biru Selatan Wajib Penuhi Standar Internasional RFMO0
- Libur Lebaran 2025 Tetap Beroperasi, Pelindo Regional 2 Jamin Kelancaran Arus Logistik0
- 298 Ribu Ekstasi, 231 Kg Sabu Hasil Tangkapan TNI AL dan BNN Aceh Dimusnahkan0
- Yuk... Mudik Lebaran 2025 Gratis Naik Kapal Perang, Catat Rute dan Syarat Pendaftaran0
Aneka tanaman seperti pisang, melon, semangka, pakcoy, kacang panjang, sawi, kangkung, dan cabai ditanam masyarakat. Sedangkan, pada sektor perikanan darat juga berhasil dilaksanakan melalui program pembudidayaan ikan nila dan mujair.
Selain sayuran, buah-buahan dan ikan, Lanal Melonguane juga menanam komoditas pangan sumber karbohidrat alternatif, seperti ubi kayu atau singkong.
Adapun luas lahan yang digunakan untuk program ketahanan pangan ini mencapai 2 hektar, yang terdiri dari area untuk sayuran, buah, dan kolam ikan.
Dari hasil yang telah diupayakan selama ini, pada pertengahan tahun lalu Lanal Melonguane telah berhasil panen sayuran, melon dan semangka perdana. Selanjutnya setiap bulan, akan ada panen sayuran, sementara buah melon dan semangka akan dipanen setiap lima bulan sekali. Hasil panen tersebut nantinya akan dinikmati oleh masyarakat sekitar, prajurit Lanal beserta keluarga dan Forkopimda setempat.
Sebagai bagian dari TNI AL, prajurit Jalasena tidak hanya bertanggung jawab menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah maritim Indonesia. Melainkan juga mengembangkan wilayah pertahanan laut yang meliputi berbagai aspek, seperti geografi, demografi, kondisi sosial, dan sumber daya alam.
Dengan demikian, TNI AL terus mendukung program pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional melalui pengembangan potensi maritim. Kegiatan ini merupakan implementasi dari program prioritas Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana Dr. Muhammad Ali dalam mendukung program Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto di bidang ketahanan pangan.
Keberhasilan program ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap ketahanan pangan di daerah perbatasan dan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. (RIZ/Oryza)











