- Disergap TNI AL, Kapal Penyelundup Balpress dan Rokok Bodong Tak Berkutik
- KNMP di NTT-NTB Mampu Dongkrak Ekonomi Daerah Rp29,2 Miliar Tiap Tahun
- Angkutan Lebaran 2026, Menhub Cek Kesiapan Armada Kapal dan Pelabuhan di Maluku Utara
- Menteri Trenggono Dorong Pengembangan Budidaya Kerang Mutiara di Pulau Bungin
- PTP Nonpetikemas Cabang Banten, Ekspor Perdana Wind Mill Tower ke Kanada
- Sertifikasi Kompetensi Digital, IPC TPK Dorong Generasi Muda Pesisir Mandiri
- Arus Logistik Meningkat, Merauke Butuh Depo Peti Kemas di Luar Pelabuhan
- Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Indonesia Timur, KKP Terjunkan 87 Surveyor
- Perkuat Layanan Petikemas Teluk Bayur, IPC TPK Tambah Reach Stacker
- PELNI Sambut Mudik Lebaran 2026: Layanan Berkualitas, Penumpang Nyaman, Ada Sarapan Nusantara
Kasal Dianugerahi Gelar Datuk Seri Segara Utama Setia Wangsa, Tetua Adat: Jadi Panutan

Keterangan Gambar : Kasal Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali dianugerahi gelar Datuk Seri Segara Utama Setia Wangsa oleh Lembaga Adat Melayu Riau (LAMRI). Foto: Dispenal
indonesiamaritimenews.com (IMN), RIAU: Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali kini menjadi Melayu sejati. Kasal didampingi oleh Ketua Umum Jalasenastri Ny. Fera Muhammad Ali, menerima gelar adat 'Datuk Seri Segara Utama Setia Wangsa'.
Gelar adat kehormatan diberikan oleh Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) bertempat di Balairung Tenas Effendy Balai Adat Melayu Riau, Rabu (5/6/2024).
Baca Lainnya :
- Catat! Damri Buka Rute Transjawa Jakarta-Surabaya-Malang dari Pool Cawang0
- Perkuat Peran Masyarakat Hukum Adat Kelola Pesisir dan Pulau Kecil, Begini Langkah KKP0
- Belajar Literasi dan Inovasi Mengajar dari Guru Bunda Heriningsih0
- Guru dan Siswa Jabodetabek Serahkan Buku Sastra ke PDS HB Jassin0
- Antitesa, Geliat Perempuan dan Teks Kebangsaan di PDS HB Jassin Jakarta0
Gelar adat Datuk Seri Segara Utama Setia Wangsa itu memiliki arti “Seorang pemimpin yang penuh dengan kebaikan dan kemuliaan, memiliki kekuatan yang besar, serta mampu pula menggunakan kekuatannya untuk menjalankan kewajiban dan menjunjung kesetiaan kepada bangsa dan negara”.
Seusai menerima gelar tersebut, Kasal menyampaikan ucapan terima kasih atas penganugerahan gelar adat melayu yang diberikan oleh LAM Riau kepadanya. Menurut Kasal, secara pribadi gelar ini terasa sungguh membanggakan dan gelar tersebut menjadi kehormatan tersendiri serta merupakan amanah yang harus dijaga.
“Penganugerahan ini juga memberikan konsekuensi kepada saya selaku Kepala Staf TNI Angkatan Laut maupun pribadi, untuk dapat mencurahkan perhatian dan segala daya upaya, bersama-sama dengan pemerintah daerah serta masyarakat Riau guna meningkatkan keamanan wilayah di perairan laut”, tegas Kasal.
SOSOK PANUTAN
Senada dengan itu, Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAM Riau, Datuk Seri Raja Marjohan Yusuf mengatakan, Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali sudah menjadi Melayu yang sejati. Gelar Datuk adat yang diberikan merupakan sosok panutan, manghaluskan yang kasar, meluruskan yang melintang, dan membetulkan yang salah.
”Datuk adat adalah tempat yang kusut diselesaikan, keruh dijernihkan, tempat sengketa diselesaikan, tempat hukum dijalankan, tempat adat ditegakkan, serta menjadi tempat undang-undang”, ungkap Datuk Seri Raja Marjohan Yusuf.
Bagi Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali dalam perjalanan kariernya, wilayah Kepulauan Riau sangatlah tidak asing lagi. Tercatat pimpinan tertinggi TNI AL ini pernah menjabat sebagai Komandan Pangkalan TNI AL Dumai, Kepala Staf Gugus Keamanan Laut Komando Armada Barat, Panglima Komando Armada Barat, hingga menjadi Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I yang Markas Komandonya berada di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau.
Selain menerima penganugerahan gelar adat, dalam kunjungannya ini, Kasal beserta beserta rombongan meninjau acara bakti kesehatan sunatan massal dan bakti sosial (penyerahan bahan kontak) serta memberikan tali asih yang berlangsung di Pangkalan TNI AL Dumai tepatnya di Pos Babinpotmar Perawang. (MAR)











