- Perahu terbalik, 2 Nelayan Diselamatkan Prajurit KRI BHT-370 di Selat Madura
- Setetes Harapan, Donor Darah, di Hari Jadi IPC TPK Himpun 128 Kantong
- Dankodaeral IV Tegaskan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia Harus Jadi Agen Perubahan
- Pelindo Regional 2 Banten Gelar Doa Bersama dan Santuni Anak Yatim
- Besok 1 Agustus Ada Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas, Menag: Mari Kita Sambut Bulan Kemerdekaan RI
- TNI AL Gagalkan Peredaran Puluhan Ribu Bungkus Rokok Ilegal di Merauke
- Belut Kalimantan Naik Kelas ke Pasar Global, Tembus Ekspor Tiongkok
- Rangkaian HUT Kodaeral Tahun 2026, Kodaeral IV Gelar Bakti Kesehatan dan Bakti Sosial untuk Masyarakat
- Apresiasi Hari Puisi Indonesia 2026, Menteri Kebudayaan Fadli Zon Harapkan Lahir Penerus Penyair Chairil Anwar
- Tembakan Meriam-76 TNI AL Getarkan Laut Rusia
Mendarat di Pantai Banongan, Tank Amfibi Korps Marinir TNI AL Turunkan Pasukan Infanteri

Keterangan Gambar : Kendaraan tempur Kavaleri Korps Marinir TNI AL medarat di Pantai Banongan Situbondo. Foto: Dispenal
Indonesiamaritimenews.com (IMN), SITUBONDO: Kendaraan tempur Kavaleri Korps Marinir TNI AL bersama Japan Ground Self-Defense Force (JGSDF), United States Marine Corps (USMC) dan Singapore Army serta unsur-unsur tempur yang tergabung, melakukan serbuan operasi pendaratan amfibi di Pantai Banongan, Asembagus, Situbondo, Jawa Timur. Minggu (10/9/2023).
Serbuan ini menjadi salah satu bagian dalam rangka Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Super Garuda Shield (SGS) tahun 2023.
Baca Lainnya :
- Semarak Panggung Prajurit HUT TNI AL, Bergoyang Bersama Keluarga Besar Kolinlamil0
- Tiba di Banjarmasin, Tim Putih Ekspedisi Maritim Gelar Baksos dan Ziarah Makam0
- Tim Putih Ekspedisi Maritim TNI AL 2023 Bergerak dari Pontianak0
- Ekspedisi Maritim 2023, TNI AL Lepas Tim Merah dari Tarakan0
- TNI AL Gelar Program Kali Bersih Nusantara, Kasal: Wujudkan Visi Indonesia Emas0
Mendarat gelombang pertama unsur Tank amfibi kendaraan tempur Tank BMP 3F, disusul mendarat gelombang ke dua unsur kendaraan pendarat amfibi LVT-7 A1 mendaratkan pasukan Infanteri. Pendaratan ini guna menguasai pantai yang dikuasai oleh musuh dan KAPA K61 mengangkut Meriam Howitzer 105 mm ke pantai pendaratan.
Puncak dari Latihan Gabungan Bersama Super Garuda Shield tahun 2023 yaitu mengaplikasikan operasi pendaratan amfibi antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Komando Indo-Pasifik AS (INDOPACOM) serta melibatkan negara-negara satu kawasan.
Komandan Resimen Kavaleri 2 Marinir Kolonel Mar Muhammad Rizal mengatakan, latihan gabungan bersama ini bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme prajurit Korps Marinir TNI AL. "Diharapkan latihan inj dapat meningkatkan kerja sama bilateral antara militer dan membangun hubungan militer yang positif," kata Kolonel Rizal.
“Selain itu bertujuan untuk mengembangkan kemampuan dan melaksanakan fungsi gabungan, prosedur staf memanfaatkan kemampuan kodal dari fungsi gabungan antar matra Angkatan Darat, Laut, Udara dan Koopssus TNI,” pungkasnya. (Riz/Oryza)











