- Tuntas Pemadaman KMP Batumandi, Kemenhub Kerahkan KN Trisula P.111 untuk Pendinginan
- IPC TPK Gandeng Mitra Operasional Deklarasi Pelabuhan Bersih Bebas Pungli
- Heboh Lagi Kebakaran Kapal Berbendera Indonesia: Analisis Kasus Kebakaran KMP Batumandi
- Kondisi Kapal KMP Batumandi Kini, Penanganan Korban Luka Bakar, Anak-anak dan Lansia
- Menhub Minta Polri-KNKT Usut Kebakaran KMP Batumandi, Kapolri: Kami akan Selidiki
- Lewat Karirhub, Kemnaker dan Universitas Harkat Negeri Jembatani Kampus dan Industri
- InaSkills 2026 Digelar 26-31 Oktober, Jaring Talenta Keterampilan Nasional
- Jaga Pesisir Pantura, Pelindo Dukung Pemulihan Ekosistem Mangrove di Demak
- Jajaran Komisaris PELNI Temui Kasal Laksamana TNI Muhammad Ali di Mabesal Cilangkap
- KMP Batumandi Angkut 420 Penumpang Dimangsa Api, TNI AL Kerahkan 3 Kapal dan Tim Kesehatan
Pesantren Diminta Lahirkan Mujahid Ekonomi dan Sejahterakan Masyarakat Sekitar

Keterangan Gambar : Wapres KH Ma'ruf Amin acara Sarasehan Ekonomi, Keuangan Syariah dan Peresmian Zona Kuliner Halal, Aman dan Sehat Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Foto: Setwapres
Indonesiamaritimenews.com (IMN), SURABAYA: Pesantren di Indonesia dituntut mampu melahirkan para mujahid (pejuang) ekonomi, selain juga mencetak SDM yang memahami agama dengan baik. Hal ini sebagai upaya mewujudkan pesantren sebagai pusat pemberdayaan ekonomi umat untuk mendukung kemandirian santri dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya.
Hal ini dikatakan oleh Wakil Presiden (Wapres) KH Ma'ruf Amin saat menghadiri acara Sarasehan Ekonomi, Keuangan Syariah dan Peresmian Zona Kuliner Halal, Aman dan Sehat Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Rabu (30/08/2023).
Baca Lainnya :
- Kukuhkan Pramuka Garuda Siaga Kwarcab Jakarta Barat, Ini Pesan Walikota Uus Kuswanto0
- Keren! 5 Taruna Politeknik AUP Raih Apresiasi KKP, ini Inovasinya di Bidang Eduwisata Perikanan0
- Difasilitasi IPC TPK dan Pelindo Grup, Ratusan Anak Muda Tanjung Priok Dilatih Soft Skill 0
- Lepas 73 Lulusan Satdik KP Magang ke Jepang dan Taiwan, ini Pesan Menteri Trenggono0
- KKP Gandeng Pukyong National University Kembangkan Ocean Institute of Indonesia0
“Kemandirian ekonomi santri, pesantren, dan masyarakat sekitar niscaya akan meningkatkan kesejahteraan umat,” kata Wapres.
Lebih jauh, Wapres Ma'ruf Amin memaparkan bahwa program kemandirian yang banyak dikenal melalui pesantren, salah satunya adalah program One Pesantren One Product (OPOP). Menurutnya, keunikan program OPOP adalah mekanisme dan jenis produk yang disesuaikan dengan potensi unggulan lokal.
“Program ini patut diperluas, baik di Jawa Timur yang saat ini memiliki 5000 lebih pesantren, juga di wilayah lainnya,” pintanya.
Oleh karena itu, Wapres meminta agar jiwa kewirausahaan syariah yang inovatif dan kreatif terus ditumbuhkan. Hal ini penting karena Indonesia membutuhkan para wirausahawan yang mampu menggali dan menampilkan keunggulan sumber daya wilayah, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
“Akselerasi ekonomi pascapandemi akan lebih inklusif dan merata, jika digerakkan oleh para pelaku usaha yang produktif sekaligus menerapkan prinsip kebaikan syariah,” ungkap Wapres.
Menutup sambutannya, Wapres mengapresiasi terbentuknya Zona KHAS (Zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat) di kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Ia berharap dengan banyaknya Zona KHAS di berbagai tempat akan semakin meningkatkan rasa nyaman masyarakat dalam mengonsumsi produk halal.
“Semoga seterusnya makin banyak kemunculan Zona KHAS di seluruh pelosok Indonesia, demi menghadirkan kenyamanan dan keamanan konsumsi produk halal bagi masyarakat,” tutup Wapres. (Arr/Oryza)











