- KRI Hiu-634 Angkut Bantuan Kejati NTT, Disalurkan ke Maumere dan Reo
- BKPRMI Jakarta Gelar Pelatihan Pemilahan dan Pengelolaan Sampah di Pulau Pramuka
- KRI Selar-879 TNI AL dan Philippine Navy Siaga Jaga Perbatasan Indonesia dan Filipina
- Update Gempa di NTT, Korban Meninggal Dunia 111 Orang, 21.552 Warga Masih Mengungsi
- Dorong Koperasi Nelayan Merah Putih Kembangkan Usaha Berbasis Data, KKP Gandeng ASPPENDO
- KKP Ringkus Kapal Komplotan Pelaku Bom Ikan di Kepulauan Spermonde
- Jelajahi Medan Ekstrem via Darat, Prajurit Jalasena Tembus Lokasi Terisolir Korban Gempa NTT
- Layanan Kesehatan dan Trauma Healing Obati Luka Psikologis Korban Bencana di Manggarai NTT
- Tim Layar Kodaeral IV Berjaya di Kejurnas Series II, Sabet Lima Medali
- Presiden Prabowo Terima Panglima Jilah, Bahas Penanganan Karhutla dan Peran Masyarakat Adat
Innalillahi... Ponpes di Karawang Terbakar, 8 Santri Penghafal Al Quran Meninggal

Keterangan Gambar : Pondok Pesantren, Miftahul Khoirot kabu.Foto:Ist
Indonesiamaritimenews.com ( IMN),KARAWANG: Kabar duka datang dari Pondok Pesantren (ponpes) Miftakhul Khoirot di Kabupaten Karawang, Jabar, Senin (21/2/2022). Kobaran api melumat bangunan ponpes hingga mengakibatkan 8 santri penghafal Al Quran meninggal dunia.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Rohmat, kepada wartawan mengatakan korban yang meninggal dunia maupun yang mengalami luka bakar dibawa.
Para korban itu dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karawang.
Baca Lainnya :
- Ketua Aptrindo DKI Dukung Training Supir Truk Sambut Digitalisasi Pelabuhan.0
- Pengrajin Stop Produksi, Tempe dan Tahu Menghilang di Pasaran 3 Hari0
- Gubernur Sumut Edy Rahmayadi: Jangan Coba-coba Bermain Di Atas Penderitaan Rakyat Saya0
- Temuan 2 Sonar Bawah Laut, TNI AL Tingkatkan Kewaspadaan 0
- Geger Temuan Sonar Bawah Laut Mirip Rudal ‘Made in USA’ di Kepulauan Selayar0
Diperkirakan, para santri yang menjadi korban kebakaran sedang istirahat tidur siang dan terjebak di lantai dua gedung. Peristiwa mengenaskan ini tejadi
di Desa Manggungjaya, Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang.
Informasi yang dihimpun indonesiamaritimenews.com, kobaran api mulai terlihat sekitar pukul 13:30. Api dengan cepat berkobar membuat warga sekitar panik. Tiga unit mobil pemadam kebakaran dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang dibantu kendaraan pemadam dari Pertamina dikerahkan ke lokasi.
Kobaran api sulit dipadamkan, sementara para santri yang rata-rata masih bocah dan terjebak di dalam gedung tidak bisa diselamatkan. Setelah api padam dan proses pendinginan, petugas menyisir puing-puing kebakaran.
Delapan santri ditemukan meninggal dunia. Berikut identitas korban:
1. Riyan Aditya (7), warga Kabupaten Subang
2. Azka Fairul Gupron (11), warga Kabupaten Subang
3. Arif Satria (12), warga Cikampek Karawang
4. Moreno (10), warga Cilamaya Kulon Kabupaten Karawang
5. M. Fatir Waipi (13), warga Wadas Karawang
6. Muzaki Riyadi (13), warga Rawagempol Karawang
7. M. Akmal Maulana (12), warga Gandok Pedes
8. Belum teridentifikasi.
Polisi kini masih menyelidiki penyebab kebakaran. ( Arry/Oriz)











