- Besok 1 Agustus Ada Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas, Menag: Mari Kita Sambut Bulan Kemerdekaan RI
- TNI AL Gagalkan Peredaran Puluhan Ribu Bungkus Rokok Ilegal di Merauke
- Belut Kalimantan Naik Kelas ke Pasar Global, Tembus Ekspor Tiongkok
- Rangkaian HUT Kodaeral Tahun 2026, Kodaeral IV Gelar Bakti Kesehatan dan Bakti Sosial untuk Masyarakat
- Apresiasi Hari Puisi Indonesia 2026, Menteri Kebudayaan Fadli Zon Harapkan Lahir Penerus Penyair Chairil Anwar
- Tembakan Meriam-76 TNI AL Getarkan Laut Rusia
- Menuju 5 Abad Jakarta: Lompatan Peradaban Digital, Kompetisi Global dan Kesiapan SDM
- Arus Petikemas IPC TPK Panjang Tumbuh Signifikan 73,7 Persen Juni 2026
- Program NPEA Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Salurkan 1.040 Paket Sembako kepada Nelayan Kalibaru
- Ketahuan TNI AL, Penyelundupan 10.000 Benih Lobster di Lombok Timur Gagal
KRI Belati-622, Kapal Cepat Rudal Buatan Anak Bangsa Perkuat TNI AL

Keterangan Gambar : TNI AL kembali diperkuat oleh kapal produksi dalam negeri yaitu Kapal Cepat Rudal (KCR) 60 yang diberi nama KRI Belati-622. Foto: Dispenal
Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: TNI AL kembali diperkuat oleh kapal produksi dalam negeri buatan PT. Tesco Indomaritim. Armada tersebut yaitu Kapal Cepat Rudal (KCR) 60 yang diberi nama KRI Belati-622.
Peluncuran kapal ini digelar dalam acara Shipnaming, dipimpin langsung oleh Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, didampingi Ketua Umum Jalasenastri Ny. Fera Muhammad Ali di Dermaga Jetski Cafe, Pantai Mutiara, Jakarta, Rabu (1/10/2025).
Dalam amanatnya, Kasal menyampaikan penggunaan nama belati melambangkan karakter daya gerak dan manuver kapal yang cepat, terarah, dan efektif yang menuntut akselerasi cepat, singkat, dinamis, perubahan arah presisi, serta keputusan yang tepat dan tegas yang memanfaatkan momentum.
Baca Lainnya :
- Prajurit TNI AL dan Italian Navy Asah Kemampuan Penyelamatan Kapal Selam di Teluk Taranto0
- Kapal Perang Filipina Philippine Navy BRP Artemio Ricarte (PS-37) Merapat di Bitung, Ada Apa ?0
- Patroli Gabungan Koderal X dan BPPD, Jaga Kedaulatan Negara, Cek Patok Batas Laut0
- Dubes Rusia Temui Kasal Laksamana TNI Muhammad Ali, Perkuat Kerja Sama Pertahanan Maritim0
- Dum !! Dentuman Meriam KRI Halasan-630 Guncang Laut Dabo Singkep0
“Terbangunnya kapal ini menegaskan bahwa bangsa Indonesia mampu berdiri di atas kaki sendiri dalam pemenuhan kebutuhan Alutsista, khususnya untuk memperkuat postur kekuatan maritim,” ujar Kasal.
Kapal ini merupakan kapal perang multifungsi yang dapat difungsikan sebagai kapal patroli maupun kapal kombatan. Kapal ini terbuat dari material Marine Aluminium, didesain dengan konsep Hybrid Mechanical Propulsion System yaitu kombinasi antara system propulsi water jet dengan propeller untuk menghasilkan kecepatan tinggi, manuver yang lincah dan hemat bahan bakar serta mampu beroperasi di seluruh Perairan Indonesia.
Adapun spesifikasinya adalah panjang 62 M, lebar 9 M, tinggi 5 M, dan berat 500 ton. Memiliki kecepatan maksimal hingga 30 knots serta kapasitas 62 personel. Kapal ini juga dilengkapi Combat Management System (CMS) dengan persenjataan Surface-to-Surface Missile Roketsan Atmaca, 1 unit Meriam 40 mm Leonardo Marlin 40 RC, serta 2 unit meriam 20 mm.
TNI AL kini mengoperasikan KCR 60 yang tersebar di Koarmada I, II, dan III. Kehadiran kapal ini diharapkan semakin meningkatkan kemampuan operasi laut, baik dalam Operasi Militer Perang (OMP) maupun Operasi Militer Selain Perang (OMSP), termasuk misi pengamanan perbatasan dan operasi SAR. KRI Belati-622 rencananya akan ditempatkan di Satuan Kapal Cepat (Satkat) Koarmada III.
Pembangunan kapal ini merupakan bagian dari komitmen TNI AL dalam memperkuat postur pertahanan laut sekaligus mendukung kemandirian industri pertahanan dalam negeri.
Sesuai dengan perintah Kasal Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, KRI Belati-622 tidak hanya menjadi wujud nyata kekuatan maritim TNI AL, tetapi juga bukti nyata kemampuan industri pertahanan nasional yang mampu membangun alutsista modern untuk menjaga kedaulatan NKRI.
Kasal menyampaikan, KRI Belati-622 ini juga akan mengikuti Sailing Pass pada tanggal 2 Oktober 2025 sebelum berangkat ke jajaran Koarmada III bersama dengan dengan unsur-unsur KRI, pesawat udara (pesud) TNI AL, sedi demonstrasi pertempuran di laut oleh Pasukan Khusus Laut (Pasusla) di Teluk Jakarta dalam rangka Presidential Inspection menyambut HUT ke-80 TNI. (Arry/Oryza)











