- Presiden Prabowo: Kesejahteraan Nelayan Diurus, Pertama Kali Dalam Sejarah RI
- Operasi Ketupat dan Arus Mudik Lebaran 2026 Sukses, ASDP dan Korlantas Polri Perkuat Kolaborasi
- Pasukan Katak TNI AL Siaga Objek Vital, Antisipasi Serangan Pembajak Pesawat
- TNI AL dan Royal Australian Navy Gelar MOWG 2026, Perkuat Kerjasama Operasi dan Latihan Maritim
- Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 Bersama KRI Dorang-874: BI dan TNI AL Sasar Pulau 3T di Maluku
- Tabrakan Maut Kereta di Stasiun Bekasi Timur, Menhub: Korban 106 Orang, 15 Meninggal, 91 Luka-luka
- Transformasi PELNI 74 Tahun Berlayar untuk Indonesia, Perubahan Logo hingga Peremajaan Kapal
- Tragedi Tabrakan KA di Bekasi Timur, Korban Tewas Bertambah Jadi 14 Orang, 84 Luka-luka
- Kemenhub Tngkatkan Kompetensi Teknisi Telekomunikasi Perkuat Keselamatan Pelayaran
- Presiden Prabowo Jenguk Korban Tabrakan KA di RSUD Bekasi, Pastikan Penanganan Medis Terbaik
Peserta MNEK 2025 Lepas 500 Tukik, Penyelam Mancanegara dan TNI AL Tanam Terumbu Karang

Keterangan Gambar : Peserta MNEK 2025 melepas 500 ekor tukik di perairan Bali. Foto: Dispenal
Indonesiamaritimenews.com (IMN), BALI: Sebanyak 500 ekor tukik dilepas secara bersama-sama ke laut oleh para peserta dari manca negara pada latihan berskala internasional MNEK 2025 yang digelar oleh TNI AL di Bali. Selain itu 45 penyelam yang terdiri dari 15 penyelam Angkatan Laut manca negara serta 30 penyelam dari TNI AL melakukan penanaman kerang.
"Ini langkah nyata dalam membangun kesadaran akan pentingnya konservasi lingkungan maritim, serta semakin mempererat hubungan antar negara yang tergabung dalam Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) 2025, Save the Sea to See the Future," kata Kepala Dinas Operasi dan Latihan TNI Angkatan Laut (Kadisopslatal) Laksamana Pertama TNI Heri Triwibowo, saat memimpin pelepasan tukik dan penanaman terumbu karan, Selasa (18/2/2025) di Bali Coral Dive.
Dalam kegiatan ini sebanyak 500 ekor tukik dilepas secara bersama-sama ke laut oleh para peserta mancanegara. Sedangkan dalam penanaman terumbu karang melibatkan 45 penyelam yang terdiri dari 15 penyelam Angkatan Laut mancanegara serta 30 penyelam dari TNI AL.
“Kegiatan ini merupakan bentuk konkret kepedulian kita terhadap masa depan laut Indonesia yang kaya akan keanekaragaman hayati. Sebagaimana diketahui keberadaan terumbu karang dan populasi penyu sangat penting bagi keseimbangan ekosistem laut," ungkap Laksma Heri.
Seperti diketahui, TNI AL tengah menggelar latihan berskala internasional 5th MNEK 2025 dengan menghadirkan Angkatan laut dari 38 negara. Latihan ini mengambil tema “Maritime Partnership For Peace and Stability”.
Baca Lainnya :
- Armada Perang dari 38 Negara Kumpul di Bali, Multilateral Naval Exercise Komodo 2025 Dimulai0
- Tim XQR TNI AL Evakuasi ABK Sakit dari Kapal Liberia MV. ALS KRONOS di Perairan Jayapura0
- Penyelundupan 74 Karung Ballpress Ditutupi Jengkol, Digagalkan Tim F1QR dan Bea Cukai di Pontianak0
- Jelang MNEK 2025, Kasal Bersama Pimpinan Angkatan Laut 4 Negara Gelar Diskusi Bilateral0
- 14 Bulan Jalankan Misi PBB di Lebanon, Satgas MTF TNI AL Tiba di Indonesia, Kasal: Kepercayaan Dunia0
Latuhan ini menitikberatkan kepada penanggulangan bencana alam dan bantuan kemanusiaan atau Humanitarian Asisstance/Disaster Relief (HA/DR), serta ancaman bersama aspek maritim atau yang bersifat nonwar-fighting, yang merupakan aktualisasi tugas pokok TNI AL di bidang Operasi Militer Selain Perang (OMSP).
Diungkapkan oleh Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali dalam kesempatan terpisah, urgensi dari latihan ini adalah untuk meningkatkan kerja sama, bilateral regional dan multilateral pada seluruh negara untuk bergabung dalam menghadapi bencana alam, mitigasi terhadap bencana dan membantu negara-negara yang kesulitan serta masalah kemanusiaan lainnya. (Riz/Oryza)











