- General Manager KSOP TPK Koja Banu Astrini, Apresiasi Pekerja dan Pengguna Jasa Pendonor Darah
- TTL Sambut Maiden Voyage MV WANTAI,Rutin Setiap Minggu,Perkuat Akses Surabaya-Tiongkok
- Optimisme Masyarakat, Kabupaten Garut Utara Segera Menjadi Prioritas Nasional Otonomi Daerah
- Libur Panjang Aman & Lancar, ASDP Menyeberangkan 804 Ribu Penumpang dan 215 Ribu Kendaraan
- KM Tri Samudra Jaya 69 terbakar, Pos Binpotmar TNI AL Turun Tangan
- KKP Dorong Partisipasi Nelayan, Subjek Utama Pengembangan Kawasan Pesisir Marunda
- Ryamizard Ryacudu Dimakamkan di TMP Kalibata, Menhan Sjafrie Pimpin Upacara
- Presiden Prabowo: Pancasila Landasan Utama Pembangunan Ekonomi Nasional
- Kemandirian Terpaksa Missile City Iran
- KKP Dorong Kontes Arwana Indonesia Mendunia, Menjadi Komunitas Unggulan
Arus Petikemas SPTP Tumbuh 6 Persen, Ini Rinciannya

Keterangan Gambar : Terminal Petikemas Surabaya. Foto: SPTP
Indonesiamaritimenews.com (IMN), SURABAYA: PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) mencatat arus peti kemas semester 1 tahun 2024 sebanyak 5,84 juta teus. Jumlah tersebut tumbuh sekitar 6 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2023 yang tercatat sebanyak 5,51 juta teus.
Corporate Secretary PT Pelindo Terminal Petikemas, Widyaswendra mengatakan arus peti kemas tersebut terdiri dari 1,83 juta teus peti kemas internasional dan 4,01 juta teus peti kemas domestik.
Baca Lainnya :
- Direlokasi dari Tanjung Priok, 2 Unit RTGC Perkuat Terminal Teluk Lamong0
- Transformasi Digital Pelindo Diapresiasi DPC INSA dan ALFI-ILFA Lampung0
- Pelindo Regonal 2 Buktikan Kinerja Positif, Ini Rinciannya0
- Kinerja TPK Koja Impresif, Lampaui Target, Pencapaian Semester Pertama 2024 Meningkat Signifikan0
- Puluhan Pekerja Pelindo Regional 2 Sigap Padamkan Kebakaran dan Evakuasi Karyawan0
“Peti kemas internasional tumbuh sekitar 5,76 persen jika dibandingkan dengan semester 1 tahun 2023 dan peti kemas domestik tumbuh sekitar 6 persen jika dibandingkan dengan periode tahun sebelumnya,” jelas Widyaswendra, dalam keterangan tertulis, dikutip Rabu (24/7/2024).
Pertumbuhan arus peti kemas dipengaruhi sejumlah faktor pada anak perusahaan TPS Surabaya. Misalnya, pada terminal tersebut kunjungan kapal peti kemas internasional tercapai sebanyak 492 unit kunjungan kapal dari yang direncanakan sebanyak 465 unit kunjungan kapal.
Demikian juga dengan kunjungan kapal peti kemas domestik, semester 1 tahun 2024 direncanakan sebanyak 88 kunjungan kapal terealisasi sebanyak 117 kunjungan kapal.
Peningkatan serupa juga terjadi di Kaltim Kariangau Terminal (KKT). Terjadi ada peningkatan arus peti kemas yang berkaitan dengan kebutuhan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Arus peti kemas di KKT tumbuh sekitar 21 persen dari 96 ribu teus di semester 1 tahun 2023 meningkat menjadi 117 ribu teus di semester 1 tahun 2024.
“Kami menargetkan arus peti kemas selama tahun 2024 sebanyak 12 juta teus dan kami optimis target tersebut dapat tercapai sejalan peningkatan arus peti kemas di semester 1 tahun 2024 ini,” tambah Widyaswendra.
BERBAGAI UPAYA
Direktur The National Maritime Institute (Namarin) Siswanto Rusdi, menyebut upaya kontainerisasi muatan dapat menjadi salah satu upaya PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) untuk meningkatkan pertumbuhan arus peti kemas. Tak hanya itu, untuk mendukung upaya kontainerisasi SPTP perlu melakukan pembenahan di sejumlah pelabuhan khususnya di wilayah timur Indonesia.
Di sisi lain, upaya untuk meningkatkan arus peti kemas luar negeri dapat dilakukan dengan penyediaan terminal yang berfungsi sebagai transshipment hub.
Siswanto juga menilai perlu dilakukan kajian yang menyeluruh bersama semua pihak termasuk pemerintah. Keberadaan ekosistem yang kuat mulai dari kemudahan bunker, lokasi berlabuh, sistem keuangan dan pembayaran, pemanduan dan penundaan kapal, dan hal lainnya sangat dibutuhkan dalam mewujudkan transhipment hub internasional yang dimimpikan.
“Sudah saatnya Pelindo memperluas portofolio pengelolaan terminal peti kemas untuk menunjukkan bahwa Indonesia mampu, kalau di dalam negeri Pelindo menguasai pangsa pasar, akan lebih baik jika bisa memperluas di level internasional minimal Asia Tenggara,” pungkas Siswanto. (ARRY/Oryza)











