- Kasal Apresiasi Prajurit Marinir, Raih Juara I Lomba Video Pendek dan Konten Kreatif
- Nataru 2025/2026 Arus Kapal dan Penumpang Meningkat, Pelindo Regional 4 Catat Kinerja Positif
- KKP Indentifikasi 30 Ribu Ha Tambak di Aceh Hancur Dihantam Banjir Bandang
- Throughput IPC Terminal Petikemas Tembus 3,6 Juta TEUs, Tumbuh 13,2%
- Buka Tahun 2026, PELNI Lepas Pelayaran Perdana Tol Laut KM Nusantara 3
- Arus Petikemas Naik 6% Teluk Lamong Bukukan 2,8 Juta TEUs Tahun 2025
- Pemprov Banten dan Panitia Matangkan Persiapan HPN 2026
- Dorong Restorasi Pesisir, TPS Bawa Harapan Baru bagi Petani Mangrove
- Jelang Retret Wartawan, PWI Pusat dan Kemenhan Gelar Rapat Khusus
- Solidaritas Sosial Akabri 1989 untuk Korban Bencana Sumatera, Salurkan Bantuan Besar-besaran
Hari Anak Nasional, Pelindo Gelar Edukasi Lalu Lintas di TPK New Makassar

Keterangan Gambar : Memperingati Hari Anak Nasional 2025, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo Regional 4 menggelar kegiatan edukatif bertajuk “Port Is Not Playground: Program Edukasi Lalu Lintas 2025”. Foto: Pelindo
Indonesiamaritimenews.com (IMN), MAKASSAR: Memperingati Hari Anak Nasional 2025, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo Regional 4 menggelar kegiatan edukatif bertajuk “Port Is Not Playground: Program Edukasi Lalu Lintas 2025”.
Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) kegiatan ini dilaksanakan di Kantor TPK New Makassar, Selasa (29/7/2025). Kegiatan ini diikuti oleh puluhan anak-anak dari lingkungan sekitar pelabuhan dan melibatkan kolaborasi bersama instansi terkait di lingkungan pelabuhan.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anak-anak tentang pentingnya keselamatan, ketertiban, dan bahaya yang ada di kawasan pelabuhan serta area lalu lintas sekitarnya.
Division Head Pelayanan SDM dan Umum Pelindo Regional 4, Rinto Saiful menjelaskan edukasi sejak dini merupakan langkah strategis dalam membangun budaya keselamatan di lingkungan pelabuhan dan sekitarnya.
“Melalui program Port Is Not Playground, kami ingin menanamkan pemahaman bahwa pelabuhan bukanlah tempat bermain," Ujar Rinto.
Baca Lainnya :
- Lentera Masa Depan Bangsa, TNI AL Tanamkan Semangat Cinta Tanah Air Sejak Dini di Tanah Papua0
- Hari Anak Nasional, PELNI Ajak Anak Jelajahi Dunia Maritim, Lomba Gambar dan Mewarnai0
- Sukseskan Program Penangkapan Ikan Terukur, KKP Gandeng Unhas0
- KKP Cetak 1.991 Wisudawan Kompeten, Siap Bersaing di Dunia Kerja dan Wirausaha0
- Pelatihan CTO, Penguatan SDM Pekerja Terminal Petikemas Surabaya0
"Anak-anak perlu tahu bahwa area pelabuhan memiliki risiko tinggi dan memerlukan kewaspadaan. Edukasi seperti ini sangat penting untuk membentuk generasi yang sadar akan keselamatan dan peraturan,” sambung dia.
Dalam kegiatan tersebut, anak-anak dikenalkan dengan rambu-rambu lalu lintas, simulasi zona berbahaya di pelabuhan, serta diajak mengikuti berbagai permainan edukatif bertema keselamatan.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Pelindo dalam mendukung lingkungan pelabuhan yang aman, tertib, dan ramah terhadap masyarakat sekitar. Pelindo berharap program ini dapat menjadi agenda tahunan dan diperluas ke wilayah kerja lainnya di Regional 4.
Teguh Firdaus, Terminal Head TPK New Makassar yang juga menjadi penyelenggara dari acara tersebut mengatakan, “Kami sangat bersyukur dan bangga dapat menyelenggarakan kegiatan edukatif ini dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2025."
“Melalui program “Port Is Not Playground”, kami ingin menanamkan kesadaran sejak dini kepada anak-anak bahwa pelabuhan adalah kawasan terbatas yang memiliki aturan keselamatan yang harus dipatuhi. Dengan menggabungkan edukasi lalu lintas dan pengenalan lingkungan pelabuhan, kami berharap mereka memahami pentingnya keselamatan, disiplin, dan tanggung jawab di area publik, khususnya pelabuhan,” urai Teguh Firdaus.
Menurutnya, anak-anak yang menjadi peserta dalam kegiatan tersebut juga terlihat cukup antusias. Hal ini menjadi bukti bahwa pendekatan edukatif yang menyenangkan dan interaktif dapat menjadi jembatan untuk membangun generasi yang lebih sadar akan pentingnya keselamatan dan tata tertib di lingkungan sekitarnya. “Semoga kegiatan ini bisa menjadi program berkelanjutan ke depannya," tutup Teguh Firdaus. (Arry/Oryza)











