- Presiden Prabowo dan Raja Charles III Perkuat Diplomasi Konservasi Gajah Peusangan
- Tol Laut Dinilai Belum Berhasil,Muatan Tak Seimbang Kapal Balik Muatan Minim
- Dua Kapal Perang TNI AL Perkuat Keamanan Laut Timur Indonesia
- Tarif 0% Ekspor Tuna ke Jepang, KKP Siap Fasilitasi Unit Pengolah Ikan, Ini Tata Caranya
- Tugboat Equator 10 Bocor di Laut Jawa, KM Kelimutu Bantu Evakuasi 8 Awak Kapal
- Kecelakaan di Laut Arafuru, KRI Banjarmasin-592 Selamatkan 12 ABK KM Putra Kwantan
- Timba Ilmu Bahari: Taruna TNI, Akpol dan Mahasiswa Unhan Berlayar Naik KRI Radjiman Wedyodiningrat
- Hari Dharma Samudera, Tabur Bunga dan Bakti Sosial di Bangka Belitung
- Presiden Prabowo Perkuat Kemitraan Strategis Indonesia–Inggris
- IPC TPK Mantapkan Arah Strategis 2026, Ini Strateginya
Kapal Vietnam Sering Ditangkapi, Kini Indonesia Ajak Kerja Sama Perikanan

Keterangan Gambar : Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Sakti Wahyu Trenggono bertukar dokumen kerja sama perikanan dengan Menteri Pertanian dan Pembangunan Pedesaan Vietnam, Mr. Le Minh Hoan di Istana Kepresidenan Vietnam di Kota Hanoi, Jumat (12/1/2024). Foto: KKP
Indonesiamaritimenews com (IMN),HANOI: Indonesia menggandeng Vietnam untuk bekerja sama di bidang perikanan. Komitmen ini dilakukan saat kunjungan kerja Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono ke Kota Hanoi mendampingi Presiden Joko Widodo.
Di hadapan Presiden RI Joko Widodo dan Presiden Vietnam Võ Văn Thưởng, Menteri Sakti Wahyu Trenggono bertukar dokumen kerja sama perikanan dengan Menteri Pertanian dan Pembangunan Pedesaan Mr. Le Minh Hoan di Istana Kepresidenan Vietnam di Kota Hanoi, Jumat (12/1/2024).
"Insya Allah dengan sinergi dua negara tetangga yang punya semangat maju bersama, bisa mendorong majunya sektor perikanan di masing-masing negara," ungkap Menteri Trenggono dalam siaran resmi KKP di Jakarta.
Baca Lainnya :
- Hadapi Tuduhan Anti Dumping, Ini Strategi KKP0
- Smart Fisheries Village (SFV) Basring Dikembangkan KKP Jadi Pusat Eduminawisata0
- Kuatkan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan, Ini Strategi KKP0
- Pengerukan Pasir Timah di Kepri Distop KKP, Kapal Isap Ditangkap0
- Cegah Penyelundupan Benih Lobster Jalur Udara, KKP Perketat Pengawasan di 3 Bandara0
Trenggono menjelaskan, lingkup kerja sama mencakup banyak lini dari sektor hulu hingga hilir. Di antaranya pembangunan perikanan tangkap dan budidaya berkelanjutan, penjaminan kualitas dan keamanan produk perikanan, investasi, hingga pengolahan, promosi, dan perdagangan produk perikanan.
Kerja sama dengan Vietnam termasuk pada perlawanan terhadap praktik illegal, unreported, unregulated fishing, pertukaran informasi data perikanan, transfer teknologi dan pertukaran ahli, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.
"Salah satu poin dalam kerja sama ini menyangkut pengembangan budidaya lobster di Indonesia," beber Trenggono.
Ia optimistis jalinan kerja sama akan memperkuat produktivitas perikanan di masing-masing negara. Kerja sama ini sekaligus menunjukkan komitmen Indonesia dan Vietnam dalam memerangi praktik perikanan ilegal yang berdampak buruk pada kelestarian ekologi dan perekonomian negara.
"Saya meyakini Indonesia di masa depan mampu menjadi bagian penting dalam rantai pasok produk lobster dunia. Kerja sama ini pun sangat potensial menjadikan dua negara sebagai juara sektor perikanan di kawasan," pungkas Trenggono.
Sebagai informasi, Vietnam selama ini termasuk pasar produk perikanan Indonesia. Berdasarkan data KKP, ekspor perikanan Indonesia ke Vietnam pada tahun 2023 mencapai USD126,5 juta. Komoditas utamanya berupa cumi sotong gurita, tuna tongkol cakalang, rumput laut, udang, dan produk perikanan lainnya.
Di sisi lain, kapal berbendera Vietnam juga kerap ditangkap di perairan Indonesia baik oleh patroli KKP maupun TNI AL karena kedapatan melakukan illegal fishing atau mencuri ikan. (Fat/Oryza)











