Dirut Krakatau Steel Gandeng Pelindo Dorong Layanan Logistik Angkutan Laut, Kurangi Beban Jalur Darat

By Indonesia Maritime News 10 Jun 2026, 17:57:12 WIB Pelabuhan
Dirut Krakatau Steel Gandeng Pelindo Dorong Layanan Logistik Angkutan Laut, Kurangi Beban Jalur Darat

Keterangan Gambar : Direktur Utama PT Krakatau Steel, Dr. Akbar Djohan, SH, MM. Foto: property of indonesiamaritimenews.com


Indonesiamaritimenews.com (IMN), JAKARTA: Direktur Utama PT Krakatau Steel, Dr. Akbar Djohan, SH, MM, mengungkapkan beban jalur transportasi darat sudah terlalu berat untuk melancarkan  logistik dari Sumatera hingga ke Pulau  Jawa dengan beban biaya tinggi. Selain itu untuk memesan space pengiriman barang ke Priok sudah over bisa antre seminggu lebih.

Djohan  menggandeng Pelindo membuka peluang baru untuk melancarkan logistik yang   lebih efisien dengan  membuka jalur konektivitas  laut dan kereta api.

Ia mengajak stakeholder pelabuhan dan pelaku industri untuk bersinergi menekan biaya logistik nasional dengan menggunakan jalur laut dan kereta api.

Baca Lainnya :

Hal ini dikemukakan Akbar sebagai keynote spaker dalam acara Forum Group Discussion (FGD) di Jakarta, Rabu (10/6/2026). FGD yang digelar oleh PT  Krakatau Bandar Samudera (KBS) bertema Implementasi Konektivitas Logistik di Banten.

Acara FGD ini menghadirkan narasumber Dr. Muhammad Julianto (Direktur Kepelabuhanan Kemenhub); Noor Fuad (Dirut PT Krakatau Bandar Samudra); Hermin Esti Setiowati (Asisten Deputi Konektivitas Darat dan Perkeretaapian Kemenko IPK); Hari Warganegara (Direktur Eksekutif IISIA) serta Prasetyo (Direktur Pengembangan Usaha Pelindo).

Dalam sambutannya Akbar Djohan mengatakan sudah lama ia menggagas acara FGD untuk costumer gathering bersama PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo. Biaya logistik yang tinggi adalah salah satu yang mendorong Akbar untuk bersinergi dengan BUMN lainnya guna memberi masukan kepada pemerintah dan mencari solusi.

Akbar mengutip pesan dari Sun Tzu, seorang jenderal militer terkenal yang mengatakan, 'momentum yang dimanfaatkan akan membuka lebih banyak peluang dari pada yang sekadar direncanakan'. Kutipan itu, kata Akbar, tentu dalam konteks connectivity yang real. Melakukan tindakan walaupun sistem belum sempurna akan terbuka lebih banyak peluang.

"Kita akan diskusi bagaimana peran BUMN ingin memberi sumbangsih nyata bahwa BUMN tidak semata-mata mengejar keuntungan semata. Tetapi bagaimana kehadiran BUMN bisa memberi dampak yang sistemik terhadap logistik nasional," kata Akbar.

Zero Odol

Akbar mengungkapkan, pada Januari 2027 mendatang akan diterapkan program strategis yaitu penerapan zero Odol (Over Dimension dan Over Loading). Kemacetan pada ruas tol Merak-Jakarta maupun sebaliknya, menurut Akbar berdampak pada pemborosan luar biasa. Ketidak pastian sampainya barang, juga luar biasa.

"Data di Perhubungan, ada sekitar 145.000 kendaraan setiap hari lalu-lalang di ruas Merak-Jakarta atau sebaliknya," ungkap Akbar. Bila 20 persen dari angka tersebut adalah golongan 2 sampai golongan 5, maka ada sekitar 22 ribu hingga 25 ribu traffic kendaraan yang memadati ruas tol Merak-Jakarta. "Itulah potret logistik kita," ujar Akbar.

Word Bank pernah menyebutkan bahwa biaya logistik nasional mencapai 23 persen dari PDB (Produk Domestik Bruto). Namun hasil kajian kembali oleh Bapenas, angkanya ternyata lebih rendah yaitu sekitar 14 persen.

Menurut Akbar, pihaknya dengan Pelindo sebagai sesama BUMN pemilik infrastruktur dan aset di pelabuhan, ingin memberi masukan kepada pemerintah bagaimana traffic distribusi barang impor bahan baku maupun bongkar muat di Pelabuhan Priok, ataupun ekspor dari wilayah Banten,  tidak lagi melalui darat.

Ia  mendorong bagaimana shifting barang modal untuk kepentingan industri di Banten, agar bisa penyelesaian kepabeanannya dilakukan di pelabuhan-pelabuhan Banten. Tiga pelabuhan yang memiliki BUP (Badan Usaha Pelabuhan) yakni Pelabuhan Ciwandan, Pelabuhan Cigading dan KBS.Tiga pelabuhan ini bila dioptimalkan dengan standarisasi yang sama, maka semboyan Indonesia sebagai negara maritim bisa dibuktikan. 

Selain itu pihak KBS juga sudah menjalin kerjasama dengan Pelindo Pelabuhan Panjang untuk mengurangi beban Pelabuhan Merak-Bakauheni, dengan layanan dua kali sehari dan kapasitas 200 kendaraan.

Lebih Efisien

Menurut Akbar, bila dievaluasi service roro yang telah dilakukan dari Cigading ke Pelabuhan Panjang, efisiensinya sudah mencapai 12 sampai 14 persen. Rencananya menurut Akbar, akan dibuka juga jalur Cilegon-Jawa Timur untuk mengurangi beban jalan tol.

"Kami punya mimpi bagaimana produk-produk Krakatau Steel, bahkan kalau saya sampaikan, hampir tidak ada volume kargo di Indonesia bahkan di dunia seberat industri baja itu sendiri. Kami punya produksi 6 juta ton pertahun", ungkap Akbar.

Jadi bila dikumpulkan seluruh produk Krakatau Steel (KS) beserta seluruh tenant di kawasan industri setempat, maka tidak kurang dari 7 juta ton pertahun. Ada traffic 7 juta ton pertahun yang bisa diangkut tidak hanya lewat darat, melainkan lewat laut bahkan juga kereta api. Bahkan frekwensinya pun bisa ditambah karena rel kereta juga sudah masuk ke pabrik kawasan industri KS.

Pihak KS juga telah berdiskusi dengan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa membahas soal logistik. Persepsi pemerintah sampai hari ini menganggap bahwa biaya logistik itu tinggi dinikmati oleh pelaku logistik nasional.

"Kami beri masukan bahwa sebenarnya biaya ekonomi tinggi khususnya logistik karena belum terciptanya sinkronisasi, harmonisasi dari regulasi baik regulasi di pusat, antara kementerian dan lembaga dan juga peraturan pusat ke daerah," ungkap Akbar.

Sebagai BUMN  pengelola pelabuhan yang strategis bersama Pelindo, pihak KS menginginkan hal yang berbeda dengan melakukan sinergi. 

Di akhir sambutannya, Akbar mengungkapkan pihaknya dengan Pelindo sudah berkomitmen untuk berkontribusi mengurangi kepadatan daratan. Sebagai kawasan industri dan pelabuhan, Akbar berharap sinergi ini dapat menjadi role model untuk bisa melakukan suatu terobosan bahwa tidak semua barang indusri harus lewat darat. "Kita bisa shifting perlahan," tandas Akbar.

Akbar menandaskan, pihak Krakatau Steel dan KBS bersama Pelindo juga punya komitmen melakukan  inovasi layanan sehingga dapat dilakukan satu upaya efisiensi. (Riz/Mar)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook