- TNI AL Gelar Kompetisi Menembak Fun Shooting Diikuti 29 Negara, Ini Juaranya
- Apel Saka Bahari 2026, Membentuk Generasi Muda Bervisi Maritim, Tangguh, Siap Hadapi Disrupsi
- Perkuat Konektivitas Antarpulau, Pelindo dan AMANAIR Jajaki Layanan Seaplane
- KKP Jemput Bola Bantu Urus Izin Usaha Perikanan Tangkap di Kampung Nelayan Merah Putih
- Lanal Lampung Bekali Materi Bela Negara, Tanamkan Displin Siswa SMAN 11 Bandar Lampung
- TPK Koja Pastikan Operasional dan Pelayanan Terminal Tetap Lancar dan Terjaga Saat Pekerja Sampaikan Aspirasi
- 13 Hari Hilang di Laut, Rachmad Ditemukan Terdampar di Pulau Republik Palau
- Menteri Trenggono Pastikan 6 Program Prioritas Bawa Manfaat bagi Masyarakat, Apa Saja ?
- Perangi Narkoba, Pelindo Regional 2 dan BNN Jakarta Utara Gelar Sobat Ananda Bersinar di SMAN 80 Jakarta
- 3 Bayi Buaya Langka Sinyulong Diamankan KKP dari Permukiman Nelayan, Ini Penampakannya
Longsor Tambang Galian Batu di Cirebon, 10 Pekerja Tewas

Keterangan Gambar : Tim SAR gabungan mengevakuasi korban longsor galian batu di Cirebon, Jawa Barat. Foto: dok. BNPB
Indonesiamaritimenews.com (IMN), CIREBON: Insiden longsor terjadi di lokasi tambang batu galian C di Gunung Kuda, Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kab. Cirebon, Jabar, Jumat (30/5/2025). Peristiwa tersebut merenggut nyawa 10 orang pekerja.
Diduga masih banyak pekerja yang tertimbun longsoran batu di lokasi tersebut. Tim SAR gabungan dari BPBD, TNI, Polri dan masyarakat bekerja keras mengevakuasi korban dan mencari kemungkinan penambang lain yang masih terjebak di longsoran batu.
Baca Lainnya :
- Pulang dari Pulau Tikus, Kapal Tenggelam di Malabero Bengkulu, 7 Wisatawan Meninggal0
- Kapal Wisata Bocor, 2 Turis Jerman dan Pemandu Wisata Diselamatkan Prajurit Lanal Kumai0
- 2 Korban KM Muchlisa Belum Ditemukan, TNI AL Kerahkan KRI Soputan-9230
- Jenazah Tanpa Indentitas Ngambang di Laut, Dievakuasi Prajurit Lanal Banyuwangi dan Basarnas0
- KMP Muchlisa Tenggelam, 42 Penumpang Selamat, 2 ABK Hilang Masih Dicari0
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan musibah terjadi Jumat pagi sekitar pukul 10.00 WIB.
Berdasar hasil kajian cepat sementara juga dilaporkan ada 3 unit alat berat ekskavator dan 6 unit mobil truk yang tertimbun longsor. Proses evakuasi, operasi pencarian, serta pertolongan dilakukan oleh BPBD dan unsur terkait.
“Personel gabungan dari TNI, Polri dan Basarnas serta dukungan warga setempat membantu dalam operasi darurat tersebut. Operasi pencarian hari ini dihentikan pukul 17.00 WIB dan akan dilanjutkan esok hari,” sambung Abdul Muhari.
Abdul juga mengimbau personel gabungan dan warga untuk berhati-hati dalam melakukan operasi di lapangan, khususnya terhadap potensi longsor susulan. Tidak hanya itu, operasi pencarian juga diharapkan dapat dilakukan dengan tetap mengutamakan keselamatan dan memperhatikan kondisi alam sekitar.
Berikut data sementara korban longsor galian batu:
Identitas tiga korban yang tewas akibat longsor Gunung Kuda:
-Andri (41 tahun) warga Desa Padangbanghar
-Sukadi (48 tahun) bin sana warga Desa Buntet, Kecamatan Astanajapura
-Sanuri (47 tahun) warga Desa Semplo, Kecamatan Palimanan.
Lima orang mengalami luka-luka yakni:
-Taryana (46 tahun) warga indramayu dirujuk ke RS Sumber Hurip
-Heri (35 tahun) warga Desa Mayung mengalami luka ringan di kepala rawat dirujuk ke Puskesmas Dukupuntang
-Iwan Julianto (31 tahun) warga Desa Cipanas luka ringan bahu lengan dan kaki dibawa ke Puskesmas Dukupuntang.
-Andi warga Warajati di rujuk ke RS Sumber Hurip.
-Evan Radiansyah (12 tahun) warga Kecamatan Pabedilan dirujuk ke Puskesmas Dukupuntang.
Tim SAR gabungan akan melakukan pencarian kembali pada Minggu (32/5/2025). (Bow/Oryza)











