- Ringankan Beban Korban Gempa Bumi, KRI Makassar-590 Salurkan Bantuan ke Pulau Palue NTT
- Kasal Laksamana TNI Muhammad Ali Terima Bintang Kehormatan Nishan-e-Imtiaz dari Presiden Pakistan
- Satgas Port Visit 2026 Dilepas Menkopolkam dan Panglima TNI, Emban Misi ke Pasifik Selatan
- Ketum PWI Pusat Lantik Pengurus PWI Surakarta
- Perkuat Rantai Pasok Kotawaringin Barat, TPK Bumiharjo Pererat Kolaborasi Ekosistem Logistik
- Buruan Daftar! Kemnaker Umumkan 81.171 Lowongan Kerja Aktif di Karirhub Masih Terbuka
- Suahasil Nazara Dilantik Jadi Menteri Keuangan, Janji Lanjutkan Program Purbaya
- Purbaya Mendadak Dicopot, Kursi Menteri Keuangan Diisi Suahasil Nazara
- Hari Kedua Tragedi KMP Virgo Transport 8, 129 Penumpang Belum Ditemukan
- IPC TPK Cetak Kinerja Positif hingga Agustus 2026, Pertumbuhan Volume Petikemas 8,37 Persen
KRI Sultan Thaha Syaifuddin-376 dan KRI Sutedi Senoputra-378 Asah Kemampuan Tempur di Laut Natuna

Keterangan Gambar : Dua kapal perang KRI Sultan Thaha Syaifuddin (STS)-376 dan KRI Sutedi Senoputra (SSA)-378 menggelar latihan Gladi Tugas Tempur (Glagaspur) Tingkat III (L-3) di Laut Natuna Utara. Foto: Dispenal
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: Satuan Kapal Eskorta (Satkor) Koarmada I menggelar latihan Gladi Tugas Tempur (Glagaspur) Tingkat III (L-3). Latihan ini melibatkan KRI Sultan Thaha Syaifuddin (STS)-376 dan KRI Sutedi Senoputra (SSA)-378.
Latihan yang digelar pada 11-12 September 2025 di Laut Natuna Utara tersebut bertujuan meningkatkan profesionalisme dan kesiapsiagaan tempur. Dalam latihan tersebut digelar berbagai serial mulai dari tactical maneuvering exercise (tacman), air defence exercise (adex), hingga firing exercise (firex).
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama Tunggul, menyampaikan kedua kapal perang itu menjalani 10 materi latihan selama dua hari di Laut Natuna Utara.
Baca Lainnya :
- Berlabuh di Tarakan, KRI Bima Suci Disambut Adat Melayu Tepung Tawar0
- Patroli Sejuk di Rimba Mangrove Kawasan Perbatasan Bersama Wadan Pasmar 30
- HUT ke-80 TNI AL, Ini Instruksi Kasal Laksamana TNI Muhammad Ali0
- Manuver Kapal Perang TNI AL Unjuk Kebolehan di Operasi Amfibi Super Garuda Shield 20250
- Fregat Terbesar di Asia Tenggara, KRI Brawijaya-320 Tiba di Indonesia, Menhan: Kawal Kedaulatan NKRI0
“Latihan ini sangat berpengaruh terhadap kesiapan dan profesionalisme prajurit TNI AL dalam menjaga kedaulatan Indonesia,” ujar Kadispenal.
Pada hari kedua, rangkaian latihan dilanjutkan dengan publication exercise (pubex), Visit, Board, Search, and Seizure (VBSS), damage control exercise (DC-ex), station keeping by distance line (SKBDL), towing exercise (towex) serta emergency steering drill dan entering harbour.
Seluruh kegiatan menjadi tolok ukur kesiapan unsur TNI AL dalam melaksanakan misi operasi di laut. Latihan ini sangat berpengaruh terhadap kesiapan dan profesionalisme prajurit TNI AL dalam menjaga kedaulatan Indonesia. Hal ini juga sejalan dengan perintah Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali.
Sebagai catatan, KRI Sultan Thaha Syaifuddin-376 adalah korvet kelas Kapitan Patimura. Sebelumnya kapal ini merupakan bagian dari Volksmarine Jerman Timur dengan nama Bad Doberan (222). Kapal ini telah mengalami repowering, meningkatkan efisiensi bahan bakar, daya jelajah, dan kecepatan dari 20,5 knot menjadi 21 knot, serta dilengkapi dengan meriam 57 mm dan 30 mm, kanon CIWS Type 730, dan senjata bawah air.
Sedangkan KRI Sutedi Senoputra-378 adalah kapal.perang korvet kelas Parchim sebelumnya bernama Parchim (242) dari Jerman Timur. Kapal ini dirancang untuk peperangan anti kapal selam di perairan dangkal. Kapal ini dilengkapi dengan meriam kembar 57 mm, senapan 30 mm, tabung peluncur torpedo, ranjau ASW, serta dua peluncur rudal, dan kecepatan maksimum 24 knot. (Arry/Oryza)











