- Gelorakan Semangat Merah Putih di Pesisir, Posal dan Posbabinpotmar Kodaeral XII Bagikan Bendera
- Menaker: Balai K3 Garda Terdepan Pencegahan Kecelakaan Kerja
- Gubernur Pramono Luncurkan Call Centre 1500813, Layanan Derek Gratis hingga Kawal Jenazah
- Ekspedisi Rupiah Berdaulat, KRI Terapang-648 dan BI Menembus Pulau 3T di Jawa Timur
- TNI AL Ajak Warga Makassar Seru-seruan Bersama Kapal Siluman Canggih KRI Golok-688
- Bawa 1,3 Ton Narkoba, Kapal Berbendera Tanzania MV King Sun Disergap KRI Kerambit-627
- Wuiih.. Lele Bandung Mendunia, Tembus Pasar Taiwan
- Pembangunan Kapal Selam Scorpene Evolved Dimulai, Kasal Pimpin Pemotongan Baja Pertama
- Sistem Pemantauan & Ketertelusuran Perikanan Tuna Diperkuat, KKP Terapkan Mekanisme Berlapis
- Sujud Syukur, Operasi Terintegrasi TNI 2026 di Dabo Singkep Lancar dan Sukses
Menaker: Balai K3 Garda Terdepan Pencegahan Kecelakaan Kerja

Keterangan Gambar : Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli meninjau dan memberikan arahan kepada pegawai Balai K3 Bandung di Bandung, Jumat (7/8/2026). Foto: Kemnaker
Indonesiamaritimenews.com (IMN), BANDUNG: Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) akan mentransformasi Balai Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di seluruh Indonesia menjadi garda terdepan dalam pencegahan kecelakaan kerja.
Transformasi tersebut diarahkan untuk mengubah orientasi Balai K3 yang selama ini lebih banyak berfokus pada layanan laboratorium, administrasi, dan sertifikasi menjadi lebih proaktif dalam memperkuat budaya K3 melalui edukasi, pendampingan, dan intervensi langsung kepada perusahaan. Tujuannya untuk mencegah kecelakaan kerja dan Penyakit Akibat Kerja sedini mungkin sehingga risikonya dapat ditekan.
Hal tersebut disampaikan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli, saat meninjau dan memberikan arahan kepada pegawai Balai K3 Bandung di Bandung, Jumat (7/8/2026).
Baca Lainnya :
- PWI dan AFPI Perkuat Literasi Pindar, Pers Garda Terdepan Edukasi Publik Lawan Pinjol Ilegal0
- Kapal Terbakar di Belawan, Patkamla Rubiah Sigap Evakuasi ABK0
- PWI Pusat-AFPI Gelar Workshop Jurnalistik Bahas Pindar Inklusi Keuangan, dan Perlindungan Publik0
- Lomba Agustusan Keluarga Besar Kolinlamil, Seru dan Gelak Tawa0
- Perahu terbalik, 2 Nelayan Diselamatkan Prajurit KRI BHT-370 di Selat Madura0
Menaker mengatakan, selama ini Balai K3 yang dikenal sebagai Hiperkes lebih banyak berfokus pada urusan administrasi, sertifikasi, dan pengujian laboratorium yang menghasilkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Ke depan, Balai K3 harus hadir lebih kuat di lapangan dengan mendampingi industri dalam mencegah terjadinya kecelakaan kerja.
"Sekarang fungsi utamanya bergeser ke arah promotif dan preventif, yaitu memberikan edukasi dan bimbingan sebelum pengawasan atau tindakan hukum dilakukan," katanya.
Menaker Yassierli menjelaskan, Balai K3 memiliki dua instrumen utama yang dapat dioptimalkan untuk membantu perusahaan menurunkan risiko kecelakaan kerja, yakni Norma 100 dan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3).
Norma 100 dapat digunakan perusahaan untuk mengukur tingkat kep atuhan secara mandiri, sedangkan SMK3 membantu perusahaan mengidentifikasi dan memetakan potensi bahaya di tempat kerja agar dapat dilakukan langkah pencegahan sejak dini.
Menurutnya, kedua instrumen tersebut harus dioptimalkan agar penerapan K3 tidak berhenti pada pemenuhan administratif atau perolehan sertifikat, tetapi benar-benar menjadi bagian dari praktik keselamatan di tempat kerja.
"Tujuannya bukan sekadar mengejar sertifikat, tetapi memastikan perusahaan benar-benar memahami cara menjaga keselamatan para pekerjanya," ujarnya.
Intervensi Terarah
Selain mengoptimalkan instrumen K3, Balai K3 diminta melakukan intervensi yang lebih terarah melalui penyusunan peta risiko berdasarkan data kecelakaan kerja di wilayah masing-masing. Pemetaan tersebut menjadi dasar untuk memprioritaskan pembinaan dan pendampingan pada daerah maupun sektor usaha dengan tingkat risiko tinggi.
Untuk memperkuat intervensi di lapangan, Yassierli juga memberikan opsi bagi para Penguji K3 untuk beralih menjadi Pengawas K3 sehingga semakin banyak personel yang dapat melakukan intervensi secara langsung. Ia juga menekankan pentingnya menjaga integritas institusi dan mencegah praktik pungutan liar agar kepercayaan dunia usaha tetap terjaga.
Menaker berharap transformasi Balai K3 menjadikannya mitra strategis dunia usaha dalam membangun budaya keselamatan dan kesehatan kerja sekaligus menekan angka kecelakaan kerja secara berkelanjutan.
"Jadi sekali lagi saya ingin memastikan bahwa setiap personel di Balai K3 menyadari tanggung jawab mulia mereka untuk melindungi hak hidup pekerja/buruh dan menekan angka kecelakaan hingga sekecil mungkin," ujarnya. (Riz/oryza)











