- Pelindo Dukung Percepatan PSEL untuk Solusi Sampah Berkelanjutan, Siapkan Lahan di Bali
- Kinerja Pelindo Terminal Petikemas Tren Positif di Tengah Gejolak Global, 10 Terminal Lampaui Target
- Program Her Impact, Pelindo Group Dorong UMKM Perempuan Menuju Transformasi Digital
- Bakti PELNI untuk Sekolah Anak Jalanan, Siswa Yatim dan Panti Sosial
- Command Center Tanjung Priok Ditutup Arus Logistik Nasional Lancar
- Perkuat Budaya Integritas, Pelindo Regional 4 Gelar Program TWG Angkat Tema ISO 37001
- Tali Asih PWI Pusat untuk Keluarga Almarhum Zulmansyah Sekedang
- Tim SFQR Gagalkan Penyelundupan 5.859 Ekor Benih Bening Lobster di Cilacap
- Ekspor Jambi US$152,9 Juta, Dongkrak Pertumbuhan Arus Peti Kemas IPC TPK Jambi Tumbuh 22,5% Maret 2026
- Harapan Baru Ekosistem Laut Kepulauan Seribu Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Kick-off Konservasi Flora dan Fauna
KRI Sultan Thaha Syaifuddin-376 dan KRI Sutedi Senoputra-378 Asah Kemampuan Tempur di Laut Natuna

Keterangan Gambar : Dua kapal perang KRI Sultan Thaha Syaifuddin (STS)-376 dan KRI Sutedi Senoputra (SSA)-378 menggelar latihan Gladi Tugas Tempur (Glagaspur) Tingkat III (L-3) di Laut Natuna Utara. Foto: Dispenal
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: Satuan Kapal Eskorta (Satkor) Koarmada I menggelar latihan Gladi Tugas Tempur (Glagaspur) Tingkat III (L-3). Latihan ini melibatkan KRI Sultan Thaha Syaifuddin (STS)-376 dan KRI Sutedi Senoputra (SSA)-378.
Latihan yang digelar pada 11-12 September 2025 di Laut Natuna Utara tersebut bertujuan meningkatkan profesionalisme dan kesiapsiagaan tempur. Dalam latihan tersebut digelar berbagai serial mulai dari tactical maneuvering exercise (tacman), air defence exercise (adex), hingga firing exercise (firex).
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama Tunggul, menyampaikan kedua kapal perang itu menjalani 10 materi latihan selama dua hari di Laut Natuna Utara.
Baca Lainnya :
- Berlabuh di Tarakan, KRI Bima Suci Disambut Adat Melayu Tepung Tawar0
- Patroli Sejuk di Rimba Mangrove Kawasan Perbatasan Bersama Wadan Pasmar 30
- HUT ke-80 TNI AL, Ini Instruksi Kasal Laksamana TNI Muhammad Ali0
- Manuver Kapal Perang TNI AL Unjuk Kebolehan di Operasi Amfibi Super Garuda Shield 20250
- Fregat Terbesar di Asia Tenggara, KRI Brawijaya-320 Tiba di Indonesia, Menhan: Kawal Kedaulatan NKRI0
“Latihan ini sangat berpengaruh terhadap kesiapan dan profesionalisme prajurit TNI AL dalam menjaga kedaulatan Indonesia,” ujar Kadispenal.
Pada hari kedua, rangkaian latihan dilanjutkan dengan publication exercise (pubex), Visit, Board, Search, and Seizure (VBSS), damage control exercise (DC-ex), station keeping by distance line (SKBDL), towing exercise (towex) serta emergency steering drill dan entering harbour.
Seluruh kegiatan menjadi tolok ukur kesiapan unsur TNI AL dalam melaksanakan misi operasi di laut. Latihan ini sangat berpengaruh terhadap kesiapan dan profesionalisme prajurit TNI AL dalam menjaga kedaulatan Indonesia. Hal ini juga sejalan dengan perintah Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali.
Sebagai catatan, KRI Sultan Thaha Syaifuddin-376 adalah korvet kelas Kapitan Patimura. Sebelumnya kapal ini merupakan bagian dari Volksmarine Jerman Timur dengan nama Bad Doberan (222). Kapal ini telah mengalami repowering, meningkatkan efisiensi bahan bakar, daya jelajah, dan kecepatan dari 20,5 knot menjadi 21 knot, serta dilengkapi dengan meriam 57 mm dan 30 mm, kanon CIWS Type 730, dan senjata bawah air.
Sedangkan KRI Sutedi Senoputra-378 adalah kapal.perang korvet kelas Parchim sebelumnya bernama Parchim (242) dari Jerman Timur. Kapal ini dirancang untuk peperangan anti kapal selam di perairan dangkal. Kapal ini dilengkapi dengan meriam kembar 57 mm, senapan 30 mm, tabung peluncur torpedo, ranjau ASW, serta dua peluncur rudal, dan kecepatan maksimum 24 knot. (Arry/Oryza)











