- Modus Penyelundupan Merkuri Ilegal Rp 1,5 M Diendus TNI AL Gagal Masuk Priok
- Kampus Bukan Prioritas?
- Presiden Prabowo Copot Ketua BGN Dadan Hindayana dan 2 Wakilnya, Diganti Nanik S Deyang
- TNI AL Musnahkan Miras, Pengawasan Jalur Laut di Perbatasan Diperketat
- Mulai Juni,Tiap Akhir Pekan ASDP Layani Penyeberangan Hunimua–Waipirit 24 Jam
- Peringati WOD & Coral Triangle Day 2026, KKP Perkuat Kolaborasi Lindungi Laut
- Bakes Satgas Operasi Trisula-26, Ratusan Kantong Darah Terkumpul di Atas KRI Teluk Kupang-519
- Tebar Kebaikan, Prajurit KRI Selar-879 Gelar Bakti Sosial untuk Masyarakat Pesisir Tahuna
- Tim Kodaeral IX dan Wanadri Selam Konservasi Terumbu Karang dan Bersihkan Bawah Laut
- Membangun Sea Power, Pasis Dikreg Seskoal Ikuti Kuliah Umum Head of SPC Australia Capt Bernard Roy Dobson
Presiden Prabowo Jajaki Pembelian Rudal BrahMos US$ 450 Juta dari India, Ini Spesifikasinya

Keterangan Gambar : Presiden Prabowo Subianto melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri India, Narendra Modi, Sabtu (25/1/2025). Foto: KSP
Indonesiamaritimenews. com (IMN), JAKARTA: Indonesia sedang menjajaki pembelian rudal BrahMos senilai US$ 450 juta dari India. Rencana itu disebut menjadi salah satu topik pembicaraan Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan kenegaraan ke New Delhi pekan lalu.
Baca Lainnya :
- Kasal Kunjungi Pabrik Rudal BrahMos di India, Peluru Jelajah Mampu Jangkau 450 Kilometer0
- Dihadiri Utusan 28 Negara, TNI AL Gelar Asia Pasific Chaplaincy Symposium 20250
- Tugas Perdana di Lebanon, KRI Sultan Iskandar Muda-367 Bertolak ke Daerah Operasi0
- Mandat PBB, KRI SIM-367 Lanjutkan Misi Perdamaian Dunia di Lebanon0
- Satgas MTF TNI Konga XXVIII-O/UNIFIL Raih Penghargaan Duta Budaya RI di Lebanon0
Penjajakan kerja sama tersebut menjadi salah satu topik yang dimuat di sejumlah media, salah satunya India Today. Disebutkan, rencana Indonesia membeli Rudal BrahMos telah masuk pada tahap negosiasi. Rudal tersebut harganya mencapai US$ 450 juta atau sekitar Rp7,2 triliun.
Seperti diketahui, Presiden Prabowo melakukan lawatan ke India mulai 24 Januari hingga 26 Januari 2025. Dalam kunjungan tersebut dibahas soal keamanan, maritim dan teknologi digital.
Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali yang juga ikut dalam lawatan Presiden Prabowo ke India, telah mengunjungi pabrik pembuatan Rudal BrahMos di New Delhi. Rudal jelajah ini diproduksi oleh BrahMos Aerospace, perusahaan patungan India dan Rusia.
Spesifikasi
Rudal BrahMos adalah senjata rudal jelajah supersonik yang canggih di dunia yang diproduksi oleh BrahMos Aerospace Private Limited (BAPL), perusahaan patungan India dan Rusia.
Peluru kendali ini bisa diluncurkan dari berbagai platform, termasuk kapal perang, kapal selam, pesawat tempur, dan peluncur darat. Adapun daya jelajahnya mencapai 450 kilometer.
Pada awal produksi, Rudal BrahMos memiliki jangkauan hingga 290 km dengan kecepatan jelajah 3.700 km/jam (Mach 2.8 hingga Mach 3). Setelah India menjadi anggota Missile Technology Control Regime, bisa dikembangkan menjadi jangkauan 500 km dan saat ini dalam pengembangan hingga 800 km.
Adapun nama BrahMos menurut media India berasal dari penggabungan nama dua sungai, yaitu Sungai Brahmaputra di India dan Sungai Moskva di Rusia.
India sudah lama menjajaki dan menawarkan kolaborasi teknologi Rudal BrahMos ke Indonesia. Penjajakan tersebut terungkap ketika Kepala Staf Angkatan Laut India Laksamana Dinesh K Tripathi bertemu dengan Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali dan Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin di Jakarta pada Desember 2024.
Kini sejumlah negara di Asia yang disebut membeli Rudal BrahMos antara lain Filipina dan Vietnam. (Arry/Oryza)











