- Kejurnas Karate Kasal Cup V-2026 Digelar, TNI AL Ajak Petarung dan Karateka Muda Daftar
- Terminal Teluk Lamong Tingkatkan Daya Saing Industri Nasional dan Global, Segini Target 2026
- PELNI Rampungkan SisKomKap di 25 Kapal Penumpang, Konektivitas Pelayaran Lebih Optimal
- Disergap TNI AL, Kapal Penyelundup Balpress dan Rokok Bodong Tak Berkutik
- KNMP di NTT-NTB Mampu Dongkrak Ekonomi Daerah Rp29,2 Miliar Tiap Tahun
- Angkutan Lebaran 2026, Menhub Cek Kesiapan Armada Kapal dan Pelabuhan di Maluku Utara
- Menteri Trenggono Dorong Pengembangan Budidaya Kerang Mutiara di Pulau Bungin
- PTP Nonpetikemas Cabang Banten, Ekspor Perdana Wind Mill Tower ke Kanada
- Sertifikasi Kompetensi Digital, IPC TPK Dorong Generasi Muda Pesisir Mandiri
- Arus Logistik Meningkat, Merauke Butuh Depo Peti Kemas di Luar Pelabuhan
HUT ke-77 Polri di Stadion GBK, ini Pidato Lengkap Presiden Jokowi

Keterangan Gambar : Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato pada HUT ke-77 Polri di SGBK Jakarta. Foto: Youtube Setpres
Indonesiamaritimenews.com (IMN),JAKARTA: Presiden Joko Widodo memimpin upacara HUT ke-77 Bhayangkara di Stadion Gelora Bung Karno (SGBK), Sabtu (1/7/2023). Dalam amanatnya Jokowi menyampaikan sejumlah pesan khusus bagi Korps Polri.
Presiden juga meminta kepolisian terus membenahi diri demi memperbaiki tingkat kepercayaan publik, juga tidak ada lagi blok atau kultur yang mengutamakan patron tertentu.
Berikut amanat lengkap Presiden Jokowi pada peringatan Hari Bhayangkara ke-77:
Baca Lainnya :
- 3 Kapolda Diganti, Irjen Agung Setya Jabat Kapolda Sumut0
- Komjen Agus Andrianto Jadi Wakapolri, Kabareskrim Dijabat Komjen Wahyu Widada0
- Waduh! 60 Lansia Asyik Main Judi Didobrak Aparat Polda Metro Jaya0
- Top! Prajurit TNI AL Gagalkan Penyelundupan Kosmetik dari Filipina0
- 200 Liter Miras Cap Tikus Nyaris Beredar, Disita Aparat TNI AL di Pelabuhan 0
Salam ĺ⁰ĺĺ Presisi. Salam Presisi. Salam Presisi. Kepada keluarga besar Kepolisian Republik Indonesia pertama-tama saya mengucapkan selamat Hari Bhayangkara ke-77.
Selamat menjalankan amanah mulia untuk mengabdi pada rakyat, bangsa dan negara.
Setiap saat anggota Polri bersentuhan dengan rakyat melindungi masyarakat mengayomi masyarakat dan melayani masyarakat. Tapi di saat yang sama Polri juga diawasi oleh rakyat, hati-hati.
Sekarang ini segala sesuatu bisa direkam, bisa disebarluaskan, gerak gerik Polri sekecil apapun tidak bisa ditutup-tutupi lagi, sehingga kepercayaan pada Polri akan selalu diuji. Seberapa tinggi tingkat kepercayaan rakyat, seberapa tinggi kepuasan rakyat, itu menjadi hal yang penting.
Dan saya senang kepercayaan rakyat terhadap Polri sudah naik dari 60 persen menjadi di atas 70 persen. Ini perkembangan baik tapi masih harus terus ditingkatkan Polri harus terus memperbaiki diri berbenah diri, melakukan reformasi reformasi di segala lininya.
Keluarga Bhayangkara yang saya hormati dan saya banggakan. Semua program pemerintah butuh dukungan Polri sehingga saya perlu tekankan, saya perlu tekankan, kewenangan Polri itu besar, kekuatan Polri itu juga besar ini harus digunakan secara benar.
Jangan ada yang disalahgunakan. Jangan ada lagi persepsi hanya tajam ke bawah tapi tumpul ke atas. Masyarakat membutuhkan rasa aman masyarakat membutuhkan rasa keadilan masyarakat membutuhkan rasa diayomi.
Saya minta Polri jangan abaikan ini. Polri harus mampu memberikan kepastian perlindungan Polri harus mampu memberikan kepastian hukum, Polri harus mampu memberikan kepastian bagi para masyarakat dan para pengusaha.
Tantangan Polri ke depan memang semakin berat tidak semakin ringan masalah Kamtibmas harus dikawal ketat, penanganan isu-isu harus dikawal cepat, program prioritas nasional dan pembangunan ibu kota nusantara harus dikawal secara serius. Kualitas pelayanan harus ditingkatkan, kejahatan dengan teknologi canggih harus diantisipasi.
Semua ini butuh kesigapan dan kecepatan, butuh penguasaan teknologi dan inovasi, butuh komunikasi publik yang baik.
Keluarga Bhayangkara yang saya banggakan, institusi polri itu ibarat sapu lidi, masing-masing lidi harus bersih masing-masing lidi harus lurus, masing-masing lidi harus kuat, yang harus diikat dengan semangat kesatuan dan sinergitas.
Tidak boleh lagi ada blok-blokan, tidak boleh ada lagi patron-patronan, kualitas SDM harus dijaga sejak rekrutmen. Sistem promosi harus diperbaiki, sistem pengawasan harus diperketat, sistem pendisiplinan harus diperkuat.
Memang tidak biasa tadi dalam pemeriksaan pasukan biasanya naik mobil tadi pemeriksaan dilakukan dengan berjalan. Memang cukup jauh, tapi saya masih kuat karena saya tahu rumput stadion GBK tidak boleh rusak jadi kalau mau pakai mobil pasti rumputnya akan rusak. Jadi sudah betul tadi.
Terakhir, jadilah Bhayangkara sejati yang mengabdi tanpa henti kepada masyarakat bangsa dan negara untuk kemajuan Indonesia. Dirgahayu Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Demikian amanat yang Presiden Jokowi untuk Korps Bhayangkara. (Arry/Oryza)











