- Menaker: KBJI 2026 Jadi Acuan Bersama Dunia Kerja
- Lampung Dipilih Jadi Pangkalan Kapal Induk KRI Sriwijaya-100, Kasal Ungkap Alasannya
- Kinerja 2025 Tumbuh, Pelindo Naik Tiga Peringkat di Fortune Indonesia 100
- Penyelam Pasukan Katak TNI AL Evakuasi 3 Jenazah Korban KMP Virgo Transport 8
- Penyelam Pasukan Katak TNI AL Evakuasi 3 Jenazah Korban KMP Virgo Transport 8
- Dirjen Perhubungan Laut Dicopot, Kemenhub: Tidak Terkait Kecelakaan Kapal
- Kapal Induk ITS Giuseppe Garibaldi Sandar di Tanjung Priok, Menhan Tinjau Keunggulan Operasional
- Seleksi Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Batch 5 Digelar 17–23 September
- Open Tournament Bulutangkis Piala Panglima TNI 2026, TNI AL Sabet Medali
- 129 Penumpang KMP Virgo Transport 8 Belum Ditemukan, Tenaga Ahli dari AS dan Hongkong Bakal Didatangkan
Prajurit Cedera Serius, Heli Phanter Wing Udara 2 Evakuasi Medis di KRI Wahidin Sudirohusodo

Keterangan Gambar : Helikopter AS565 MBe Panther dari Skuadron Udara 100 Wing Udara 2 Puspenerbal Juanda mengevakuasi pasien cedera dari rumah sakit TNI AL KRI dr. Wahidin Sudirohusodo menuju RSPAL dr. Ramelan, Surabaya, Kamis (17/7/2025). Foto: Dispenal
Indonesiamaritimenews.com (IMN), SURABAYA: Kondisi darurat medis terjadi di tengah laut saat KRI dr. Wahidin Sudirohusodo sedang melaksanakan operasi. Seorang prajurit dikabarkan mengalami cedera serius dan memerlukan evakuasi medis udara dengan segera.
Helikopter AS565 MBe Panther dari Skuadron Udara 100 Wing Udara 2 Puspenerbal Juanda segera diterbangkan dari Pangkalan TNI AL Juanda menuju kapal rumah sakit TNI AL KRI dr. Wahidin Sudirohusodo pada Kamis (17/7/2025).
Baca Lainnya :
- KKP Cetak 1.991 Wisudawan Kompeten, Siap Bersaing di Dunia Kerja dan Wirausaha0
- TNI AL Kini Punya Tata Pamer Kendaraan Tempur Bawah Air Kopaska0
- Tim Pengendalian Inflasi Daerah NTT Sidak, Pelindo: Siap Bersinergi Melancarkan Logistik0
- Pelaku Usaha Urus Izin Pemanfaatan Pulau Kecil, KKP Jemput Bola0
- Kado HUT ke-12 IPC TPK Kinerja Semester I Meningkat 16,7 %0
Tidak butuh waktu lama, Helikopter yang dipiloti oleh dua penerbang muda TNI AL, Lettu Laut (P) Agil dan Lettu Laut (P/W) Michelle, helikopter Panther sukses mendarat di Dek Helipad KRI dr. Wahidin Sudirohusodo dan melakukan proses Evakuasi Medis Udara (EMU) terhadap personel yang mengalami cedera.
Selanjutnya, korban dibawa dengan cepat ke Rumah Sakit Pusat TNI Angkatan Laut (RSPAL) dr. Ramelan Surabaya untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.
Skenario tersebut merupakan bagian dari latihan taktis yang disimulasikan sebagai bagian dari kesiapsiagaan unsur udara dan laut dalam menghadapi kondisi darurat di laut. Latihan ini menjadi bagian dari peningkatan kapabilitas operasi terpadu antara satuan udara dan kapal rumah sakit TNI AL.
Komandan Skuadron Udara 100 Wing Udara 2 Puspenerbal, Mayor Laut (P) Kuswoyo, menyampaikan bahwa latihan ini adalah bentuk profesionalisme dan kesiapsiagaan satuannya dalam mendukung misi-misi kemanusiaan TNI AL.
“Kami terus melatih kemampuan penerbang dan kru helikopter agar sigap dalam menjalankan misi EMU. Helikopter Panther memang dirancang tidak hanya untuk misi patroli dan antikapal selam, tapi juga fleksibel dalam mendukung operasi kemanusiaan seperti evakuasi medis,” jelas Mayor Kuswoyo.
Senada dengan hal tersebut, Komandan Wing Udara 2 Puspenerbal, Kolonel Laut (P) Adam Firmansyah, menambahkan bahwa latihan ini juga menunjukkan sinergi antara kekuatan udara dan laut dalam mewujudkan kesiapan tempur dan tanggap darurat secara simultan.
“Latihan ini penting sebagai refleksi kesiapan kita menghadapi situasi nyata. KRI dr. Wahidin Sudirohusodo sebagai rumah sakit terapung harus didukung oleh unsur udara yang mampu bergerak cepat dan presisi, dan hari ini kita melihat sinergi itu terwujud,” ujar Kolonel Adam.
Latihan ini, sambung dia, juga menjadi ajang evaluasi sistem komunikasi, koordinasi teknis pendaratan, serta prosedur medis awal yang dilaksanakan secara lintas satuan.
"Melalui kegiatan seperti ini, TNI AL membuktikan komitmennya untuk terus mengembangkan kemampuan operasional dan pelayanan kemanusiaan di medan laut," tandasnya. (Arry/Oryza)











