- KKP Mulai Bangun Tambak Udang Terintegrasi di Waingapu, Nilai Investasi Rp7,2 T
- Tug Boat dan Tongkang Angkut Nikel Diamankan KRI Hampala-880 di Teluk Weda
- Kapal Cepat Rudal KRI Surik-645 Tangkap Tug Boat Bawa Solar Ilegal
- Mudik Gratis 2026 Bersama PELNI Dibuka, Buruan Daftar
- Mudik Lebaran 2026, Diskon Tiket Kapal PELNI Hingga 30% Sudah Dibuka
- Kasal Resmikan SPPG Puspomal, Dukung Program Makan Bergizi Gratis
- Kepulauan Tersembunyi di Beranda Nusantara, Rumah Nyaman Biota Laut yang Harus Dijaga
- Revitalisasi Pasar Baru Harus Padukan Nilai Kesejarahan, Keberagaman, dan Kekinian
- Tiga Bulan, KKP Ekspor 1.852 Kontainer Udang Bersertifikat Bebas Cesium ke AS
- KKP: Bisnis Rantai Dingin di Lokasi KNMP Dikelola Profesional
Jelang Arus Mudik Lebaran 2024, Dirjen Hubla Cek Kesiapan Pelabuhan Kalianget

Keterangan Gambar : Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Capt. Antoni Arif Priadi melakukan pengecekan kesiapan sarana dan prasarana transportasi di Pelabuhan Kalianget, Jawa Timur.Foto: Hubdal
Indonesiamaritimenews.com (IMN), SUMENEP: Pelabuhan Kalianget menjadi salah satu pelabuhan di Jawa Timur yang diprediksi mengalami lonjakan penumpang kapal laut di masa mudik Lebaran 2024. Kenaikan penumpang juga diprediksi terjadi di sejumlah pelabuhan di Indonesia seperti di Belawan, dan Batam.
Jelang arus mudik Lebaran, Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Capt. Antoni Arif Priadi melakukan pengecekan kesiapan sarana dan prasarana transportasi di Pelabuhan Kalianget, Jawa Timur, Minggu (31/3/2024).
Baca Lainnya :
- Genjot Ekonomi di Tapanuli Tengah, Alur Masuk Pelabuhan Barus Segera Ditetapkan0
- 6 ABK WNI Kecelakaan Kapal Korea di Jepang, Pemulangan Jenazah Diurus Kemenhub 0
- Ini Aplikasi SEHATI Kemenhub Layani Izin Usaha dan Reklamasi.0
- Pelaut Meninggal di Kapal Singapura, Kemehub Fasilitasi Penyerahan Asuransi0
- Jelang Arus Mudik, Ini 6 Langkah Ditjen Hubla Dukung Angkutan Lebaran 20240
Antoni ingin memastikan infrastruktur dan pelayanan di moda angkutan laut telah siap untuk menghadapi lonjakan pergerakan masyarakat dalam masa arus mudik Lebaran. Khususnya, pada kesiapan armada yang tersedia, serta skenario penanganan angkutan lebaran di wilayah Jawa Timur dan Bali.
Antoni memberikan pengarahan kepada Unit Pelaksana Teknis (UPT) Ditjen Perhubungan Laut yang ada di Provinsi Jawa Timur, diantaranya yaitu: KSOP Utama Tanjung Perak, KSOP Kelas IV Kalianget, Kantor UPP Kelas III Sapudi. Acara ini dihadiri secara langsung oleh Bupati Sumenep beserta Forkopimda Kabupaten Sumenep, serta PT. Pelindo Cabang Sumenep.
“Potensi lonjakan pergerakan masyarakat yang akan mudik di Jawa Timur ini sangat tinggi, oleh karenanya kami terus berkoordinasi intensif dengan operator transportasi yang ada di sini, untuk memastikan persiapan dilakukan dengan baik, agar pelaksanaan arus mudik dan balik berjalan dengan aman dan memberikan kesan yang baik di masyarakat,” ujar Antoni.
ANTISIPASI LONJAKAN
Pada kesempatan tersebut, Antoni juga mengecek kesiapan KMP. Munggiyango Hulalo milik PT. ASDP dengan tujuan Pelabuhan Jangkar.
“Aspek keselamatan pelayaran harus yang paling utama. Oleh karena itu, sejumlah langkah antisipasi lainnya juga telah disiapkan dalam menghadapi lonjakan penumpang dan peningkatan pergerakan kapal laut, diantaranya dengan melakukan inspeksi keselamatan atau ramp check, dan mengoptimalkan pengoperasian kapal,” tuturnya.
Capt. Antoni juga telah meminta operator pelayaran untuk mengantisipasi daerah-daerah yang berpotensi mengalami lonjakan penumpang yang signifikan, dengan melakukan re-routing kapal-kapal ke daerah yang penumpangnya padat. Sehingga diharapkan dapat mencegah terjadinya kelebihan muatan kapal yang dapat membahayakan keselamatan.
Dengan tingginya animo masyarakat untuk mudik pada tahun ini, Ia kembali mengingatkan agar para Unit Pelaksana Teknis melakukan sosialisasi yang masif terkait ketersediaan tiket mudik gratis.
“Masyarakat harus paham langkah-langkahnya seperti apa sehingga dapat terhindar dari para calo yang memanfaatkan momen mudik ini,” pungkasnya.
Adapun hasil survei yang dilakukan oleh Badan Kebijakan Transportasi Kemenhub menyebutkan, akan terjadi lonjakan pemudik pada 2024. Jika pada 2023 tercatat 123,8 juta warga negara Indonesia melakukan mudik, maka pada 2024 diperkirakan angkanya melonjak menjadi 193,6 juta pemudik atau meningkat sekitar 55%.
Puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 8 April 2024 dengan perkiraan 26,6 juta masyarakat melakukan perjalanan mudik. Sedangkan arus balik diperkirakan pada 14 April 2024 dengan 41 juta pergerakan masyarakat kembali dari kampung halaman. (Arry/Oryza)











